Tuesday, November 29, 2016

Jose Mourinho yang Sudah Tidak Berkharisma Lagi

Ini pendapat subjektif, anda boleh sepakat boleh juga tidak pemirsa. Pecinta sepakbola siapa yang tidak tahu Jose Mourinho, dengan segala prestasi yang sudah diraihnya sebagai pelatih atau manajer bolehlah ya bahwa ia adalah The Special One. Sukses di Porto. Sukses di Chelsea. Sukses di Inter. Sukses di Real Madrid. Kembali ke Chelsea, sukses dulu, tapi kemudian dipecat. Sempat nganggur beberapa saat, kemudian ia jadi harapan bagi Manchester United untuk meraih kembali kejayaan. Sampai diangkat jadi manajer Manchester United, kemudian berhasil membawa MU juara FA Community Shield satu dua lawan Leicester City di Wembley, sampai situ, Jose Mourinho di mata saya ia masihlah sosok yang berkharisma. Namun, saat Manchester United kalah lawan Manchester City dalam Derby di Old Trafford pada pekan ke 4 Liga Primer Inggris 2016/2017, saya merasa kharismanya rada berkurang. Jangan dulu kemana-mana pemirsa, nanti di sini saya akan ngobrol bersama Bung Bo-Ol ngomongin Jose Mourinho yang Sudah Tidak Berkharisma Lagi, kami akan kembali sesaat lagi.

Ini iklannya pemirsa: Zlatan Ibrahimovic Resmi Jadi Pemain Manchester United Bagaimana Pendapat Bung Bo-Ol?

Terima kasih anda masih bersama kami pemirsa. Saya suka perhatikan prilaku Jose Mourinho di pinggir lapangan ketika anak asuhnya sedang bermain di tengah lapangan, tentu saja yang tersorot oleh kamera. Jose Mourinho kerap mengkotret sesuatu di seutas kertas, tentu saja itu merupakan catatan yang ada hubungannya dengan analisa di lapangan yang tengah terjadi, katakanlah itu kotretan taktik. Saya pikir bagi seorang pelatih perilaku demikian termasuk sedang bergaya ya, dan akan mempesona ketika diakhir pertandingan tim yang dibesutnya meraih kemenangan. Di situlah salah satu letak kharisma seorang Mourinho terpancar terang benderang.

Dengan kharismanya itu wajarlah kalau Mourinho beromong besar, karena senantiasa dibarengi dengan prestasi yang tokcer. Menjelang partai bigmatch, Mourinho melakukan psywar, dan koar-koar Mourinho tersebut justru bikin Mou jadi berkharisma mengingat segala rentetan prestasi yang sudah diraihnya sebagai pelatih atau manajer. Akan tetapi, di musim 2016/2017 saat ini, kalau Mourinho beromong besar, pasti itu bakalan bikin saya mesem-mesem sebab teringat kejadian salah satunya adalah kejadian partai Derby Manchester pekan ke 4 Liga Primer 2016/2017 di mana Mourinho harus mengakui ada manajer yang lebih spesial dalam diri seorang Josep Guardiola pelatih Manchester City saat ini, ditambah rentetan hasil Manchester United yang tidak begitu menggembirakan sejauh ini sampai pekan ke 13, apalagi saat melawan Chelsea asuhan Antonio Conte di mana MU dibantai empat kosong di kandangnya sendiri, itu artinya di mata saya Jose Mourinho bagai sudah tidak berkharisma lagi sebagai seorang pelatih yang mengaku diri sendiri bahwa ia adalah the special one. Jangan kemana-mana dulu pemirsa, sebentar lagi kita akan ngobrol-ngobrol bersama Bung Bo-Ol, kami akan kembali sesaat lagi.

Ini iklannya pemirsa: Taktik 3-4-3 Antonio Conte di Chelsea Salute Conte

Pemirsa terima kasih anda masih setia bersama kami. Sekarang mendingan kita langsung sapa saja Bung Boy Ole yang sudah dari tadi ngajentul di sini. "Apa kabar Bung Bo-Ol?... Salam olahraga!"

"Kabar baik Bung, salam olahraga," sembari sedikit mengumbar senyum barangkali akibat kata 'ngajentul'. Ngajentul ini bahasa sunda yang artinya kurang lebih ini: berdiam diri. Dalam arti bagai tak punya kerjaan. Tentu saja itu saya sedang berguyon kepada Bung Bo-Ol, bukan bermaksud menghina.

"Bung Bo-Ol... Jose Mourinho. Sang spesial one... Saya pikir saat ini Mou sudah tidak berkharisma lagi sebagai seorang pelatih atau manajer yang handal... Catatan anda Bung."

"Ya Bung saya sepakat dengan anda. Bahwa kini Jose Mourinho bagai sudah tidak punya kharisma lagi sebagai seorang pelatih atau manajer yang handal. Tentu saja demikian berdasarkan rentetan hasil yang tidak menggembirakan bagi tim asuhannya. Manchester United sampai pekan ke 13 bertengger di urutan ke 6 papan klasemen Liga Primer Inggris 2016/2017. Lima kali menang. Lima kali seri. Dan tiga kali kalah. Tentu saja hasil tersebut bagi tim sekelas United yang ingin mencoba bangkit untuk kembali meraih kejayaan sejak ditinggal Sir Fergie, bukanlah prestasi yang terpuji..." Perkataan Bung Bo-Ol belum beres lanjutannya ada di bawah ini.

"...Tiga kekalahan yang diderita MU di Liga Primer Inggris itu adalah saat melawan Manchester City satu dua di pekan ke 4. Dipermalukan Watford tiga satu di pekan ke 5. Dan dibantai Chelsea empat kosong di pekan 9. Ditambah lagi rentetan hasil seri yang kebanyakan, yang terbaru, pada pekan ke 13 saat menjamu West Ham United di Old Trafford satu satu. Hasil seri lawan West Ham itu merupakan rekor terburuk MU di Liga Primer Inggris Bung, empat kali berturut-turut tidak memenangkan pertandingan di Old Trafford, sebelumnya ditahan imbang Arsenal satu satu, lawan Burnley kosong kosong, dan lawan Stoke City satu satu."

"Tidak sebagaimana Conte di Chelsea..." Kata saya, mau mencoba bertanya lagi. "...Sepertinya Mourinho belum menemukan formula yang tepat untuk MU di Liga Inggris musim ini ya Bung... Tanggapannya Bung?"

"Iya betul sekali Bung. Rentetan hasil MU paling tidak di Liga Primer Inggrislah ya yang menjawabnya Bung. Sekali lagi, dari 13 partai yang sudah dilakoni, hanya lima kali menang, lima kali seri, dan tiga kali kalah. Manchester United bertengger di urutan ke 6. Hasil yang tidak menggembirakan Bung tentunya untuk fans MU. Jika Mourinho sulit untuk bangkit dari masalah ini, bukan mustahil the special one bakalan dipecat Bung."

"Itu artinya kharisma seorang Mourinho luntur sudah."

"Ya begitulah Bung."

Baiklah pemirsa. Demikianlah kultum bola kita pada kesempatan kali ini mengenai Jose Mourinho yang Sudah Tidak Berkharisma Lagi. Terima kasih atas perhatiannya. Jayalah terus sepakbola dunia. Salam olahraga!

"Terima kasih Bung Bo-Ol."

"Sama-sama Bung."

sumber foto: www.zimbio.com

Comments
8 Comments

8 komentar

Mou suruh makan permen karet kayak op alex kalo ngelatih em yu

Haha boleh juga tuh usulnya sob goooooood :D

Wah saya kurang gitu kuasai materi soal sepakbola hiehiheie. Jadi untuk kali ini saya wisplek menyimak artikelnya aja ya . Hiheieiee. Pissssssssssssssss

saya sih setuju dengan pendapat diatas mas,karena di klub sebelumnya bila dah masuk 3 tahun melatih biasanya dah nggak harmonis suasananya,tp kini ketika di MU belum jg semusim tp tp serasa dah 3 tahun,efek the special one udah tidak terasa

Aku engga kenal Jose Mourinho dan baru tau tentang orang itu sekarang. Huahuah, engga ngerti soal bola sih.

Saya turut berduka atas lunturnya kharisma seorang Mourinho *krik krik*


EmoticonEmoticon