Sunday, January 22, 2017

Formasi 3-4-2-1 Roma Hasil Pola Pikir Luciano Spalletti is Good

Aku suka melihat Roma menggunakan formasi 3-4-2-1. Seperti terlihat lebih garang karena menciptakan banyak peluang. Skema 3-4-2-1 ini sebenarnya bukanlah skema yang biasa dimainkan Roma di bawah arahan Spalletti musim ini, sejak di awal musim biasanya Spalletti selalu menerapkan formasi 4-2-3-1--formasi 4-2-3-1 menjadi formula yang stabil garang sebab Roma punya Mohamed Salah yang terlihat beringas, dan yang menjadi bek kanan adalah Alessandro Florenzi sementara yang menjadi bek kiri adalah Bruno Peres.

Diperlukan otak yang cerdas untuk menciptakan pola pikir yang jelas di dalam rangka meracik sebuah taktik. Di dalam sepakbola, taktik merupakan satu fondasi yang mempunyai pengaruh yang nyata untuk sebuah tim bisa meraih target: yakni meraih kemenangan dalam sebuah pertandingan. Dalam hal ini, yang menjadi aktor dalam penerapan taktik adalah seorang pelatih.

Seingatku di musim ini coach Spalletti menerapkan formasi 3-4-2-1 kali pertama adalah saat melawan Lazio dalam tajuk partai Derby della Capitale. Bila mengingat bagaimana sakralnya kemenangan di Derby della Capitale maka apa yang dilakukan oleh Spalletti merupakan sebuah perjudian yang glamour. Apalagi dalam Derby della Capitale 4 Desember itu, Roma mengenakkan jersey spesial, itu artinya bagi Roma kemenangan adalah harga mati.

Kupikir Luciano Spalletti untuk urusan ini bisa setara dengan Pak Habibie. Dengan cederanya Mohamed Salah dan juga Alessandro Florenzi, tapi Antonio Rudiger sudah sembuh dari cedera. Maka apa yang menjadi pola pikir Luciano Spalletti adalah hal yang patut mendapatkan keplokan. Seperti Pak Habibie, coach Spalletti jenius.

Skema permainan Roma yang menggunakan formasi 3-4-2-1 saat melawan Lazio dalam Derby della Capitale 412, walaupun berhasil menang dua kosong namun kupikir saat itu belum terlalu garang. Tapi di beberapa pertandingan berikutnya kupikir formasi 3-4-2-1 berangsur lebih garang sebab kutonton Roma bagai mendapatkan banyak peluang, Roma jadi tampil terlihat lebih menyerang. Terjadinya keseimbangan, karena Bruno Peres di sayap kanan dan Emerson Palmieri di sayap kiri mampu bertransformasi dengan baik menjadi wing bek sehingga tatkala lawan melakukan penyerangan tiba-tiba Roma jadi bagai memiliki lima bek di belakang. Kupikir Formasi 3-4-2-1 Roma Hasil Pola Pikir Luciano Spalletti is Good.

Sejak awal musim Roma telah kehilangan pemain yang baru didatangkan di bursa transfer Juni yakni Mario Rui lantaran dibekap cedera cukup lama, ia adalah pemain yang diproyeksikan untuk menempati pos bek kiri. Guna mengantisipasi lubang tersebut, di pos bek kiri Spalletti menambalnya dengan memainkan Juan Jesus atau Emerson Palmieri, namun kelihatannya Jesus dan Emerson kala itu tidak terlalu bagus menjalankan tugas tersebut, sehingga memaksa Bruno Peres yang suka main jadi bek kanan untuk main jadi bek kiri, dan kelihatannya ketimbang Jesus dan Emerson kupikir Peres jauh terlihat lebih matang untuk memainkan peran sebagai bek kiri dalam formasi 4-2-3-1.

Salah satu positifnya formasi 3-4-2-1 adalah bikin Emerson Palmieri jadi jauh lebih berkembang permainannya dengan menempati pos sebagai sayap kiri, bahkan Spalletti kepada media memuji performa Emerson dengan menyebut Emerson Pamieri seperti Vincent Candela. Dengan skema 3-4-2-1 juga bikin permainan Juan Jesus--jika dimainkan--jauh lebih bagus jadi bek tengah dalam format tiga bek di belakang. Dengan skema 3-4-2-1 juga bikin ada satu tempat untuk Antonio Rudiger yang sudah pulih dari cedera untuk langgeng bermain jadi bek tengah. Jangan salah, sekembalinya Mohamed Salah dari Piala Afrika, Roma jadi banyak punya opsi taktik dalam memainkan sepakbola yang menarik untuk mencapai target meraih kemenangan, dalam formasi 3-4-2-1 juga nanti Mohamed Salah bisa masuk rencana, bahkan curiga permainan Roma akan lebih menggila.

"Hanya sumber daya manusia yang terampil dan produktif yang dapat menjawab tantangan dan menyelesaikan masalah," B.J. Habibie.

sumber foto: asroma.com

Comments
1 Comments

1 komentar so far

sayang pangeran roma nya udah dimakan usia ya mas.
coba totti masih muda dulu,wuih pasti tambah maknyus formasi ini


EmoticonEmoticon