Monday, May 23, 2016

When The Smoke Is Going Down #1 Perpisahan

Ini saya sedang mendengarkan lagu When The Smoke Is Going Down - Scorpions. Lagu slow rock nih ya. Sebelumnya, saya udah nonton episode terakhir Drama Korea yang judulnya My Secret Hotel. Sekarang saya sedang konsentrasi untuk bikin postingan di my blog ini. Dan tidak butuh waktu yang lama gitu ya untuk saya jadi kepikiran untuk bikin cerita yang temanya kira-kira ini: saat mau nikah ketemu mantan pacar. Saya beri judul ini aja deh: When The Smoke Is Going Down Bagai di Drama Korea. Baiklah, semoga lancar-lancar aja nih ya. Semoga nggak bikin rambut depan saya jadi tambah botak.

Biar kayak di Drama Korea, maka berikut ini adalah tokoh-tokohnya: sebut saja nama ceweknya Bae Suzy dan Song Hye Kyo, sementara nama cowoknya sebut saja Kang Diar.

Ceritanya Kang Diar itu anak orang kaya, jadi ayahnya Kang Diar itu adalah seorang Ketua Perusahaan Besar di Seoul. Jadi entar setelah Kang Diar lulus kuliah, doi nggak usah repot-repot cari-cari kerja ke sana kemari, soalnya jabatan Direktur sudah dipersiapkan oleh ayahnya untuk Kang Diar di Perusahaan milik ayahnya itu.

Akan tetapi, ternyata Kang Diar nggak kepingin jadi Direktur, nggak kepingin mewarisi perusahaan milik ayahnya tersebut, padahal doi adalah anak semata wayang. Sehingga tentunya, demikian, bikin geram ayahnya itu.

"Mau jadi apa kamu hey Diar?" Tanya Ayahnya Kang Diar, sebut saja namanya Ketua Kang.

"Maafkan aku abuji.. Aku ingin jadi penulis novel.. Dan aku membutuhkan banyak waktu untuk bikin naskah novel.. Aku tidak ingin konsentrasi jadi pecah.. Dan aku takutnya nanti mengacaukan perusahaan," jawab Kang Diar sambil menundukkan pandangan. Itu Abuji, maksudnya ayah ya, maaf kalau ada salah nulis, soalnya seingat saya sih kalau di Drama Korea, kalau manggil ayah, kedengarannya Abuji gitu ya.

"Pergi kamu.."

"Maafkan aku abuji.." Kang Diar pun pamit undur diri karena barusan sudah diusir.

Ada yang harus Kang Diar korbankan ketika doi memilih jalan hidupnya sendiri, yaitu kemudian diacuhkan oleh Ketua Kang. Saat sendirian, di ruang kerjanya, Ketua Kang ngomong gini. "Kita lihat aja, apakah kau bisa bertahan hidup?"

Tentunya jalan hidup yang dipilih oleh Kang Diar bukan tanpa pertimbangan, ia mengikuti kata hatinya. Ia dengar di Korea, ada penulis novel yang sukses, dan ia persembahkan novelnya itu sebagai persembahan cinta pada kekasihnya, dan ia terinspirasi sama kisah sang penulis novel tersebut. Ia ingin jadi penulis novel karena ia sangat cinta sama kekasihnya, kekasihnya sebut saja namanya Song Hye Kyo, ia ingin mempersembahkan cinta secara romantis sama Song Hye Kyo.

"Kenapa kamu termenung?" Tanya Song Hye Kyo pada Kang Diar. Tentunya Kang Diar termenung dan tampak sedih gara-garanya karena tidak mendapatkan restu dari Ketua Kang untuk memilih jalan hidupnya sendiri. ATM miliknya, diblokir, dan sebagainya dan sebagainya, pokoknya doi bagai sudah nggak dianggap anak lagi oleh Ketua Kang.

"Apakah kau akan tetap di sisiku Hye Kyo.. Apapun yang terjadi?" Kata Kang Diar balik bertanya.

Song Hye Kyo mengangguk tulus.

Bagi Kang Diar, mendapatkan cinta Song Hye Kyo sudahlah cukup dari lebih untuk menata hidup selanjutnya, Song Hye Kyo adalah segala-galanya bagi Kang Diar.

Karena tanpa dukungan materi dari Ketua Kang, sehingga Kang Diar mesti bekerja keras dalam mewujudkan mimpinya menjadi penulis novel, dan juga untuk hidup sehari-hari. Kang Diar kebetulan punya teman yang sukses berbisnis di internet, sebut saja nama teman Kang Diar itu adalah Direktur Jang. Kebetulan Direktur Jang sedang butuh artikel untuk mengisi blog, ia pun kemudian menawari Kang Diar untuk bekerja freelance sebagai penulis artikel blog, entar dibayarnya per artikel.

Jadi, saat pagi hari sampai siang, Kang Diar bikin artikel nanti disetorkan kepada Direktur Jang, via email. Sementara siang sampai sore, Kang Diar bekerja jadi petugas gotong-gotong beras di Toko Hyang Pa Yu milik Mang Aa Sep. Dan malamnya, barulah Kang Diar melanjutkan bikin naskah novel. Saat sedang bikin naskah novel, selalu terbayang wajah Song Hye Kyo, dan itulah yang kemudian jadi energi Kang Diar dalam bikin naskah novel.

Pagi hari, sebelum berangkat kerja, Song Hye Kyo suka datang ke kosannya Kang Diar, sambil membawa makanan. Song Hye Kyo bekerja di tokonya sendiri, jadi ia punya toko penyaji kue-kue dan coklat dan bisa pesen kopi juga di sana.

"Makan dulu.." Kata Song Hye Kyo.

"Waaahh.. Makasih Hye Kyo."

Intinya, Kang Diar dan Song Hye Kyo, adalah pasangan yang bahagia. Kelak, kalau Kang Diar sudah siap dengan persembahan cintanya, ia akan segera melamar Song Hye Kyo.

"Aku jaga toko dulu ya."

"Aku juga nulis artikel dulu.. Nanti sore aku ke toko kamu ya.."

Song Hye Kyo mengangguk sambil tidak lupa tersenyum.

Saat sudah sampai di tokonya, Song Hye Kyo kedatangan tamu. Tamu itu adalah Ketua Kang. Song Hye Kyo belum mengenal Ketua Kang. Maka dari itu Ketua Kang memperkenalkan dirinya sebagai ayahnya Kang Diar.

"Tolong tinggalkan Kang Diar.. Gara-gara kamu dia hidup menderita.. Padahal dia adalah ahli waris Bowhong Group.."

"..Dan tolong terima ini sebagai konpensasi," Ketua Kang memberi amplop yang isinya duit yang banyak, ia taruh di meja.

Tentunya Song Hye Kyo jadi sedih sepeninggalan Ketua Kang dari tokonya. Ia tak menyangka jadi penyebab retaknya hubungan antara Ketua Kang dan Kang Diar. Ia tak mengira kalau dirinya sudah bikin Kang Diar hidup menderita. Ia jadi teringat akan kerja keras Kang Diar selama ini demi hidup sehari-hari. Pagi sampai siang, menulis artikel buat Direktur Jang. Siang sampai sore, gotong-gotong beras di toko beras. Dan malamnya, menulis bikin naskah novel. Padahal, dengan ayah yang kaya raya, sebagai pewaris Bowhong Group, tentunya Kang Diar bisa hidup enak, atau paling enggak nggak usah gotong-gotong beras di toko beras milik Pemilik Toko Mang.

Lambat laun sore hari pun tiba, sesuai janji, sepulang dari gotong-gotong beras di Toko Beras Mang, Kang Diar datang ke Tokonya Song Hye Kyo. Dan amplop yang dari Ketua Kang masih tampak di meja sehingga kelihatan sama Kang Diar.

"Hye Kyo itu amplop apa?"

"Oh bukan apa-apa.." Seru Song Hye Kyo cemas sambil segera mengambil amplop itu.

Mereka pun kemudian bincang-bincang sambil ngopi dan makan kue-kue. Kang Diar merasakan ada yang beda, di mana kok Song Hye Kyo tampak nggak fokus dalam berbicara seperti sedang ada yang dipikirkan. Tapi, Kang Diar nggak tauk jawabannya sampai ia pulang ke kosannya.

Keesokannya, Kang Diar merasa heran, karena pagi hari kok Song Hye Kyo belum muncul-muncul, padahal biasanya di pagi hari Song Hye Kyo suka datang sambil membawa makanan. Takut Song Hye Kyo sedang sakit, ia pun putuskan untuk segera pergi ke Tokonya Song Hye Kyo. Sesampainya di Toko Song Hye Kyo, toko itu tutup, di dalam tidak ada siapa-siapa ketika Kang Diar melongok dari kaca jendela.

Ceritanya Song Hye Kyo pergi meninggalkan Kang Diar tanpa pamit. Ceritanya bersambung dulu ya.

Preview untuk episode 2. Entar ada muncul Bae Suzy.

Saranghaeyo.. Gomawoyo.. :D

Comments
8 Comments

8 komentar

"My Secret Hotel" dari judulnya aja kebayang gimana gitu

Pergi tanpa pamit
Rasanya pahit
Campur sedikit sakit
Tapi bisa menjerit...

Bagaimana ya reaksi kang diar menghadapi song hye kyo yang pergi tanpa pamit, apakah kang diar marah atau tidak, hmmm masih jadi misteri juga nih.

melepas jabatan direktur demi menjadi sebuah penulis novel kang diar ?
Kemanakah perginya Song Hye Kyo ? ah lagi seru baca malah bersambung :p di tunggu ya part ke 2 nya :D

melepas jabatan direktur demi menjadi penulis novel nih kang ?
Kemanakah perginya Song hye kyo ? ah lagi seru baca malah bersambung :p Oke di tunggu ya part ke 2 nya :) :D

Itu mang aa sep blesteran sunda korea y kang?

meskipun mengusir anaknya tapi ketua kang suka ngikutin gerak-gerik kang diar yaa.? :)
oh ya sepertinya saya kenal yg namanya Aa seep itu Kang, kakaknya mang ade, tetangga saya waku di seoul kang :D


Keren juga nih lama gx kunjung sekarangmah tulisannya bersambung,heuheu

Ahi hi hi saya tidak tau menau yang kang, dan saya hanya manggut manggut saja deh.


EmoticonEmoticon