Friday, August 12, 2016

Senyuman Manis Perempuan di Kosan Seberang

Senyuman Manis
Pertama kali aku ngekos di sini, di seberang sana sudah kutemukan satu sosok yang laksana bidadari. Aku terpukau saat ia sedang duduk di teras pada sore hari. Kelihatannya ia sudah mandi. Tapi aku curiga, ia bakalan tetap terlihat cantik walaupun belum mandi. Bedanya mungkin, kalau ia belum mandi tentunya bakalan tercium tak wangi. Kebanyakan perempuan kalau sudah mandi pastilah menyemprotkan minyak wangi, paling tidak mantan pacarku dulu di SMA Astuti.

Sepertinya aku beruntung kamar kosku tepat berhadapan dengan kamar kosnya. Hampir setiap pagi aku melihatnya dibalik jendela ia menguap setelah membuka tirai jendela kamar kosnya. Terkadang aku dan dia sempat beradu pandang, situasi tersebut bikin aku entah kenapa kok ya bimbang, eh tapi saat tak terlihat oleh dinding tiba-tiba aku tersenyum senang.

Sepertinya aku sudah jatuh cinta kepadanya, jatuh cinta pada pandangan pertama. Sebab sejak saat pertama menemukannya, aku terpana, dan debaran jantungku berdebar tidak biasanya. Beneran. Maka jangan heran kalau selanjutnya aku suka cari-cari kesempatan untuk kembali memandangnya walaupun dari kejauhan.

Aku sempat kesal ketika angkot milik Pemilik Kosan parkir tepat di pinggir jalan sana, angkot itu jadinya menghalangi pandanganku ke kamar kosannya. Tapi untungnya Pemilik Kosan sehari kemudian dimarahi Pak RT karena angkot itu menghalangi motor Pak RT yang mau lewat. Jalan yang menjadi batas antara kamar kosku dengan kamar kosnya itu cuman muat buat satu mobil lewat, kalau ada motor mau lewat dari arah yang berlawanan jadinya tersendat.   

Aku belum berani minta kenalan sama perempuan cantik di kosan seberang itu, aku masih malu-malu, padahal sudah sebulan berlalu. Tapi diam-diam aku mencari informasi tentangnya. Kata Pemilik Kosan, perempuan di kosan seberang itu namanya Marisa. Tidak sebagaimana aku yang masih kuliah, tapi ia sudah bekerja. Ia bekerja jadi penyiar di Radio Cinta. Pantesan suka aku lihat ia berangkat kerja nyaris setiap pagi, sekitar jam enam pagi, ternyata ia punya jadwal siaran di pagi hari. Saat Teh Marisa mau berangkat siaran, di teras kamar kosku aku menyapanya dengan tidak lupa melambaikan tangan, demikian adalah salah satu upayaku biar bisa berdekatan.

Aku belum pernah menyatakan cinta pada perempuan yang lebih tua, dulu waktu SMA mantan pacarku Astuti adalah teman sebaya. Ketika mendengar suara Teh Marisa mengudara. Serius suaranya lembut selembut sutra. Aku jadi makin tambah suka kepadanya. Hatiku bagai menyuruhku untuk segera mencari cara agar aku bisa bicara kepadanya, untuk mengatakan rasa cinta. Atau paling tidak bagaimana caranya untuk bisa berkenalan, sebagai awal dari pendekatan, selain daripada menyapanya dari agak jauhan.

Aku pikir acara kawinan anaknya Pemilik Kosan yang nanggap organ bisa jadi kesempatan. Dulu saat tujuh belasan di kampungku aku pernah jadi juara lomba dangdutan. Dalam Teh Marisa makan sate di kursi para tamu undangan, kulihat ia pun sesekali menyaksikan orang bernyanyi di atas panggung sedang melantunkan lagu kemesraan. Tiba-tiba aku jadi kepikiran untuk unjuk kebolehan. Aku berjalan perlahan untuk menghampiri MC Organ yang sedang duduk di pojokan. Aku berbisik. MC Organ mengangguk.

Aku membawakan lagu Anggur Merah Belum Seberapa Dahsyatnya. Aku bernyanyi dengan sepenuh jiwa, sepertinya iya. Sebab kulihat para penonton bagai kemudian terkesima. Beneran. Sempat kulihat Teh Marisa di sana, dan kumelihat ia tersenyum bergembira ketika di atas panggung aku dan pemain gitar sukses melakukan gerakan soneta bersama-sama.

Berkat penampilanku di acara organ kawinan, selanjutnya aku jadi cukup terkenal di lingkungan kosan. Serius. Saat Teh Marisa di pagi hari membuka tirai jendela di kosan seberang, dan lalu kami saling beradu pandang, oh my God kali ini ia lantas tersenyum manis. Serius. Senyuman manis perempuan di kosan seberang itu mendadak bikin aku bagai tiba-tiba melayang.

***

Sip ya. Ini saya sedang mencoba untuk mengubah kembali tulisan yang pernah dibuat di my blog ini dengan gaya yang berbeda. Buat seru-seruan di dalam rangka belajar menulis cerita.

Ini tulisan yang dirubah itu silahkan kalau kamu mau baca juga: Anggur Merah Belum Seberapa Dahsyatnya Bagai di Drama Turki.

Itulah mungkin belajar menulis cerita saya kali ini. Semoga bisa menambah postingan aja deh. Terima kasih atas perhatiannya. Saranghaeyo.. Gomawoyo.. :D

Insert foto: artis cantik Drama Turki itu nggak ada kaitannya dengan cerita fiksi di atas, tapi senyumannya itu lo rada-rada nyambung.. :D

sumber foto: www.ratingkurdu.com

Comments
17 Comments

17 komentar

Kosan Seberang itu apa nya tanah abang mas..?

kok sepi adminya lagi kemana nih...?

Wah wah wah kang diar ini ngekost toh.. ngekost dimana kang ? memang suasana kost itu kadang mengasyikan kadang pula ada yang bikin gak enak. yang asyik bisa saling pandang dengan kosan sebrang (kost cewek maksudnya) yang gak enak tuh pas kita lagi mandang ada angkot yang menghalangi pemandangan :D

Kalau di tempat saya mah banyak kosan kang karena kan ada perguruan tinggi ditempat saya mah dan kebanyakan dari orang jauh yang datang ke tempat saya, meskipun banyak kosan dan penghuninya cantik cantik witwiw tapi saya tidak tertarik kang karena prinsip saya tetap satu gituh ke cemewew yang di sana, ahi hi hi.

Sebrangnya sebrang pulau atau sebrang apa mas?

hehe

Sumpah ceritanya keren, lanjutin nulis kayak gini hehe

Saya suka dengan pendeskripsian situasinya. Bikin senyum-senyum. Ah, meleleh.

Hehehe makin keren aja euy nulis ceritanya. Ehh ini kisah nyata yang difiksikan atau murni karya fiksi? Mantap. Maju terus, Diar!!!

Btw, kok bisa sih kamu rajin gini nulisnya. Beda dengan saya, yang kadang suka males-malesan.

Halo halo Bandung ibu kota periangan... hehehehehe :D

Itu fiktif Kang Effendi... hehehehe :D

Hahaha iya bener nggak enak pas ada angkot menghalangi pemandangan... hehehehehe :D

Waaahhh makasih ramadani, serius ini jadi bikin saya termotivasi untuk nulis kayak gini hehehehehehe... :D Siiiippppp... :D

Witwiw kang uyo, makasih... alhamdulillah bikin senyum-senyum.... hehehehe :D

Hehehehehehe makasih agia.... karena banyak bohongnya jadi itu adalah murni fiksi hehehehehehehe :D

Hehehehehehe rajin dong hehehehehehe :D

Teh marisa itu sejenis teh baru y kang?


EmoticonEmoticon