Saturday, August 6, 2016

Lelaki Sakit Hati Bagai di Drama Korea

Suzy Miss A Lee Min Ho
Ini saya sedang mendengarkan lagu Mas Piyu judulnya Sakit Hati. Saya sekarang sedang kepingin ngarang cerita ya. Dan semoga dengan mendengarkan lagu Sakit Hati ini perlahan bisa tercipta sebuah cerita di sini. Jadi ini bisa dibilang saya sedang dalam rangka belajar menulis cerita dari mendengarkan lagu. Saya kepikiran untuk ngarang cerita yang bagaikan di Drama Korea, sehingga ijinkan saya untuk ngasih tokoh-tokohnya ini: Kang Diar, Bae Suzy, dan Lee Min Ho. Setuju ya. Ini fiktif lo.

Diceritakan Kang Diar memutuskan untuk menyendiri di sebuah pulau namanya Pulau Sarange. Pulau Sarange jaraknya cukup jauh dari kota Gomawo. Bila kepingin ke Pulau Sarange dari kota Gomawo, maka harus naik pesawat terbang biar cepat sampainya, akan tetapi apabila phobia naik pesawat terbang maka alternatif lainnya adalah naik kapal laut dengan resiko lebih lambat sampainya. Karena Kang Diar tidak phobia naik pesawat terbang sehingga ia pun pergi ke Pulau Sarange-nya naik pesawat terbang. Tampak di dalam pesawat terbang Kang Diar sempat menatap jendela pesawat dengan tatapan sendu.

"Aku harus melupakannya.. Cara ini yang bisa aku lakukan.. Aku tidak bisa hidup bila terus tinggal di kota Gomawo," begitu batin Kang Diar berkata seperti nyaris putus asa.

Di kota Gomawo terdapat kenangan-kenangan yang senantiasa teringat yang kemudian bikin hati Kang Diar suka tiba-tiba terluka. Terasa sesak. Yang sakit adalah hati. Di Pulau Sarange rencananya Kang Diar tidak ingin teringatkan kenangan-kenangan yang terasa menyakitkan itu.

Di Pulau Sarange Kang Diar nyewa kontrakan, kontrakannya dekat ke pesisir pantai, sementara di sebelah kontrakannya terdapat sebuah tempat makan, jadi apabila Kang Diar kepingin makan maka tinggal datang saja kesitu. O tentu saja ia punya uang untuk beli makanan, blog yang dikelolanya sudah bisa menghasilkan uang perbulan, dari situ juga ia bisa menghidupi dirinya sehari-hari. Setiap hari, di Pulau Sarange, ia menjalani hidup sebagai blogger Korea.

Sebulan sudah ia hidup tentram di Pulau Sarange tanpa pernah sekalipun teringat akan kenangan-kenangan yang telah terjadi di kota Gomawo. Kenangan-kenangan itu bertemakan cinta, bukankah masuk akal apabila yang terluka hati maka itu pastilah perkara cinta.

Sebelum pindah ke Pulau Sarange, dulu di kota Gomawo Kang Diar punya kekasih yang sangat ia cintai, namanya Bae Suzy. Bae Suzy adalah wanita satu-satunya yang Kang Diar cinta, kadar cinta Kang Diar kepada Bae Suzy derajatnya sudah seperti cinta mati. Kang Diar sempat punya mimpi, menikahi Bae Suzy kemudian menunggu mati laksana ungkapan sehidup semati. Mimpi menikahi Bae Suzy tercapai, namun berakhir bercerai.

Mulanya Bae Suzy menerima Kang Diar apa adanya, Bae Suzy tak mengapa seandainya makan saban hari dengan ramen, biar makanan kurang bergizi tapi ada cinta di hati sehingga tumbuh kembang terasa baik-baik saja tidak bagaikan orang yang kelaparan. Namun perasaan itu tahan cuman setahun, selanjutnya prahara tercipta.

"Aku tidak tahan makan ramen terus, sekali-kali aku ingin makan perut sapi," seru Bae Suzy murka, di dapur.

"Maafkan aku Suzy.. Aku belum bisa membelikanmu perut sapi untuk dimakan sehari-hari.. Blogku belum bisa menghasilkan uang perbulan, baru bisa enam bulan sekali dan itupun hasilnya masih pas-pasan angkanya," kata Kang Diar, lembut.

Bae Suzy terhasut kata tetangga yang kebanyakan orang kaya yang bisa makan sehari-hari dengan perut sapi, atau paling tidak kata tetangga yang bisa makan bukan dengan ramen terus sehari-hari, dibanding makan ramen lebih enak makan perut sapi.

"Maaf aku harus pergi.." Kata Bae Suzy.

"Tapi Suzy.. Aku sangat mencintaimu.. Aku tak ingin kamu pergi.. Aku berjanji aku akan kerja keras agar blogku bisa menghasilkan uang perbulan, agar kita bisa makan perut babi paling tidak sesekali," Kang Diar mencoba menahan kepergian Bae Suzy.

"Cukup.. Aku akan pergi.."

Dengan teganya Bae Suzy pergi meninggalkan Kang Diar, sehingga bikin Kang Diar jadi terluka hatinya. Anehnya, sepekan dari saat kepergian Bae Suzy dari rumah, blognya Kang Diar tiba-tiba kebanjiran pengunjung padahal pada saat itu Kang Diar tidak posting-posting lantaran jiwa yang lemah akibat ditinggal kekasih. Mengetahui itu, Kang Diar mencoba untuk membangkitkan dirinya lagi, dan ia pun berpikir untuk menjemput kembali Bae Suzy dari rumah orang tua Bae Suzy sekalian memberi kabar kalau blognya sudah bisa menghasilkan uang perbulan dan dapat dipastikan kalau ia bakalan sanggup untuk membeli perut sapi setiap hari. Pada saat sudah sampai di depan rumah orang tuanya Bae Suzy, tidak Kang Diar duga kalau bakalan melihat Bae Suzy sedang becanda ria bersama seorang lelaki di teras.

Kang Diar tahu siapa lelaki yang sedang bersama Bae Suzy itu, tiada lain adalah kawannya sendiri yang semasa SMA dulu merupakan saingannya untuk mendapatkan Bae Suzy. Ia tahu kini kalau Lee Min Ho sudah sukses jadi bisnisman di bidang kuliner, jualan andalannya adalah perut sapi. Sebagai lelaki yang masih mencintai Bae Suzy, tentunya normal apabila kemudian Kang Diar sakit hati melihat kebersamaan Bae Suzy dengan Lee Min Ho di teras. Tidak lama kemudian, ia pergi membawa hati yang terluka.

***

Tiga bulan sudah hidup tentram di Pulau Sarange, tiba-tiba Kang Diar kedatangan tamu dari kota Gomawo, tamu itu adalah Bae Suzy. Tampak di depannya Bae Suzy berdiri sambil membawa sekuntum bunga mawar.

"Maafkan aku.. Aku ingin kembali padamu.." Kata Bae Suzy, lembut.

Kang Diar yang sedang duduk di hadapan laptop bagai terkesima dengan sikap Bae Suzy seperti itu.

"Aku ingin kembali hidup bersamamu.. Aku ingin bercanda ria denganmu lagi.. Aku ingin bikinkan kamu Ramen rasa cinta lagi.. Aku ingin dipeluk kamu lagi.."

"Cukup!" Potong Kang Diar bernada tegas. "..Silahkan kamu pergi."


(Malam Minggu, Satu Jam Bersama Lagu Sakit Hati)


Sip ya. Itulah mungkin cerpen atau cerita pendek atau belajar menulis cerita dari mendengarkan lagu. Semoga layak baca aja deh. Terima kasih atas perhatiannya.

Saranghaeyo.. Gomawoyo.. :D

Insert foto: itu Bae Suzy dan Lee Min Ho yang asli, sementara dalam cerita di atas cuman pura-puranya aja buat lucu-lucuan.. :D

sumber foto: www. youtube.com

Comments
10 Comments

10 komentar

Wahh kang diar beralih lagi nih.. kemana bung Bo-Ol nya kang sekarang qo gak muncul :) pindah topik lagi ya kang ?

Hahahaha gak nahan baca dialog-dialognya. Lucu abis.

Waw baru kali ini nih baca tulisan Diar yang bernuansa romantis. Mantap.

kali-kali ajak bung bool masuk drama korea tuh kang jadi tukang sapu juga gapapa wkwkwkwk

memang hebat nih kang diar bisa mengalahkan lee min hoo, namun jangan senang dulu yah nanti saya ikut bersaing buat dapetin bae suzy tuh

Waduh kurang semangat nih kang kalau pembahasannya begini mah, tapi kalau bung bool mah pasti semangat dan gak ngantuk juga bacanya.

Masih topik blog ini... saya menulisnya masih tergantung mood kang effendi... Nah, kali ini sedang nggak ingin bahas bola dulu, entar juga kalau kepingin bahas bola, ya bola lagi... hehehehehe :D

Hahahahaha. Iya bener agia, emang itu saya menulis maksudnya buat melucu. hahahaha. jadi sukses nih ya.

Makasih agia... Siiiipppp.... :D

Kalau memungkin bisa-bisa aja bung bo-ol diajak kang hendri wkwkwkwkw :D

Hahahaha itu bikin ngantuk ya kang? waduhhhh jadi kayak nina bobo dong ya hehehehehehe :D Iya entar bung bo-ol lagi kalau kepingin bahas bola... hehehe :D

Selain suka bahas bola, kang Diar suka bikin cerpen juga. Woow, unik. Biasanya orang yang suka bola cuma seneng judi bola, nggak sempet nulis-nulis cerpen.

Saya nggak suka main judi Rob, karena saya tau cowok yang suka main judi, suka dijauhin cewek-cewek hehehehehehehehehehehehehehe :D


EmoticonEmoticon