Sunday, December 18, 2016

Magnificent Sterling

"Magnificent Sterling," demikian adalah kata-kata komentator bola pada saat Raheem Sterling mencetak gol ke gawang Arsenal yang bikin Manchester City jadi unggul dua satu.

Ya, ini saya sedang membicarakan pertandingan antara Manchester City vs Arsenal pada pekan ke 17 Liga Inggris 2016/2017. Saya nonton pertandingan tersebut di televisi. Memang bukan AS Roma yang main, namun tidak ada salahnya menonton pertandingan tersebut, lagi pula malam itu jam sebelas-an saya sedang tidak dalam keadaan repot.

Saya tidak menonton dari awal, melainkan saya nonton ketika kedudukan sudah kosong satu untuk Arsenal, tapi masih awal-awal babak pertama. Menyaksikan papan skor di layar kaca kali pertama bikin saya mengernyitkan dahi. "Waduh asuhan Guardiola masa iya mau kalah lagi," bisik hati saya teringat akan kekalahan Manchester City lawan Chelsea di Etihad Stadium pada pekan ke 14, di mana pertandingan tersebut saya tonton juga di televisi.

Jujur, sepakbola gaya main anak asuh Guardiola termasuk salah satu yang saya kagumi sejak Pep melatih Barcelona. Tiki taka Bung. Ball Possesion. Dan menyerang. Kalau sudah menang, terus saja mainnya seperti itu tidak malah terus bertahan. Jadi jangan heran, apabila anak asuh Guardiola main, kerap tercipta gol, baik itu membobol maupun dibobol. Tentunya bagi yang nonton, paling tidak saya, demikian adalah sesuatu yang menghibur.

Kecuali lawan Roma, apabila misalkan anak asuh Guardiola main dan saya menontonnnya, maka hati ini terkadang suka berharap semoga anak asuh Guardiola bisa menang (kecuali waktu melawan Chelsea, itu fifty-fifty, sebab gaya main ala Conte pun saya kagumi). Nah, maka dari itu, ketika melihat di papan skor belum juga sepuluh menit babak pertama, anak asuh Guardiola Manchester City kasian kok udah kecolongan satu gol. Babak pertama beres, kedudukan masih kosong satu, Arsenal masih memimpin, tadi sempat ada jual beli serangan juga, tapi ball possesion kelihatannya milik anak asuh Guardiola.

Di awal-awal babak kedua, akhirnya anak asuh Guardiola mampu menyamakan kedudukan melalui gol yang dicetak oleh Leroy Sane. Tentunya anak asuh Guardiola pengen menang main di kandang sendiri, sehingga tensi serangan tetap digalakkan sebagaimana biasanya karakter dari anak asuh Guardiola. Hingga pada menit 76' Raheem Sterling mampu bikin komentator bola ngomong begini. "Magnificent Sterling." Dan tentunya bikin bergemuruh publik Etihad Stadium. Sebab gol yang dicetak Sterling tersebut bikin Manchester City unggul dua satu. Sampai akhir pertandingan, kedudukan dua satu tetap bertahan. Manchester City two, Arsenal one.

Saya Diar Nurhakim. Demikian saya melaporkan... :D

Manchester City vs Arsenal
(Sane '47, Sterling '76 vs Walcott '5)

Boleh dibaca juga ini: Taktik 3-4-3 Antonio Conte di Chelsea Salute Conte (Telewicara With Ko Bil Lee by Phone).

sumber foto: itv.com

Comments
1 Comments

1 komentar so far


EmoticonEmoticon