Monday, November 21, 2016

Mengkritik Taktik Spalletti Saat Roma Kalah Lawan Atalanta Pada Lanjutan Kompetisi Serie A

Saya menyaksikan sendiri bagaimana Roma kalah lawan Atalanta di kandang Atalanta dalam lanjutan kompetisi Serie A Liga Italia 2016/2017, saya nonton pertandingan tersebut secara streaming di yalla-shoot. Nah, karena saya agak sedikit kesal dengan kekalahan tersebut sehingga saya jadi tertarik untuk mencurhatkannya di my blog ini. So, jangan dulu kemana-mana pemirsa, nanti saya tidak akan sendirian di sini melainkan saya akan ditemani sama Bung Bo-Ol, setelah yang satu ini, kami akan kembali hanya untuk anda.

Ini iklannya pemirsa: Calon Pengganti Ideal Mohamed Salah yang Akan Main di Piala Afrika

Baiklah pemirsa kita kembali lagi. Di giornata 13 Liga Italia Serie A 2016/2017 AS Roma bertandang ke kandang Atalanta. Tentu saja sebagai tifosi Roma saya mengharapkan Roma bakalan menang mudah di Stadio Atleti Azzurri d'Italia. Bukannya apa-apa untuk tetap menjaga kans meraih scudetto diakhir musim, Roma harus mampu tetap menempel Juventus yang ada di peringkat 1, terpaut poin 4. Sebelumnya saya sudah mendapatkan kabar bahwa Juventus sukses menang tiga kosong lawan Pescara, sehingga dengan hasil tersebut, jarak poin menjadi melebar, jadi terpaut 7 poin. Untuk itulah, sebelum pertandingan Atalanta vs Roma digelar, saya sangat berharap bahwa Roma bakalan menang mudah lawan Atalanta, sekali lagi, biar kans menjadi juara diakhir musim tetap terjaga. Saya pun menyambut dengan gembira ketika kick off sudah ditiup wasit. "Forza Roma!" Kata saya bersemangat.

Sinyal-sinyal bahwa Roma bakalan memenangkan pertandingan sudah saya baca ketika babak pertama memasuki menit duapuluh limaan di mana Roma berhasil menciptakan beberapa peluang, di antaranya sundulan Edin Dzeko yang melambung jauh dari tiang gawang hasil umpan dari Diego Perotti, kemudian peluang yang didapatkan oleh Mohamed Salah yang sudah berhadap-hadapan dengan Etrit Berisha namun sayang kiper Atalanta itu sukses memblok sepakan Mohamed Salah.

Barulah dimenit ke empatpuluhan, Roma berhasil menciptakan gol melalui tendangan penalti yang sukses dieksekusi dengan tenang oleh Diego Perotti. Hadiah penalti itu didapatkan Roma setelah salah satu pemain Atalanta tangannya mengenai sepakan Mohamed Salah, jadi itu penalti gara-gara handball pemirsa. "Goooooolllllll ole ole ole," saya mendadak bangkit dari tiduran untuk merayakan gol yang diciptakan Diego Perotti. Dan di layar handphone saya, kemudian tampak dari tribun yang penuh dengan tifosi Roma, mereka menyalakan asap sehingga bikin lapangan bagai berkabut, untuk itulah kemudian il capitano Danielle De Rossi menghampiri tribun tersebut guna bikin tifosi Roma untuk tetap kalem walaupun kita sudah unggul satu gol. Roma berhasil unggul duluan di babak pertama. Dari situlah kemudian saya makin optimis bahwa Roma akan memenangkan pertandingan. Forza Roma!

Karena ada masalah jaringan internet di handphone saya, sehingga bikin pertandingan di awal babak kedua tidak bisa saya tonton, bisa saya tonton lagi ketika Mohamed Salah sudah diganti oleh Stephan El Shaarawy, kalau nggak salah pada menit ke limapuluh lima, kedudukan masih satu kosong untuk kemenangan Roma. Kemudian saya merasakan adanya keanehan di dalam permainan Roma di babak kedua ini, di mana itu saya pikir merupakan kesalahan daripada taktik Luciano Spalletti selaku coach Roma. Nah, masalah tersebut akan coba saya ulas di sini bersama Bung Bo-Ol. Maka dari itu kita langsung sapa saja Bung Boy Ole. "Apa kabar Bung Bo-Ol?... Salam olahraga!"

"Kabar baik Bung, salam olahraga."

"Bung Bo-Ol... Waduh Roma kalah nih lawan Atalanta pada lanjutan Liga Italia Serie A Giornata 13... Saya pikir ini kesalahan ada pada taktik Luciano Spalletti... Catatan anda Bung?"

"Ya Bung, Roma di giornata 13 serie A menuai kekalahan dari Atalanta di kandang Atalanta, tentunya kekalahan ini patut disesali oleh romanisti, sebab itu artinya jarak poin antara Roma dengan pemuncak klasemen Juventus jadi melebar walaupun Roma masih berada diurutan kedua, sebab Juventus di giornata 13 ini sukses membantai Pescara tiga kosong di Juventus Stadium..." Perkataan Bung Bo-Ol belum beres lanjutannya ada di bawah ini.

"...Dan kalau kita menganalisa jalannya pertandingan antara Atalanta vs Roma, sepertinya apa yang Bung bilang tadi bahwa ini adalah kesalahan daripada taktik Spalletti, boleh jadi ini ada benarnya Bung."

Baiklah pemirsa inilah kesalahan taktik Luciano Spaletti dalam pertandingan Atalanta vs Roma setelah Roma sempat unggul duluan:

1. Menukar posisi Bruno Peres dan Antonio Rudiger: Bruno Peres yang tadinya jadi bek kanan dirubah posisi jadi bek kiri, dan Antonio Rudiger yang tadinya jadi bek kiri dirubah posisi jadi bek kanan

"Silahkan catatan anda Bung?"

"Iya saya setuju Bung. Bahwa pertukaran posisi antara Rudiger dan Peres ini menurut saya cukup punya pengaruh juga ya, itu terbukti di babak pertama ketika posisi Rudiger masih jadi bek kiri dan Peres masih jadi bek kanan, Roma bisa unggul. Tapi ketika di babak kedua, terdapat pergantian formasi, pertukaran posisi antara Rudiger dan Peres, tampak Roma jadi sering dibombardir serangan oleh Atalanta, dan daya gedor Roma nyaris tidak ada."

"Iya Bung. Udah bagus-bagus, Rudiger jadi bek kiri dan Peres jadi bek kanan, eh ini malah ditukar posisi. Dan ini juga ditunjang dengan ketiadaan Salah yang digantikan oleh El Shaarawy, di mana di situ El Shaarawy jadi sayap kanan. Sayap kanan bukanlah posisi asli El Shaarawy, ia posisi murninya di sayap kiri. Sehingga sektor kanan AS Roma jadi tidak berfungsi dengan baik."

"Ya begitulah Bung."

2. Pergantian pemain: Diego Perotti digantikan oleh Leandro Paredes, seharusnya Leandro Paredes menggantikan Kevin Strootman

"Silahkan catatan anda Bung?"

"Pergantian ini kalau nggak salah ketika Atalanta sudah berhasil menyamakan kedudukan jadi satu-satu... Bisa jadi saya juga setuju nih Bung mengenai ini. Bahwa pergantian ini termasuk blunder juga ya Bung, karena Parades inilah yang menjadi aktor terciptanya gol kedua bagi Atalanta, di mana ia yang bikin Alejandro Gomez pemain Atalanta terjatuh di kotak penalti Roma sehingga Atalanta sukses mendapatkan hadiah penalti di menit-menit akhir pertandingan."

"Iya Bung. Tapi, seandainya yang diganti oleh Paredes bukanlah Perotti, bisa jadi Parades tidak akan menjadi aktor terciptanya hadiah penalti bagi Atalanta."

"Iya bisa jadi Bung."

Baiklah pemirsa. Mungkin bagi anda yang tidak menyaksikan secara langsung pertandingan antara Atalanta vs Roma, akan rada bingung ya dengan ulasan kami di atas, tapi saya yakin kalau anda pun menonton pertandingan tersebut akan mengerti apa yang kami ulas di atas. Dan berikut adalah ringkasan golnya: Diego Perotti mencetak gol dari tendangan penalti menit '40; Mattia Caldara menyamakan kedudukan dari gol keberuntungan menit '62, dan Franck KessiƩ berhasil mencetak gol di menit '90 dari tendangan penalti untuk memenangkan Atalanta. Sekian untuk saat ini. Terima kasih atas perhatiannya. Salam olahraga!

"Terima kasih Bung Bo-Ol."

"Sama-sama Bung."

sumber foto: sportface.it

Comments
8 Comments

8 komentar

Kenapa ga sekalian j bung kipernya jafi striker
Posisi pemain kok diganti2
.
Batistuta sama cafu kok ga maen bang?

Posisi pemain kok digonta ganti
Ga sekalian j kipernya jadi striker
Ganti tuh pelatihnya sama don capello

Menurut analisa pribadi saya, si Spalletti ini pelatih yang cenderung konservatif/kuno dalam hal taktikal. Kekuatannya ada di karisma, atau dalam bahasa sunda mah 'sima'. Dari segi taktik mah kurang dinamis. Ha ha, jadi inget, dulu pas zaman Batistuta dan Capello, Roma keren banget.

Wah perasaan sekarang kamu udah jarang update Blog ya Diar?

seperti yang saya duga,,,, saya gagal paham

Iya enggak main sob batistuta sama cafu lagi cidera wkwkwkwkwkwk :D

Spalletti msh dikasih kesempatan aja dulu sob :D

Hahahahaha setuju sama analisanya agia gooooood :D

Iya jarang Agia... :D


EmoticonEmoticon