Friday, December 2, 2016

Menerapkan Formasi 3-4-3 Gasperini di Roma Saya (My Fantasy Football)

Halo pemirsa di tanah air ketemu lagi bersama saya Diar Nurhakim di my blog ini. Kita masih akan membicarakan tentang sepakbola di sini. Namun pada kesempatan kali ini ijinkan saya untuk sekedar berbagi cerita mengenai kegiatan saya yang buat hiburan, yaitu bermain PES 2013. Sudah gede begini, dalam bermain PES 2013, saya masih bisa menyempatkannya pemirsa, tentunya disela-sela kesibukan saya yang lain yang tentu saja cukup padat. Saya suka luangkan waktu sekitar setengah jam-an bermain PES di komputer saya, tidak usah lama-lama refreshingnya, cukup segitu saja. Setengah jam saja.

Terkadang untuk bikin suasana menjadi happy, saya suka iseng mengedit transfer pemain, tapi bukan untuk disimpan secara permanen melainkan untuk main saat itu saja. Dan saat itu, sekitar dua hari yang lalu, saya iseng mengedit tim idola saya AS Roma, dan saya kepikiran mengenai formasi 3-4-3 Conte di Chelsea. Ya, saya pengen membantai komputer dengan menggunakan formasi 3-4-3 meniru Antonio Conte Chelsea di dunia realita. Maka dari itu, saya membutuhkan beberapa pemain untuk membantu saya di dalam rangka memainkan sepakbola yang menarik di PES 2013 bersama AS Roma dengan formasi 3-4-3. Jangan kemana-mana dulu pemirsa, sekarang saya pengen ngopi dulu secicip, sesaat lagi saya akan kembali hanya untuk anda.

Ini iklannya pemirsa: Taktik 3-4-3 Antonio Conte di Chelsea Salute Conte

Pemirsa terima kasih anda masih bersama saya. Sekarang saya lanjut lagi ceritanya ya. Di dalam permainan PES 2013 yang ada di komputer saya, itu bukan murni PES 2013 standar dari Konami, melainkan sudah beberapa kali saya upgrade sehingga menjadi update. Seingat saya upgrade terbaru adalah ketika Gervinho masih di Roma dan El Shaarawy masih di Monaco, tapi sudah saya edit secara manual sehingga Gervinho sudah tidak ada lagi di Roma dan El Shaarawy sudah ada di Roma, dan pemain lainnya dan pemain lainnya yang main di tim besar, soalnya bakalan repot juga apabila saya mengedit secara manual seluruh tim yang tersedia di PES 2013, kayak kurang kerjaan aja.

Dengan PES 2013 update-an seperti itu, itulah permainan PES 2013 yang ada di komputer saya, termasuk jersey tim-tim besar sudah yang terbaru ya. Sehingga saya mainnya bisa enjoy. Di dalam permainan tersebut saya menemukan formasi 3-4-3 yang saya harapkan, tapi bukan formasi Chelsea, sebab kalau formasi belum update baru, melainkan formasi milik Genoa, dan saya curiga itu adalah formasi 3-4-3 Gian Piero Gasperini, di mana Gasperini adalah mantan coach Genoa dari tahun 2013 - 2016. Di musim 2016/2017, saat ini, Gian Piero Gasperini adalah coach Atalanta.

Penemuan saya terhadap formasi 3-4-3 Gasperini ini sesungguhnya diawali dengan keraguan, ada selapis rasa takut di mana sistem pertahanan dengan skema demikian bakalan gampang bolongnya. Namun ternyata, setelah mencoba uji tanding dengan dua tim, saya menggunakan Chelsea saat itu dengan komposisi starting line up saat Chelsea vs Tottenham di pekan ke 13 Liga Primer Inggris 2016/2017. Juventus dipecundangi empat kosong. Real Madrid ditaklukan dua kosong. Serius. Dengan formasi 3-4-3 Gasperini Chelsea jadi punya keseimbangan di dalam menyerang maupun bertahan, dan catatan pentingnya ini: jadi bagai mudah cetak gol dengan gaya yang biasa saya mainkan di dalam PES, lima puluh persen melakukan umpan silang dari kedua sisi lapangan. Sehingga saya tertarik untuk mencoba formasi 3-4-3 Gasperini di tim idola saya AS Roma.

Sesungguhnya saya sudah puas dengan skuad AS Roma yang sudah ada. Namun saya pikir tidak akan rame apabila saya tidak aktif di bursa transfer, dengan begitu juga saya bisa menulis postingan ini dengan lancar. Berikut adalah target transfer saya untuk menunjang terciptanya sepakbola yang menghibur dalam menggunakan formasi 3-4-3 Gasperini di Roma saya:

1. Mattia Perin
Image by www.zimbio.com

Pura-puranya kiper Roma pinjaman dari Arsenal Wojciech Szczesny, ia sudah kembali ke Arsenal. Sehingga tinggallah Lobont dan Allison yang tersisa dalam skuad Roma, sebagai kiper. Lobont dari segi umur sudah tua, dan ia saya buang pura-puranya kontraknya habis di Roma. Mengenai Allison, kiper timnas Brasil ini dipersiapkan sebagai kiper masa depan AS Roma, saya setuju, tapi dalam my fantasy Allison poinnya 83, saya membutuhkan sosok kiper pengganti Szczesny yang poinnya 87 dengan profil pemain paling tidak poinnya 85. Setelah cari-cari saya menemukan sosok Mattia Perin, ia poinnya 87, sama persis dengan Szczesny. Lagi pula, saat dulu masih jadi penggemar Juventus, saya sudah suka dengan Mattia Perin yang saat itu sempat digadang-gadang sebagai calon pengganti Gianluigi Buffon di Juventus.

Manuver transfer yang saya lakukan untuk mendapatkan Mattia Perin adalah ini: pura-puranya tukar guling dengan Allison. Karena menimbang jam terbang di kancah Serie A, walaupun seumuran, tapi Perin jauh lebih tinggi jam terbangnya ketimbang Allison, maka dari itu pura-puranya Genoa kepingin Roma nambah uang. Okey deal ya.

Dan supaya tercipta persaingan yang positif di pos kiper, maka dari itu saya pun membutuhkan kiper kedua, dan pilihan jatuh pada keputusan ini: menarik kembali Lukasz Skorupski dari Empoli. Gooooood.

2. Eliaquim Mangala
Image by marca.com

Ini saya sedang membicarakan lini belakang. Pura-puranya secara terpaksa AS Roma mesti mengorbankan Kostas Manolas yang digoda oleh Chelsea dengan gaji yang jauh lebih gede, dan juga manajemen berhasil tergoda oleh karena Chelsea berani bayar mahal Manolas. Okey deal. Manolas boleh pergi dengan penjualan mahal, tapi Rudiger tetap bertahan, soalnya Chelsea juga konon kabarnya kepingin Rudiger juga, cukup satu aja dong ya jangan dua-duanya.

Nah, untuk mengganti posisi Manolas yang punya poin 87, maka saya membutuhkan profil bek tengah yang minimal poinnya 84 dan sudah cukup berpengalaman. Tiba-tiba saya kepikiran nama ini: Eliaquim Mangala. Ia seingat saya dulu dibeli mahal oleh Manchester City dari FC Porto pada musim 2014/2015, tapi di musim 2016/2017 ia dipinjamkan ke Valencia. Nah, pura-puranya, pada musim saya melatih Roma, Roma sukses membeli Mangala dengan harga setengah dari penjualan Manolas. Gooood. Poinnya pun sama dengan Manolas, Mangala atribut poinnya 87.

Di pos bek tengah ini pun saya mengembalikan Thomas Vermaelen ke Barcelona, karena pemain berkebangsaan Belgia itu sering berkutat dengan cedera.

3. Lorenzo Pellegrini
Image by www.zimbio.com

Ini saya sedang membicarakan tentang pemain binaan AS Roma. Pura-puranya, permainan yang akan saya lakukan nanti adalah ketika Pangeran Roma Francesco Totti sudah gantung sepatu. Maka tinggallah Danielle De Rossi dan Alesandro Florenzi yang asli binaan AS Roma yang bermain inti di starting line up. Maka saya pikir dibutuhkan pemain tambahan binaan asli AS Roma untuk menjaga tradisi menyangkut Pangeran Roma. Memang sebagaimana di dunia nyata, rencananya AS Roma akan menarik kembali Lorenzo Pellegrini dari Sassuolo, karena tercatat dikontrak AS Roma punya hak untuk kembali membeli pemain ini. Okey deal.

Supaya entar Lorenzo Pellegrini menit bermainnya sering di Roma, maka dari itu saya mesti mengorbankan salah satu pemain tengah (DMF, CMF, AMF), secara terpaksa saya mesti pura-puranya menjual Kevin Strootman ke Marseille yang kebetulan saat ini OM dilatih oleh mantan pelatih AS Roma Rudi Garcia.

4. Matteo Politano
Image by www.zimbio.com

Matteo Politano ini sebagaimana halnya Lorenzo Pellegrini, pernah menempuh pendidikan di akademi Roma kala masih menjadi younger, dan sekarang main di Sassuolo. Saya dengar dari berita-berita, konon kabarnya, sebagaimana Pellegrini, Politano ini sekarang mainnya bagus dan sempat mendapat panggilan dari Ventura untuk membela timnas Italia. Gooood.

Strategi transfer yang akan saya gunakan untuk mendapatkan kembali Matteo Politano adalah ini: tukar guling dengan Juan Manuel Iturbe. Okey deal.

5. Umar Sadiq
Image by ghanasoccernet.com

Di pos penyerang saya membutuhkan penyerang tengah untuk melapis Edin Dzeko. Dan pengambilan kembali Umar Sadiq dari Bologna adalah solusinya. Waktu di era Garcia, Umar Sadiq sudah mencuri perhatian dengan aksi gol yang dicetaknya ke gawang Genoa di musim 2015/2016, itu gol perdananya di kancah serie A. Umurnya masih muda. Saat ini umurnya 19 tahun. Berkebangsaan Nigeria. Dengan postur tubuhnya yang jangkung sebagai penyerang, maka saya jadi teringat akan legenda Nigeria Nwankwo Kanu. Good ya.

Nah, itulah pemirsa aktifitas saya di bursa transfer guna menunjang langkah saya untuk menerapkan formasi 3-4-3 Gasperini di Roma saya. Dan berikut adalah daftar lengkap pemain AS Roma yang tersedia di PES 2013 efek dari tadi sudah diedit sedikit oleh saya: Mattia Perin, Lukasz Skorupski, Eliaquim Mangala, Antonio Rudiger, Federico Fazio, Juan Jesus, Mario Rui, Emerson Palmieri, Alesandro Florenzi, Bruno Peres, Danielle De Rossi, Gerson, Radja Nainggolan, Leandro Paredes, Lorenzo Pellegrini, Diego Perotti, Mohamed Salah, Matteo Politano, Stephan El Shaarawy, Sadiq Umar, dan Edin Dzeko.

Ini adalah starting line upnya:

GK: Perin
CB: Mangala, Fazio, Rudiger
LMF: Florenzi
RMF: Peres
CMF: De Rossi, Nainggolan
LWF: Perotti
RWF: Salah
CF: Dzeko

Dengan Roma saya, saya mencoba uji tanding dengan 5 tim besar lainnya, dan 5 tim tersebut adalah komputer: Real Madrid, Barcelona, Manchester United, Inter, dan Juventus. Baiklah pemirsa, jangan kemana-mana dulu, saya akan membahas hasil uji tanding tersebut di sini bersama Bung Bo-Ol, sesaat lagi kami akan kembali hanya untuk anda.

Ini iklannya pemirsa: Sekarang Suka AS Roma

Pemirsa terima kasih anda masih setia bersama kami. Pemirsa pura-puranya nama saya di PES 2013 adalah ini: Diar Indonesia. Dan Diar Indonesia ini adalah pelatih atau manajer yang baru diangkat oleh Roma. Jadi Roma era Diar Indonesia ini hendak membawa misi membawa kembali Roma meraih kejayaan scudetto paling tidak sebagaimana Roma di era Capello tahun 2000/2001. Sekarang mendingan kita langsung sapa saja Bung Boy Ole. "Apa kabar Bung Bo-Ol?... Salam olahraga!"

"Kabar baik Bung, salam olahraga."

"Bung Bo-Ol... Roma era Diar Indonesia hendak kembali membawa kejayaan bagi AS Roma. Saat melakukan konferensi pers di kota Roma, Diar Indonesia percaya diri bahwa ia akan bisa membawa Roma meraih scudetto sebagaimana Fabio Capello di musim 2000/2001... Catatan anda Bung?"

"Ya Bung... Saat ini Roma sedang termotivasi untuk meraih kejayaan scudetto sebagaimana di jaman Capello 2000/2001, dan beban tersebut dilimpahkan kepada seorang Diar Indonesia. Diar Indonesia ini pelatih atau manajer yang memang belum punya prestasi apa-apa di kancah manapun, maka wajar ketika kepercayaan diri seorang Diar Indonesia saat konferensi pers banyak ditertawakan oleh para pengamat sepakbola di Italia. Tapi kalau kita melihat apa yang telah dilakukan Roma saat uji tanding dengan 5 tim besar, hasilnya sungguh membungkam para pengamat yang menertawakan seorang Diar Indonesia."

"Dari segi taktik... Sebenarnya apa yang menjadi daya tarik seorang Diar Indonesia?"

"Iya Bung. Diar Indonesia ini mengakui sendiri bahwa ia terinspirasi oleh taktik 3-4-3 Antonio Conte di Chelsea, lalu kemudian dia putuskan untuk mengadopsi formasi 3-4-3 Gasperini. Bisa dikatakan Diar Indonesia mempunyai semangat juang persis Conte, tapi secara taktikal lebih cenderung pada Gian Piero Gasperini. Itu terbukti dengan bagaimana Roma memainkan sepakbola di era Diar Indonesia ini. Dalam partai uji coba lawan komputer. Real Madrid berhasil ditaklukan dua kosong. Barcelona dipermalukan tiga kosong. MU dibantai empat kosong. Inter digagahi lima kosong. Dan Juventus ditekuk dua satu. Sebelum lawan Juventus, Roma era Diar berhasil clean sheet, tapi saat lawan Juventus kebobolan satu itu pun lewat bola set piece Miralem Pjanic."

"Memang Roma arahan Diar ini bisa dibilang gooooood ya Bung?"

"Ya Bung. Dengan skema 3-4-3 Gasperini seorang Diar berhasil bikin Roma jadi bagaikan monster. Bagaimana Mohamed Salah sukses mengoptimalkan talentanya yang bagus dalam kecepatan dan tusukan maut ke jantungan pertahanan. Bagaimana Edin Dzeko menjelma jadi Dzekogol. Bagaimana Mangala kembali ke performa saat ia masih di Porto, jadi benteng yang kokoh di belakang. Florenzi di sayap kiri, Peres di sayap kanan, kedua orang inilah yang menjadi penyeimbang antara bertahan maupun menyerang. Bagaimana Pangeran Roma De Rossi menjadi pigur penting selayaknya ia dikala masih umur duapuluh limaan, Bung bisa lihat sendiri bagaimana De Rossi sukses memainkan peran sebagai Anchor Man di Roma. Dan tentu saja peran Radja Nainggolan yang wik wiwwwww sebagai gelandang box to box di Roma."

Baiklah pemirsa sebelumnya pemirsa bisa lihat terlebih dahulu gambar di bawah ini:
Image by fianoromano.org

"Bung Bo-Ol, gosipnya, jika Roma era Diar Indonesia meraih scudetto musim ini, artis senior Italia Sabrina Ferilli berjanji akan mencium pipi Diar Indonesia... Tanggapannya Bung?"

"Haha. Ya Bung, memang artis senior Italia Sabrina Ferilli ini dikenal sebagai tifosi Roma sejati. Dulu di tahun 2000/2001, ia memenuhi janjinya untuk menari asyik menghibur romanisti di jantung kota Roma jika Roma berhasil meraih scudetto. Untuk musim ini di era Diar, ya kita nantikan saja Bung."

"Hehe... Yang pasti itu akan menjadi motivasi tersendiri dong Bung ya bagi seorang Diar Indonesia. Dicium artis senior gitu lo. Hehehehehe."

Baiklah pemirsa demikianlah kultum bola kita kali ini mengenai Menerapkan Formasi 3-4-3 Gasperini di Roma Saya (My Fantasy Football). Demikian untuk hiburan semata. Terima kasih atas perhatiannya. Jayalah terus sepakbola dunia. Salam olahraga!

"Terima kasih Bung Bo-Ol."

"Sama-sama Bung."

sumber foto Gasperini: europacalcio.it

Comments
2 Comments

2 komentar

Untuk tahun ini sepertinya formasi 3-4-4sedang jadi tren jadi untuk saya pribadi melihat ada kelemahan disini, formasi ini sangat rentan di terjadi counter attack jadi untuk mengatisipasi hal itu dibutuhkan gelandang yang punya kecepatan dan pergerakan yang lihai dalam mengawal lawan. overall, dalam segi penyerangan cukup agresif karena banyain 5 gelandang dibelakang penyerang sudah siap menekan pertahan lawan jika penyerang mengalami kebuntuan dalam mencetak gol

Gooooooood sekali nih mas Bimo analisanya, setuju sekali. Iya betul, peran gelandang yang cepat dan lihai (LMF dan RMF) pengaruhnya terasa banget untuk menjaga keseimbangan antara menyerang dan bertahan. Kalau di 3-4-3 Chelsea, ada Marcos Alonso dan Victor Moses... :D (CMF juga pengaruhnya terasa banget contohnya Ngolo Kante) :D


EmoticonEmoticon