Tuesday, May 24, 2016

When The Smoke Is Going Down #2 Pelarian

Tampak Kang Diar sedang berada di tempat Soju, sejak kepergian Song Hye Kyo, doi jadi sering mabuk-mabukan, jadi suka minum soju banyak-banyak, pulangnya suka sempoyongan sehingga perlu digotong sama temannya. Saat ini pun kayak gitu. Sudah mulai rada-rada mabuk, doi kemudian SMS temannya yaitu Direktur Jang buat datang ke tempat soju buat entar yang bayarin.

"Hey Jang Ji Min.." Seru Kang Diar dengan raut muka orang mabuk, itu Jang Ji Min maksudnya adalah Direktur Jang. "..Kenapa Hye Kyo ninggalin gue, ha?"

"Aigoo.. Aigoo hey Diar.. Kenapa hidup kamu jadi ancur gini sih?.."

"Hey Jang Ji Min.. Jawab dong, ha?.. Kenapa Hye Kyo ninggalin gue, ha?" Terus Kang Diar ambruk, pipinya menempel pada meja.

Kemudian Direktur Jang menelepon Pemilik Toko Beras Mang buat minta bantuan buat entar membopong Kang Diar. Repot juga kan ya membopong orang mabuk sendirian. Kebetulan, Direktur Jang dan Pemilik Toko Beras Mang sudah saling kenal.

"Maaf menelepon Pemilik Toko Beras Mang," seru Direktur Jang setibanya Mang Aa Sep di tempat soju.

"Aigoo.. Kenapa lagi dia?" Seru Pemilik Toko Beras Mang saat melihat Kang Diar ambruk di meja sambil menggenggam gelas kecil, sementara di meja itu banyak sekali botol soju yang sudah kosong.

Seperti yang sudah-sudah, Direktur Jang dan Pemilik Toko Beras Mang membawa Kang Diar naik mobil milik Direktur Jang. Sesampainya di kosan Kang Diar, mereka berdua membopong Kang Diar. Kang Diar dimasukan ke dalam kamarnya. Setelah sukses merebahkan Kang Diar di kasur, di teras luar sebelum pulang, mereka tampak ngobrol-ngobrol ngomongin Kang Diar.

"Kasian dia.. Sejak kekasihnya Hye Kyo hilang tanpa kabar.. Dia bagai nggak punya semangat hidup lagi.. Hidupnya ancur karena mabuk-mabukan."

"Yah itulah yang namanya pelarian cinta Pemilik Toko Beras Mang.. Eh, ngomong-ngomong Pemilik Toko Beras Mang bisa kenal Kang Diar dari mana?"

Pemilik Toko Beras Mang pun bercerita: kalau dulu, pada saat ia sedang butuh duit, secara terpaksa ia nyopet, dan yang dicopet itu adalah Kang Diar, dan ketahuan pada saat itu sehingga ia dikejar-kejar oleh Kang Diar. Saat ketangkep. Ia ampun-ampunan. Kang Diar pun terus tanya kenapa bisa sampai nyopet. Dan ia jawab karena kebutuhan. Alih-alih melaporkan pada polisi, Kang Diar malah ngasih seluruh isi dompetnya untuk dia sambil ngomong gini: mendingan jangan nyopet lagi, ini uang silahkan ambil semuanya, jadikan sebagai modal usaha. Nah, itulah juga alasan kenapa ia kini sukses menjadi Pemilik Toko Beras.

"O kayak gitu ya Pemilik Toko Beras Mang.. Emang dia kan anak orang kaya kan ya.. Ahli waris satu-satunya Bowhong Group yang jaya itu."

"Iya.. Kamu sendiri gimana Direktur Jang, kenapa bisa kenal sama Kang Diar?"

Kemudian giliran Direktur Jang yang bercerita: ia dan Kang Diar udah kenal lama banget, sejak dari SMP terus SMA. Kalau dulu, saat masih sekolah, ia suka ditraktir sama Kang Diar. Saat disuruh beli LKS dan buku-buku pelajaran, yang bayarin adalah Kang Diar. Saat sedang rame-ramenya main PS, Kang Diar suka ngajak ia untuk bermain PS bersama di rumahnya. Dan lain-lain. Dan lain-lain. Hingga akhirnya ia bisa menabung, karena semasa sekolah dulu, ia nggak pernah keluar kocek sekalipun, uang jajannya suka masih utuh, soalnya semuanya bagai ditanggung sama Kang Diar. Dan dengan uang tabungan tersebut, sehingga bikin ia bisa berbisnis online, bikin blog dan lain-lain dan lain-lain, sehingga kini ia jadi Direktur Jang yang bergerak di bidang internet.

"O kayak gitu ya Direktur Jang.. Tapi sayang ya, kenapa nasib orang baik seperti Kang Diar bisa ngenes gitu, dicampakkan ayahnya karena nggak mau jadi Direktur di Bowhong Group dan ditinggalkan kekasihnya tanpa kabar?"

"Sekarang yang repot jadinya kita kan ya Pemilik Toko Beras Mang.. Suka bopong dia kalau lagi mabok.. Malahan suka bayarin uang kosannya dan lain-lain dan lain-lain."

"Aigoo.."

Setelah ngobrol-ngobrol sekitar lima belas menitan, kemudian Direktur Jang pun mengantar Pemilik Toko Beras Mang ke Toko Beras. Sementara di kamar kosannya Kang Diar, tampak Kang Diar sebenarnya masih agak sadar, belum terlelap tidur, dalam mata Kang Diar yang berpejam keluarlah air mata, ia teringat akan kekasihnya Song Hye Kyo yang entah sekarang ada di mana, sudah setahun lamanya ia nggak mendapatkan kabar dari kekasihnya itu. "Hye Kyo aku rindu kamu.. Tolong aku Hye Kyo.. Aku nggak bisa hidup tanpa kamu.. Aku selalu mencarimu kemana-mana tapi kamu suka nggak ada dimana-mana.."

Sip ya. Ceritanya bersambung lagi nih. Waahh ternyata Bae Suzy belum muncul tuh ya, kirain saya akan muncul di episode 2 ini, tapi kayaknya ditunda dulu deh.

Preview episode 3. Kayaknya Bae Suzy udah bisa muncul nanti.

Saranghaeyo.. Gomawoyo.. :D

Comments
3 Comments

3 komentar

Pelampiasan pria galau, kalau nggak ngerokok udah pasti mabuk-mabukkan meski nggak semuanya begitu juga sih.

Well well well kang diar cerita nya panjang banget samapi bakal ada episode ke tiga. Okelah saya tunggu karena saya penasaran Bae Suzy belum muncul juga di episode ke 2 ini

Ada juga ya pencopet yang diberi uang, coba kalau di dunia nyata banyak yang kaya Kang Diar, sepertinya para pencopetpun malu :)

Tapi maaf lhoo ya komennya telat, di pur lah :D


EmoticonEmoticon