Tuesday, January 3, 2017

Juan Iturbe yang Terbuang

Ketika Juan Iturbe didatangkan Roma pertama kali dari Hellas Verona, demikian adalah sinar harapan untuk kejayaan Roma. Bukannya apa-apa, karena kita telah mendapatkan talenta muda berbakat milik (yang dulu masih berwarga negara) Argentina. The New Messi bagai menjelma jadi harga mati bersemat pada dirinya. Itulah juga alasan kenapa bukan kita saja Srigala Roma yang kepincut mendapatkannya, melainkan pula Si Nyonya Tua. Tapi, dalam kasus ini, kita berhasil menang lawan Si Nyonya Tua. Juan Iturbe selain dibeli mahal tapi ia pun lebih memilih Roma daripada Juventus karena terkesima dengan gaya main Rudi Garcia.

Kejayaan dengan kehadiran Juan Iturbe menjadi sekedar khayalan belaka ketika ternyata Juan Iturbe tidak mampu menunjukkan performa yang good untuk Roma. Alih-alih bikin Roma jadi terang, tapi malah bikin Juan Iturbe jadi terasing. Bournemouth di tanah Inggris adalah tempat pengasingannya.

Kedatangan pelatih baru pengganti Rudi Garcia yaitu Luciano Spalletti bagai angin segar untuk Juan Iturbe kembali berkarir di Roma. Juan Iturbe sempat optimis bahwa dirinya bukanlah kegagalan transfer bagi Roma, melainkan ia adalah investasi yang good untuk Roma. Ah tapi Iturbe, jika kuteringat kembali akan dirimu yang good waktu main di Hellas Verona, kenapa di Roma performamu bagai jadi memble dan memble. Seandainya saja kamu wahai Iturbe mainnya good di Roma, tentu saja Roma tidak akan gundah kehilangan Salah yang akan main di Piala Afrika, tidak akan ribut di bursa transfer januari untuk mencari pengganti Mohamed Salah yang akan main di Piala Afrika. Dilihat dari kontribusinya, Juan Iturbe gagal membuktikan diri cocok bermain di Roma.

Demi kebaikan Roma. Demi kebaikan kita bersama. Kuatkan dirimu duhai Juan Iturbe, kuatkan!

Cukup sudah Roma memberimu kesempatan, cukup sudah!

Selamat jalan Juan Iturbe, semoga kamu beruntung di Torino...

Berikut ini adalah puisi Aku karya Chairil Anwar:

Kalau sampai waktuku
Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari

Hingga hilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi


sumber foto: algheronewsgroup.com

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon