Monday, December 12, 2016

Bajigur untuk Radja Nainggolan

Di warung seberang rumah, harga kopi hitam seribu, harga kopi susu seribu dua setengah, harga bajigur dua ribu, kalau air putih tak usahlah beli soalnya sudah tersedia stok banyak di dalam kulkas. Kalau ada tamu agung, tentu saja saya harus pergi ke warung seberang, sebab tak elok jika disuguhi hanya air putih doang.

Ini saya sedang ingin membicarakan mengenai hasil pertandingan antara Roma vs Milan di Giornata 16 Liga Italia Serie A 2016/2017 yang disaksikan secara langsung oleh saya di kamar sendirian. Tentu saja sebagai penggemar Roma, ketika Roma ada main, demikian adalah hiburan yang amat dinanti-nanti. Barangkali derajatnya hampir sama dengan diajak jalan sama cewek cantik disaat kita sedang jomblo. Jangan kemana-mana dulu pemirsa, sepertinya saya mau beli sesuatu dulu ke warung, sesaat lagi saya akan kembali hanya untuk anda.

Ini iklannya pemirsa:

Pemirsa terima kasih anda masih bersama saya. Pertandingan yang dinanti pun hadir juga, setelah sebelumnya saya sempat didera masuk angin ya, mungkin dampak dari cuaca dingin hujan dan juga kesibukan, akan tetapi alhamdulillah sesudah dikerok dan minum tolak angin pas nonton pertandingan Roma vs Milan sudah sembuh.

Sungguh senang ketika diawal-awal babak pertama Roma tampil langsung menekan, tapi sayang beberapa peluang mampu dimentahkan oleh kiper muda AC Milan Gianluigi Donnarumma, apalagi yang tendangan Edin Dzeko.

Sungguh bergetar tegang hati saya ketika pada menit 27' Milan berhasil menciptakan peluang emas, ternyata Milan mampu melawan sehingga pertandingan berjalan seperti terjadi saling jual beli serangan, rame pokoknya kedua tim main terbuka, Lapadula dijatuhkan oleh Szczesny di dalam kotak penalti, dan wasit langsung menunjuk titik putih, itu artinya penalti untuk Milan. Menyaksikan kejadian tersebut bikin hati saya tiba-tiba down ya, curiga Roma bakalan kalah.

Namun apa yang terjadi pemirsa? Niang sang algojo tidak mampu menyeleseikan tugasnya dengan baik, tendangannya mampu ditepis oleh Szczesny. Gooooood Job Szczesny! Mendadak semangat saya up lagi, curiga Roma bakalan menang. Forza Roma! Skor masih kosong-kosong.

Barulah di babak kedua pemirsa, doa saya terkabulkan, harapan saya Roma bisa menciptakan gol terjadi, pada menit ke 62' Radja Nainggolan sukses menciptakan gol untuk Roma melalui gol yang bisa dikatakan ciamik: dari luar kotak penalti, posisi menendang bagai serong ke kanan, oleh kaki bagian dalam sehingga bola meluncur agak sedikit melengkung bak pisang, di mana kalau kipernya sudah tua disinyalir akan bikin sang kiper mendadak kena encok di bagian pinggang. "Allahu... Allahu... Gol gol gol... Nainggolan... Mubbarak ya Nainggolan."

Saya merayakan gol Nainggolan dengan bangkit dari kasur, terus berjoged seolah-olah sedang mendengarkan lagu Turki Cek Babam Cek Askin Nur Yengi. Satu kosong untuk Roma. Sungguh saya gembira. Jadi nyenyak tidur lagi sejenak ketika tahu bahwa Roma dipastikan keluar sebagai pemenang lawan Milan dengan skor satu kosong, yes Roma sukses mendapatkan poin tiga.

Maka dari itu, ketika tiba-tiba saya terbangunkan oleh suara ketuk pintu, dan ternyata yang jadi tamu adalah Radja Nainggolan, walaupun belum mandi saya segera bergegas pergi ke warung seberang, terus ngomong gini ke yang punya warung. "Bajigur untuk Radja Nainggolan."

Seruput... :D

sumber foto: dnaindia.com

Comments
2 Comments

2 komentar

Ha ha itu kalimat pembukanya meni gitu pisan. Ciri khas Diar nih.

Nainggolan emang keren. Di FM stats-nya juga bagus. Tipikal Box-to-Box, bisa juga Ball-Winning.

Iya goooood Agia... Nainggolan emang keren, pantes dapet bajigur daripada air putih... :D


EmoticonEmoticon