Sunday, January 1, 2017

Fans Mencintai El Shaarawy

Saya sedikit terkejut ketika membaca berita ini dari Halaman FanPage Forza Roma Indonesia di facebook: Stephan El Sharaawy terpilih sebagai Pembelian terbaik Tahun 2016 versi Pilihan Fans Roma di Italia. Sebagaimana dilansir dari asroma.com.

Sedikit terkejut soalnya sebelumnya, saya sempat curiga, yang bakalan terpilih sebagai pembelian terbaik 2016 adalah Diego Perotti.

Kita tahu di musim ini, Stephan El Sharaawy, seiring dengan membagusnya performa Edin Dzeko, bagai kurang mendapatkan kesempatan bermain. Berbeda dengan diawal-awal kehadirannya pertama kali di Roma, malahan langsung mencetak gol di laga debut lawan Frosinone. Sejak didatangkan di bulan Januari 2016, El Shaarawy di musim lalu, punya peranan penting dalam starting line up Roma di era Spalletti musim lalu, di depan Roma kerap menggunakan jasa tridente: El Shaarawy, Perotti, Salah. Skema tersebut, bikin Diego Perotti jadi false nine, dan ada satu tempat untuk El Shaarawy.

Tapi di musim ini, El Shaarawy kurang sering main inti. Berbeda dengan Perotti, yang masih sering main inti. Sebagaimana sudah kita ketahui bersama bahwa Perotti dan El Shaarawy sama-sama didatangkan di bulan Januari 2016. Itu artinya, saat belum ada pengumuman siapa pembelian terbaik Roma 2016, kecurigaan saya sedikit masuk akal ketika memilih Perotti. Barangkali karena cinta, ternyata yang terpilih jadi pembelian terbaik Roma 2016 adalah Stephan El Shaarawy. Fans Mencintai El Shaarawy.

Jujur, dulu saya penggemar Juventus sejak SMP sebab idola saya adalah Alessandro Del Piero. Ini ada sedikit informasi mengenai diri saya yang dulu juventini, kemudian sekarang jadi romanisti, salah satu status saya di facebook: Eh ini foto jadul saya pake jersey Juve muncul di beranda. Dulu sejak SMP pengagum Del Piero, jadi otomatis saya suka Juve. Tapi setelah Del Piero main di Sydney FC, nonton Juve jadi bagai makan sayur tanpa garam. Di tahun 2015/2016 di Olimpico Roma, bagaimana Roma main begitu menunjukkan hasrat besar untuk menang sementara Juventus tampil tanpa pola permainan yang jelas. Hasilnya dua satu untuk kemenangan Roma. Lantas Rudi Garcia ngomong gini: Ini adalah Roma saya. Dan bagai mendapat hidayah, saya pun lantas ikutan ngomong gini: Ini adalah Roma saya. Teringat pula artis cantik Italia Sabrina Ferilli yang mendebarkan. Saya Diar Nurhakim. "Silahkan belah dadaku, maka kau akan menemukan Serigala Roma di detak jantungku."

Dulu Marcelo Lippi pernah membandingkan Alessandro Del Piero dengan Stephan El Shaarawy, intinya Stephan El Shaarawy mengingatkannya pada Alessandro Del Piero. Inilah juga yang menjadi alasan, selain alasan di atas, kenapa saya membelot menjadi romanisti. Banyak jalan menuju Roma, banyak alasan saya untuk mencintai AS Roma. Warna Giallorossi pun masuk alasan kenapa saya sekarang mencintai AS Roma. Sekali lagi, semoga tidak ada yang meragukan, detak jantung saya hanya untuk Roma, sungguh. :D

Sehingga, sebagai penggemar Roma, dapat ditarik kesimpulan bahwa saya mencintai El Shaarawy. Sehingga dapat kamu duga bahwa saya sedikit jengkel kepada Spalletti kenapa El Shaarawy akhir-akhir ini jarang main inti, padahal apabila El Shaarawy diberi kesempatan bermain Il Faraone suka tidak mengecewakan. Itu artinya, saya setuju jika akhirnya yang terpilih jadi pembelian terbaik Roma 2016 adalah Stephan El Shaarawy, walaupun sebelumnya sempat curiga yang bakalan terpilih adalah Diego Perotti.

Saya curiga, sebagaimana saya yang suka dukung Italia bila ada Piala Dunia atau Piala Eropa, demikian pula fans Roma di Italia. FANS MENCINTAI EL SHAARAWY.

Selamat El Shaa!

"Cinta kadang kala merupakan sebuah keajaiban. Namun keajaiban kadang kala justru hanya sebuah ilusi," Minoo Javan.

sumber foto: chiesaditotti.com

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon