Sunday, July 10, 2016

Semoga Juan Manuel Iturbe Masuk Rencana Luciano Spalletti untuk Kejayaan Roma di Musim 2016/2017

Ini maksudnya begini. Pada saat saya sedang bermain PES 2013 bersama rekan-rekan saya dampak dari silaturahmi di antara kami di dalam rangka Happy Eid Mubarak. Saya dan teman-teman SMA saya pada saat itu memutuskan untuk kompetisi main PES 2013 malam-malam.

Banyak yang menarik ya pada saat itu, salah satunya adalah ini: teman-teman SMA saya pada heran sama saya ketika saya memilih klub AS Roma sebagai tim jagoan. Oh berarti teman-teman SMA saya yang itu nggak tau mengenai blog saya ini. Oh berarti teman-teman SMA saya itu belum tau kalau saya bukan juventini lagi melainkan kini saya udah berubah haluan jadi romanisti. Iya, saya curiga kayak gitu.

"Waaah kenapa nggak pilih Juventus?"

"Weis sekarang gue Roma dong."

Terus teman-teman SMA saya itu rame tanya-tanya sama saya alasannya kenapa. Saya jawab persis kayak di konten ini: Sekarang Suka AS Roma dan Witwiw! Artis Cantik Italia Ini Pun Ternyata Seorang Romanisti. So, ada baiknya kamu coba cek deh ya kedua konten tersebut, ceknya di search engine aja okey.

Teman-teman SMA saya yang saya maksud itu jumlahnya ada tiga orang ya, sehingga apabila ditambah sama saya jadinya jumlahnya empat orang. Sehingga bikin kompetisi PES 2013 jadinya kayak langsung masuk ke Babak Semi Final. Saya pegang AS Roma. Teman saya 1 pegang Real Madrid. Teman saya 2 pegang Barcelona. Teman saya 3 pegang Manchester United. Dikoclok sama komputer, inilah hasilnya saudara-saudara: Real Madrid vs Barcelona, dan Manchester United vs AS Roma.

Ini saya bukan ngomongin tentang kualitas tim, melainkan saya ngomongin mengenai kualitas pemain PES-nya. Teman saya yang mainin Manchester United, ditinjau dari history-nya dulu-dulu, waduh nggak pernah sekalipun memenangkan kompetisi lo ya. Banyak minusnya nih ya. Kurang skill pada saat berhadap-hadapan dengan kiper. Kurang skill dalam menggocek bola pake joy stick. Intinya cuman bisa yang dasar-dasar aja. Itu artinya, banyak pengamat pasti bakalan ngomong gini: AS Roma akan mudah lolos ke partai puncak, AS Roma akan melenggang mulus masuk ke Babak Final.

Sementara teman saya yang pegang Barcelona, statusnya sebagai kandidat juara, soalnya secara history doi kalau ada kompetisi main PES di antara kami, doi suka terkadang jadi juara gitu ya. Jadi statusnya teman saya yang pegang Barcelona ini sama kayak saya. Iya dong, saya juga kandidat juara, karena saya pun terkadang suka memenangkan kompetisi.

Sementara teman saya yang pegang Real Madrid, doi bisa dikatakan sebagai kuda hitam ya, soalnya terkadang doi suka bikin kejutan dengan sukses ngalahin saya maupun ngalahin teman saya yang pegang Barcelona. Tapi, doi belum ada sejarahnya juara kompetisi, soalnya, walapun misalkan sukses masuk final akan tetapi doi suka gagal di partai puncak.

Dan sesuai prediksi ya. Teman saya yang pegang Real Madrid sukses bikin cemas teman saya yang pegang Barcelona, di mana Real Madrid sempat unggul duluan lo ya hingga pertengahan babak kedua, tapi Barcelona sukses menyamakan kedudukan di menit-menit akhir pertandingan. Dan di babak perpanjangan waktu, mental juara sepertinya masih milik teman saya yang pegang Barcelona. Skor akhir Real Madrid vs Barcelona adalah ini: 1 - 2.

Lalu Ketika pertandingan selanjutnya adalah Manchester United vs AS Roma. Sesuai prediksi juga. AS Roma arahan saya sukses membantai Manchester United dengan skor telak lima kosong. Sebenarnya, dua belas kosong juga saya sanggup, akan tetapi, saya bagai udah bosen gitu ya membobol gawang Manchester United arahan teman saya itu. Padahal, Manchester United udah ada Zlatan Ibrahimovic, Eric Bailly, dan Henrikh Mkhitaryan, tapi seolah-olah para pemain yang saya sebutkan tadi seolah-olah nggak main gitu deh.

Hingga terciptalah final antara Barcelona vs AS Roma. Bila meninjau sejarah, maka final antara saya dan teman saya yang pegang Barcelona ini masuknya ke partai klasik ya. Saya dan teman saya yang satu ini suka saling mengalahkan di partai puncak. Ini adalah partai final yang sesuai dengan prediksi pokoknya.

"Waduh El Shaarawy lagi down uy," seru saya ketika melihat form El Shaarawy berwarna ungu.

"Hore Messi lagi on form," seru teman saya yang pegang Barcelona ketika melihat form Messi berwarna merah.

Karena El Shaarawy lagi ungu, apa boleh buat, sepertinya saya nggak akan mainin El Shaarawy, soalnya saya kurang begitu suka mainin pemain yang formnya berwarna ungu. Waduh padahal tadi El Shaarawy jadi man of the match di pertandingan lawan Manchester United. Dan untuk menggantikan peran El Shaarawy, saya mencoba untuk memainkan Juan Manuel Iturbe, kebetulan Iturbe sedang ngacung gitu ya alias formnya berwarna merah.

Perlu diketahui dulu sebentar, bahwa permainan PES 2013 yang kami mainkan sudah diupdate dengan yang terbaru, di mana situasi-situasi pemain pinjaman sudah pada balik lagi ke klubnya masing-masing, dan juga para pemain yang baru sudah ada, seperti contohnya Mario Rui sudah ada di AS Roma. Nah, Juan Manuel Iturbe ini, musim kemarin dipinjamkan ke Bournemouth, berarti sekarang udah balik lagi ke AS Roma, sehingga ada dalam skuad Roma saya di kompetisi kali ini.

Baiklah saudara-saudara pertandingan final pun dimulai. Barcelona vs AS Roma. Di babak pertama kelihatannya baik saya maupun teman saya yang pegang Barcelona mencoba untuk mencari aman dulu, jadi tidak main terbuka gitu ya, sehingga di babak 1 skor masih kosong-kosong. Nah, barulah di babak kedua, kami bertarung saling berganti serangan. Karena lagi ngacung gitu ya, serius, itu Messi berkali-kali bikin repot pertahanan Roma saya, untungnya tendangannya berkali-kali membentur tiang gawang.

Hingga di menit ke '69. Kevin Strootman dari tengah umpan lambung melentung ke sebelah kiri di mana di situ ada Juan Manuel Iturbe. Apabila Juan Manuel Iturbe sukses meloloskan diri dari Gerard Pique, maka ketika berhasil menyambut umpan lambung melentung itu, tinggal selangkah lagi aja Juan Manuel Iturbe bisa langsung berhadap-hadapan dengan Ter Stegen kiper Barca. Dan cihuy, Juan Manuel Iturbe sukses meloloskan diri dari kawalan Gerard Pique, larinya cepat gitu ya untuk mengejar bola hasil umpan Kevin Strootman. Saat berhadap-hadapan dengan Ter Stegen, tinggal one on one gitu ya, Iturbe sukses memasukan bola ke dalam jaring yang dijaga oleh Ter Stegen tadi. Alhasil. "One nil for Roma."

Dan dengan waktu yang tersisa, saya sukses mengamankan posisi yang unggul satu gol, sementara Barcelona gagal nyeplosin bola ke gawang Alisson kiper yang baru dibeli AS Roma dari Internacional. Dan saya sukses memenangkan kompetisi itu. Dan yang menjadi man of the match pada pertandingan final itu adalah ini: Juan Manuel Iturbe.

Untuk itulah pemirsa. Di sini saya sekarang tidak sendirian, melainkan saya sedang ditemani sama Bung Bo-Ol. Saya kepingin tanya-tanya mengenai Juan Manuel Iturbe.

"Apa kabar Bung Bo-Ol?.. Salam olahraga."

"Kabar baik Bung, salam olahraga."

"Bung ada catatan mengenai Juan Manuel Iturbe nggak?"

"Juan Manuel Iturbe ini umurnya masih muda Bung, yakni 23 tahun. Dulu dibeli Roma dari Verona pada musim 2014/2015. Pada saat itu, Juan Manuel Iturbe jadi rebutan antara Juventus dan Roma Bung, namun pada akhirnya Juan Manuel Iturbe memilih untuk berlabuh di Roma. Namun seiring bergulirnya waktu, permainan Juan Manuel Iturbe di AS Roma tak seperti permainan Juan Manuel Iturbe di Verona naga-naganya, karena hanya bertahan satu musim kalau nggak salah Bung dengan 27 kali tampil, kemudian doi dipinjamkan ke klub lain pada musim 2015/2016 ke Bournemouth.. Kontraknya Iturbe sendiri di Roma habis kalau nggak salah sampai 30 Juni 2019."

Nah, pemirsa, kalau saya melihat data di pes stats, Juan Manuel Iturbe ini poinnya bagus ya untuk posisi penyerangan: doi main di WF, tapi bisa juga main di SMF, bisa juga main di AMF, dan juga bisa main di SS. Pemain yang cepat gitu ya. Top Speed poinnya 89. Explosive Power poinnya 95. Dribble Speed poinnya 95. Maka dari itu Semoga Juan Manuel Iturbe Masuk Rencana Luciano Spalletti untuk Kejayaan Roma di Musim 2016/2017. Karena itu artinya, saya bisa mainin terus Juan Manuel Iturbe di PES 2013 dong ya kalau tidak dipinjamkan entar, ya paling tidak untuk pelapis trio ini: El Shaarawy, Perotti, dan Salah.

Dan, ditunjang dengan facepack Iturbe yang sukses saya temukan di internet, di mana Juan Manuel Iturbe pake tato gitu ya, sehingga hampir persis banget dengan aslinya, sehingga main PES 2013 pun jadinya tambah enjoy. Pemirsa bisa lihat foto atau gambar di bawah ini:

Image: mohammadahsanulm.blogspot.com

Baiklah pemirsa. Demikianlah kultum bola kita kali ini mengenai Semoga Juan Manuel Iturbe Masuk Rencana Luciano Spalletti untuk Kejayaan Roma di Musim 2016/2017. Ini konten untuk sekedar bercerita aja gitu ya. Terima kasih atas perhatiannya. Salam olahraga!

"Terima kasih Bung Bo-Ol."

"Sama-sama Bung."

Saranghaeyo.. Gomawoyo.. :D

Insert foto: Juan Manuel Iturbe.. :D

Comments
9 Comments

9 komentar

Dunia benar benar sedang gila bola ya -__-"

Ayo kang kapan kita ngadu pes 2013

Haha... Main PES sama teman2 emang seru banget, apalagi mainnya sambil ngebully yang kalah hehe...

Wah kalau saya lihat permainannya sih kang dia memang keren, maka tidak heran deh kalau ada banyak klub eropa yang saat ini sedang mengintainya, maka menurut saya tidak diragukan lagi deh bahwa spaleti memasukannya dalam rencananya.

Iya ayo kapan dong sob... :D AS Roma siap... hehe :D

Haha iya bener kayak gitu ramadani.. hehehehe yang kalah dibully... :D

Iya bener kang nurul, iturbe emang keren larinya cepat, yup semoga masuk rencana spalletti... Siiippppppp :D

Bahas bola mulu bang sekarang :v


EmoticonEmoticon