Tuesday, January 24, 2017

Mentafakuri Federico Fazio Sebagai Bek Tengah Roma yang Magic

Formasi 3-4-2-1 pola pikir Luciano Spalletti di Roma sepertinya juga melahirkan pertahanan yang kokoh untuk Roma, tembok kokoh pertahanan Roma dibentengi oleh trio ini: Kostas Manolas, Federico Fazio, dan Antonio Rudiger. Ketiga orang ini adalah center back inti dalam format tiga bek di belakang.

Aku sekarang ingin menyoroti satu sosok di antara trio bek inti itu, sekarang aku sedang tertarik untuk membicarakan Federico Fazio sebab kubaca dari laman resmi AS Roma bahwa Luciano Spalletti memuji performa Fazio setelah Roma berhasil menang satu kosong lawan Cagliari yang inti pujiannya begini: untuk saat ini Roma tidak bisa bermain tanpa Fazio sebagai bek tengah. Tertarik untuk Mentafakuri Federico Fazio Sebagai Bek Tengah Roma yang Magic.

Federico Fazio merupakan pemain yang baru didatangkan Roma pada musim ini, di bursa transfer Juni 2016, dari Tottenham Hotspur. Dari hasil kubaca-baca dari berbagai sumber terutama dari La Repubblica, untuk Federico Fazio, Roma membayar 1,2 juta euro untuk kesepakatan peminjaman dan ada klausul otomatis yang sudah bisa diaktifkan untuk mewajibkan pihak Roma melunasi sisa pembayaran sebesar 3,2 juta euro kepada Tottenham Hotspur.

Bila mengacu kepada kontribusi Federico Fazio kala bermain untuk Roma, maka harga pembelian demikian kupikir adalah magic. Bagai kau membeli komputer seharga lima ratus ribu, tapi sang komputer bisa dipakai main PES 2017. Lihatlah bagaimana Fazio memainkan sepakbola di Roma sebagai bek tengah. Ia jago dalam duel bola-bola udara. Ia tangguh secara kontak fisik, posturnya menunjang di mana ia mempunyai tinggi badan 195 cm dan berat badan 85 kg. Ia bagus dalam memenangkan bola. Ia menjelma bagai tembok yang sukar untuk dirubuhkan. Dan jangan salah, jika sekiranya Roma mendapatkan peluang dari sepak pojok, maka Fazio pastilah bakalan dijaga total oleh pemain lawan sebab Fazio bagus dalam bola sundulan. Mengingat harga Fazio sehingga bisa dibilang melebihi ekspektasi, di luar dugaan, kata apa lagi coba selain kata ini yang tersemat: pembelian Fazio adalah magic bagi Roma.

Menariknya musim ini adalah musim pertamanya di Roma. Menjadi magic ketika Federico Fazio bermain terlihat seolah-olah sudah bermain paling tidak dua musim di Roma. Bagaimana chemistry antara ia dan Manolas dalam format empat bek di belakang, duet center back dengan Manolas, tiada kata selain kata magic yang tersemat. Dan dalam format tiga bek di belakang, bagaimana trio Manolas Fazio Rudiger menjelma jadi benteng yang kokoh untuk Roma, lagi-lagi tiada kata yang tersemat selain magic. Apalagi mengingat bahwa sesungguhnya di awal musim, Federico Fazio bukanlah pilihan pertama Luciano Spalletti untuk posisi bek tengah Roma. Sekali lagi atas situasi Federico Fazio di Roma: tiada kata yang tersemat selain magic.

Secara harga hari gini di bursa transfer, transfer Federico Fazio ke Roma, demikian adalah murah bingits. Secara logika harga, bila mengingat bagaimana aksi Federico Fazio bermain bola di Roma sejauh ini, maka demikian adalah magic.

"Harry tidak pernah menyerah untuk terus berjuang menggunakan kombinasi antara intuisi, ketegangan syaraf dan sedikit keberuntungan," J.K. Rowling.

sumber foto: zimbio.com

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon