Friday, January 27, 2017

Meninjau Secara Taktikal Clement Grenier Sebagai Pemain Baru Roma

Barangkali sudah pada tahu kalau Roma di bursa transfer januari ini berhasil meminjam Clement Grenier dari Lyon dengan opsi pembelian sebesar 3,5 juta euro. Ini jelas kabar gembira ketika kita tahu bagaimana kualitas seorang Clement Grenier dalam bermain bola, dan bagaimana Roma memainkan sepakbola dalam arahan Luciano Spalletti musim ini.

Clement Grenier merupakan pemain yang kupikir rada-rada mirip Miralem Pjanic. Ia merupakan gelandang yang ber-tehnique. Ia bagus dalam memberi umpan akurat. Ia bagus dalam mengambil tendangan bola-bola mati. Ia ditunjang dengan punya ball control yang bagus. Ia bisa dibilang mempunyai playing style Classic No. 10.

Dari segi posisi main, Clement Grenier murninya bermain sebagai AMF, namun ia pun bisa bermain jadi CMF, bahkan kalau diperlukan ia pun bisa bermain jadi: RMF, LMF, LWF, SS, dan CF--demikian kuketahui dari data pes stats PES 2017. Ini jelas bahwa kehadiran Clement Grenier sesuai dengan kebutuhan Roma saat ini. Bisa dibilang kehadiran Clement Grenier di Roma bukanlah pembelian panik, melainkan pembelian yang asyik. Ditunjang bahwa sebagai pemain bola, Clement Grenier bisa dibilang ia merupakan pemain yang sudah matang dan berpengalaman--usianya 26 tahun dan punya pengalaman bermain di Liga Champions bersama Lyon.

Kita tahu bagaimana Roma memainkan sepakbola dalam arahan Luciano Spalletti, coach Spalletti punya dua taktik mapan yakni formasi 4-2-3-1 dan 3-4-2-1. Kupikir profil seorang Clement Grenier akan punya pengaruh yang bagus untuk skema permainan Roma dalam arahan Spalletti--bagaimana dulu Miralem Pjanic bermain untuk Roma dalam arahan Spalletti kupikir bisa dijadikan sebagai contoh acuan. Clement Grenier bisa menjadi gelandang kreatif dalam gaya main Roma arahan Luciano Spalletti.

Yang paling kusuka dalam gaya main Roma arahan Spalletti adalah ini: umpan lambung jauh dari tengah dan kemudian Dzeko atau El Shaarawy atau Salah atau bahkan Nainggolan tinggal berhadap-hadapan dengan kiper lawan dan tidak jarang gol tercipta untuk Roma designnya seperti demikian. Nah, Clement Grenier merupakan pemain tengah yang punya profil yang tepat untuk figur yang doyan umpan lambung jauh dari tengah, ia memiliki kelebihan dalam Long Ball Expert. Dan Long Ball Expert ini ditunjang pula dengan kelebihan Weighted Pass. Itu artinya, jika Clement Grenier melakukan umpan lambung jauh dari tengah maka keseringannya umpannya itu terukur sehingga manjur: bikin pemain yang diumpan tinggal melakukan satu sentuhan saja kemudian yang terjadi adalah gol.

Kesimpulannya adalah tambahan pemain baru Roma dalam diri seorang lelaki Francis bernama Clement Grenier di bursa transfer januari ini kupikir merupakan satu sinar harapan untuk roma dalam mewujudkan impian Scudetto della Roma musim ini. Semoga saja. 

Selamat datang Clement Grenier di Roma. Daje Roma!

"Tidak ada yang mudah, tapi tidak ada yang tidak mungkin," Napoleon Bonaparte.

sumber foto: calciomercato.com

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon