Tuesday, August 16, 2016

Perempuan Patah Hati

Di kamarnya tampak Susi sedang bersedih. Hatinya bagai lelah untuk tetap bergairah. Lelaki idamannya sudah mencampakkannya beberapa kali tanpa sedikit pun bikin bungah. Terjadi di sekolah. Terdengar ia mengeluh bagai mengeluarkan rasa pedih. Ia ingin menyerah.

Dulu saat ia turun dari angkot karena sudah sampai di sekolahan, uang ongkosnya tak ada kembalian. Seorang siswa yang satu angkot dengannya dan masih satu sekolahan serta merta bayarin ongkosnya, kebetulan uang siswa itu ongkosnya pas buat berdua. Tapi kemudian siswa itu bagai tidak membiarkan dirinya untuk bilang terima kasih, siswa itu langsung nyelonong pergi bagai tak mau pamrih.

Dilanda penasaran, ia pun kemudian diam-diam mencari informasi mengenai siswa itu di sekolahan. Namanya Kak Herman. Kalau jam istirahat tiba, Kak Herman susah ditemukan di kantin, melainkan Kak Herman suka kedapatan berada di perpustakaan. Tampak Kak Herman sedang membaca buku cerita Si Kancil yang Cerdas. Melihat raut muka serius Kak Herman yang sedang membaca bagai Rangga Ada Apa dengan Cinta, demikian bikin ia gemas dan juga entah kenapa kok ya bikin was-was.

Sepulang sekolah ia menjatuhkan diri di kasur sementara jantungnya berdebar-debar. Sempat berguling beberapa saat kemudian ia berhenti dengan posisi merebah memandang langit kamar. Terbayang wajah Kak Herman walau samar-samar. Gerak geriknya kelihatan bagai orang yang sedang jatuh cinta namun masih tampak sadar.

Di sekolahan hampir setiap hari ia mendatangi perpustakaan. O bukan. Bukan untuk mencari bahan bacaan. Melainkan untuk melihat Kak Herman. Rasa rindu untuk melihat Kak Herman bagai seperti selalu menghampiri. Tapi ia masih malu untuk mengakui. Tapi walau hanya memandangi dari kejauhan demikian sudahlah cukup bikin hatinya berseri. Bila ia meraba hatinya maka yang menjadi pangeran adalah Kak Herman.

Apabila Kak Herman kedapatan sedang berada di kantin sekolah, maka ia pun putuskan untuk ikutan singgah. Ia ambil tempat yang agak jauh. Ia diam-diam memperhatikan. Saat ketahuan serta merta ia umbar senyuman namun tak seperti siswa-siswa lainnya, Kak Herman tak sumringah, malah Kak Herman bagai menghiraukan senyumannya.

Pernah ia memberanikan diri untuk secara sengaja menubruk Kak Herman saat berjalan berpapasan. Yang terjadi kemudian adalah saat sama-sama terjatuh, eh Kak Herman malah terus acuh. Benar-benar acuh. Tak bikin gaduh karena ditubruk, bahkan untuk sekedar mengeluh pun tidak. Saat Kang Herman terus berjalan memunggunginya, ia memandang heran sementara jantungnya bagai empot-empotan.

Kak Herman tak seperti kebanyakan siswa, pikirnya, Kak Herman bagai tak mudah terpana oleh siswi jelita. Ia kesal. Ia sebal. Baru kali ini ia dibikin jengkel oleh seorang siswa. Padahal sejak SMP dulu, ia adalah primadona seperti selalu.

Hingga di suatu hari di sekolahan terjadi peristiwa ini: Ia memberanikan diri untuk ungkapkan rasa cinta pada Kak Herman. Mengenai katakan cinta, ia belum pernah punya pengalaman. Malahan sebelumnya banyak siswa yang menyatakan cinta duluan, tapi semuanya ia abaikan. Ketika mau nulis surat cinta, ia bingung mau nulis apaan. Hatinya sendiri tidak bisa membohongi dirinya, bahwa selama ini ia merasa cintanya telah bertepuk sebelah tangan. Terciptalah surat cinta yang isinya mencontek lirik lagu Pupus. Ia serahkan surat cinta itu saat Kak Herman sedang kebelet kepingin pipis.

Belakangan ia tahu informasi ini: kalau pada saat naik kelas kemarin, Kak Herman baru saja ditinggal pergi pacarnya yang pindah SMA ke luar kota. Ke seberang pulau. Di kamarnya informasi tersebut bikin ia galau. Perlahan bikin pikirannya menjadi kacau. Perasaannya patah. Ia ingin menyerah.

***

Sip ya. Ini saya sedang mencoba untuk mengubah kembali tulisan yang pernah dibuat di my blog ini dengan gaya yang berbeda. Buat seru-seruan di dalam rangka belajar menulis cerita.

Ini tulisan yang dirubah itu silahkan kalau kamu mau baca juga: Pupus Bagai di Drama Korea.

Itulah mungkin belajar menulis cerita saya kali ini. Semoga bisa menambah postingan aja deh. Terima kasih atas perhatiannya. Saranghaeyo.. Gomawoyo.. :D

Insert foto: adegan di Drama Korea itu nggak ada kaitannya dengan cerita fiksi di atas, tapi ekspresi sedihnya itu lho rada-rada nyambung.. :D

sumber foto: myungzyfanfictionblog.wordpress.com

Comments
21 Comments

21 komentar

Jatuh cinta gegara dibayarin angkot :D

Bacaannya kak Herman kayak anak SD :D

bedanya sudah nggak seperti drama korea :)

Witwiw ceritanya hampir sama dengan yang dialami ku saya kang tapi kalau saya mah beda sedikit lah.

Ini bisa jadi trik saya nih kang kalau ada cewek yang gak ada uang kecil buat bayar angkot nah saya bayarin aja tuh dan langsung nyelonong pergi dengan acuh, siapa tahu cewek tersebut jatuh cinta atau sekedar memperhatikan gtu kang :D wkwk

kak herman ini pasti adiknya bung bool nih :D

iya aduh saya juga bacanya bikin empot-empotan nih kang, hehehe
kak herman jaim banget yah bisa-bisanya dia abaikan wanita huh kalo saya mah udah minta pin bb nya dong

Ya ampun, ini penulisnya korean lover yah? Ilustrasinya korea semua, hahaha.

Tapi bagus kok tulisannya

Kak ini terinspirasi dari jaman dulu ya..hehe masih surat-suratan sama incer2an ga kaya jaman sekarang :D

Haha. Bener kan mas wong jadi beda kan ya. hehehe :D

Beneran nih kang nurul bedanya cuman sedikit... hehehe :D

Hahahahaha iya bisa dipake tuh kang effendi, serius... hehehehehehehehehe :D Jadi entar kang effendi menjelma jadi cowok yang misterius wkwkwkwkwkw :D

Hahahaha bukan adiknya Bung Bo-Ol kang hendri wkwkwkw hehe :D

Witwiw empot-empotan... :D

Hehe. Kalau Korean Lover sepertinya bukan, tapi kalau penulisnya suka nonton drama korea itu bisa dibenarkan hehehehehe, soalnya tidak fanatik, ada keseimbangan antara suka drama korea, drama turki, drama kroasia, dan drama-drama lainnya hehehehe :D

Kalau bener bagus, makasih riza... siiipppp :D

Iya Vita.. itu situasinya di jaman Ada Apa dengan Cinta 1, Rangga dan Cinta masih SMA.. hehehehehehehehehehehehehehe :D

Gak tahu lupa lagi kang, ahi hi hi.

kalau saya bisa menjadi seperti itu jadi saya bisa gantiin peran nya rangga dalam film AADC itu dong kang yah :D

Hehe... Tetap asik kok gaya bahasa tulisannya... Ada apa dengan cinta nih ceritanya, cuman bukan penyuka buku lama si Herman kayak Rangga, dia suka buku cerita kancil hehe

Hahahaha iya Si Herman suka baca buku cerita Si Kancil wkwkwkwkw hehehehe :D

Kalo tetap asik, berarti siiippp dong ya ramadani... hehe :D


EmoticonEmoticon