Sunday, May 15, 2016

Lebih Berbisa dari Ular yang Berbisa Bagai di Telenovela Meksiko

Lebih Berbisa dari Ular yang Berbisa Bagai di Telenovela Meksiko
Nggak bosen kan dong sekiranya saya entar bercerita yang dipadupadankan dengan lagu dangdut. Ini sekarang saya sedang mendengarkan lagu dangdut judulnya Racun dan Bisa yang nyanyi Leo Waldy. Demikian syahdu terdengar lo ya. Musiknya bisa bikin jogednya sambil merem melek nih ya. Ketika mendengarkan liriknya entah kenapa saya tiba-tiba jadi teringat akan Soraya Montenegro. Itu lo, Soraya Montenegro yang jahat di telenovela Maria Cinta yang Hilang, cewek cantik yang bagai gila harta gitu ya. Maka dari itu saya kepikiran untuk bikin konten ini: Lebih Berbisa dari Ular yang Berbisa Bagai di Telenovela Meksiko.

Di sebuah desa di Meksiko, ada anak muda yang jago main bola, namanya sebut saja ini: Hector Diar. Saat ada kompetisi antar desa Hector Diar suka menjelma jadi idola warga desanya. Kalau misalkan di AS Roma, maka Hector Diar ibaratnya Francesco Totti, Pangeran Roma. Karena kesebelasan desanya Hector Diar namanya Jurig FC, tapi anehnya warga desa nggak menyebut doi sebagai Pangeran Jurig melainkan sebutannya ini: Pangeran Berdebu. Demikian mengacu pada lapangan bola milik desa, yaitu Santiago Berdebu.

Nah, berkat kepopuleran tersebut, sebagai cowok, tentunya Hector Diar banyak digilai oleh cewek-cewek bahkan oleh cewek dari desa tetangga. Banyak cewek yang kepingin jadi pacarnya Hector Diar. Hingga di suatu hari, Hector Diar menemukan cewek yang bikin hatinya tergoyahkan duluan.

Saat itu. Hector Diar mau membeli mie bakso. Penjual baksonya penjual bakso keliling. Penjual bakso itu teng teng teng di dekat warung di depan rumahnya Hector Diar. Ketika mendengar bunyi teng teng teng di kejauhan, perut Hector Diar kerubuk-kerubuk, ia rogoh saku celana, terdapat uang yang pas banget untuk semangkok mie bakso. Jadinya, Hector Diar pun melangkah gontai menuju Abang Tukang Bakso untuk membeli bakso.

Nah, di tempat penjual bakso keliling itulah kemudian Hector Diar ketemu sama sebut saja namanya Soraya Montenegro. Tentulah, sebagai ikon lapang milik desa Santiago Berdebu, sebagai seorang Pangeran Berdebu, Hector Diar dikenali oleh Soraya Montenegro.

"Mau beli bakso juga?" Tanya Soraya pada Hector, ramah.

Hector Diar mengangguk.

Dari lirik matanya, kelihatannya Soraya Montenegro naksir sama Hector Diar. Saat pesenan Soraya Montenegro selesei dibuat, sambil menyerahkan uang pada Abang Tukang Bakso, doi ngomong gini. "Sekalian sama yang punya Hector ya Mang."

Hector Diar mendadak terkejut, tidak ia duga bakalan ditraktir sama Soraya Montenegro saat beli bakso. Sebelum pamit, tidak lupa Soraya Montenegro tersenyum yang agak-agak menggoda gitu deh, bikin jantung Hector Diar deug deugan nggak biasanya.

Dari situlah kemudian Hector Diar kepikiran akan Soraya Montenegro. "Kalo gue perhatiin.. Soraya boleh juga tuh ya," seru Hector Diar pada langit kamar.

Mudah saja bagi Hector Diar untuk bikin takluk Soraya Montenegro agar bisa menerima cintanya, soalnya sebelumnya Soraya pun emang udah naksir sama Hector. Sehingga mereka pun akhirnya pacaran, dan Soraya bangga banget punya pacar Hector, soalnya sudah bikin ngiri cewek-cewek yang lain, paling tidak cewek-cewek di desanya dan juga cewek-cewek di desa tetangga.

Sudah setahun pacaran, akhirnya Hector Diar merasa yakin kalau Soraya Montenegro adalah jodohnya, ditunjang lagi saat ini ia sudah mendapatkan kerjaan sebagai supir angkot di Mexico City. Ia pun kemudian putuskan untuk coba ajak Soraya untuk menikah.

"Sayang, maukah kamu menikah denganku?"

Soraya Montenegro mengangguk.

"Tapi aku kan cuman supir angkot."

"Aku nggak mandang seseorang dari harta."

Alhasil. Pernikahan Hector Diar dan Soraya Montenegro sukses digelar dengan nanggap organ, modal kawin hasil pinjam dari kerabat-kerabat dekat terus dikumpulin tapi ada juga kerabat-kerabat dekat yang rela nyumbang. Mulanya, memang, sempat kedua orang tua Soraya nggak setuju punya mantu seorang supir angkot, mereka inginnya yang sudah diangkat jadi PNS, soalnya mereka semuanya keluarga PNS, tapi Soraya atas nama cinta sukses bikin kedua orang tuanya nyerah untuk merelakan anaknya nikah sama Hector Diar yang cuman jadi supir angkot di Mexico City.

Setahun usia pernikahan mereka. Kelihatannya Hector Diar dan Soraya Montenegro, hubungan pernikahan mereka adem ayem aja, yah ribut-ribut kecil konon kabarnya wajar dalam bidak rumah tangga, seperti ribut pulang telat, makan cuman bisa dua kali sehari, dan telat bayar uang kontrakan, dan lain-lain dan lain-lain. Situasi rumah tangga yang demikian tidak sampai bikin Hector Diar merasa menyesal menikah, malahan doi sempat ngasih nasehat sama temannya begini. "Buruan kawin.. Enak lo ya." Dan begitu juga dengan Soraya nggak menuntut yang berlebih pada Hector.

Tapi memasuki tahun ketiga usia pernikahan mereka. Kelihatannya masalah rumah tangga mereka didera masalah yang agak berat. Di mana, gara-garanya, saat Soraya Montenegro sedang kumpul-kumpul bersama tetangga-tetangga lainnya yang semuanya istri-istri gitu ya, seperti nama-namanya ini: Miranda, Esmeralda, Carolina, dan lain-lain dan lain-lain. Nah, dari situ, Soraya bagai iri gitu ya sama tetangga-tetangga lainnnya. Baru juga, setahun menikah, tapi Miranda sudah diberi kado sepeda motor sama suaminya. Baru juga, enam bulan menikah, tapi Esmeralda sudah dikasih mesin cuci sama suaminya. Baru juga, sebulan menikah, tapi Carolina sudah dibelikan baju tidur yang mahal sama suaminya. Dan lain-lain. Dan lain-lain. Pokoknya bikin Soraya nggak ikut-ikutan pamer, soalnya sejak menikah dengan Hector Diar nggak ada yang bisa dipamerin.

"Hari ini cuman dapet dua puluh ribu lagi hey Hector," seru Soraya Montenegro bernada tinggi.

"Iya, cuman dapet segitu sayang."

"Alah.. Udah jangan panggil-panggil sayang sama aku.. Aku nggak butuh kata sayang dari kamu," sambil terus nyelonong pergi ke kamar, terus tutup pintunya keras-keras.

Saat Hector sedang sakit sehingga nggak bisa pergi narik angkot, alih-alih memberi perhatian dengan penuh kasih sayang, eh Soraya malah ngomong gini. "Jadi cowok itu harus kerja keras.. Kalau letoy kayak gini.. Gimana bisa kaya, ha?"

Hector Diar merasa Soraya Montenegro kini bukan lagi Soraya Montenegro yang ia kenal dulu saat lagi pacaran dan saat di awal-awal pernikahan, Soraya Montenegro telah berubah jadi bagai orang yang gila harta. Bikin hati Hector Diar jadinya terluka, soalnya ia merasa Soraya Montenegro kini jadi nggak nerima dia apa adanya.

"Sayang.. Eduardo Sanchez besok akan menikah.. Nanti aku jemput kamu ya," kata Hector Diar pada Soraya Montenegro. Eduardo Sanchez adalah teman dekat Hector Diar, itu lo yang dikasih nasehat sama Hector begini: buruan kawin.. Enak lo ya!

"Pergi aja sendiri kamu Hey Hector.. Awas kalau ngasih amplop.. Uang narik angkot bawa ke rumah," seru Soraya Montenegro setengah mengancam.

Kata-kata itulah yang kemudian bikin Hector Diar jadi termenung terus sejak narik angkot sampai tiba di kondangan kawinan Eduardo Sanchez, Hector Diar datang ke kondangan kawinan Eduardo Sanchez sendirian tanpa ditemani Soraya Montenegro. Kepikiran tingkah istrinya yang kini jadi kejam kepadanya. Di tengah-tengah para tamu undangan lainnya yang sedang menikmati makan sate sambil dengerin orang nyanyi di atas panggung bersama rombongan Organ, Hector Diar malah termenung sendiri malahan bagai telihat kayak orang yang lupa makan sate. Jadi Hector Diar, saat sedang makan, sambil melamun gitu.

Tidak lama kemudian. Saat seseorang di atas panggung sudah beres nyanyi, yang tadi nyanyi itu kerabat dekat Eduardo Sanchez. Lalu Hector Diar beranjak dari kursi, dan lalu menyimpan makanan di atas kursi yang tadi ia duduki. Ia mau naik ke atas panggung. Tanpa ngomong dulu, ia langsung meraih mix yang sedang dipegang MC. Tentu tingkah Hector Diar bikin MC bingung.

"Tolong kasih tauk rombongan organ buat membawakan lagu Racun dan Bisa," kata Hector Diar tanpa menoleh ke MC, pandangannya lurus aja ke depan.

Tidak mau cari masalah, MC pun kemudian berbisik pada pemain suling. "Mainkan lagu dangdut Racun dan Bisa untuk orang itu."

Terus bagai estafet. Pemain suling bisikin pada pemain tam-tam. Pemain tam-tam bisikin pada pemain gitar. Dan seterusnya. Dan seterusnya. Hingga rombongan organ itu pun memainkan musik lagu dangdut Racun dan Bisa - Leo Waldy.

Musik sudah melantun. Terus saat suara tam-tam bagai menyantok-nyantok itu sinyal kalau bentar lagi harus siap untuk nyanyi.

"..Mengapa dirimu tak pernah merasa puas menerima segala pemberian dariku.. Hati ini terluka karena tingkah lakumu, kau meracuni jalan pikiranku.." Hector Diar sudah mulai bernyanyi lagu dangdut Racun dan Bisa.

Pemain keyboard, dengan nadanya bagai ngomporin perasaan Hector Diar gitu deh kedengarannya.

"..Dulu kau berjanji rela ikut bersamaku.. Cinta dalam hatimu tak memandang harta.. Tetapi saat ini jangankan engkau cinta sedikit perasaan pun tiada.."

Hector Diar bernyanyi begitu mengkhayati. Lihatlah pula, pemain tam-tam, menepuk-nepuknya sambil merem melek bagai orang yang sedang ngetik di komputer tanpa memandang keyboard.

Saat suara suling sedang melantun, pandangan Hector Diar mengarah ke atas seolah-olah sedang persiapan untuk menyanyikan lirik berikutnya, padahal ia sedang teringat akan istrinya yang kejam kepadanya.

"..Sungguh tiada kuduga mengapa hatimu kini lebih berbisa dari ular yang berbisa.. Ganasnya racun serangga dapat mengakhiri nyawa namun lebih ganas racun di dalam hatimu.. Kalau sudah tak cinta buat apa bertahan bawalah racun dan bisa di hatimu.."

Hector Diar bernyanyi sambil meneteskan air mata.

Sip ya. Itulah Lebih Berbisa dari Ular yang Berbisa Bagai di Telenovela Meksiko. Untuk mendalami konten ini kayaknya kamu perlu sambil dengerin lagu dangdut Racun dan Bisa - Leo Waldy deh hehe. Biar jadi syahdu aja gitu ya. Dan, itu amit-amit lo ya, kalau sampai entar digituin sama istri. Waduh, saya jadi ragu nih ya, apakah nama tokohnya Hector Diar apa jangan ya, soalnya rada-rada membawa nama saya tuh ya, tadinya sih, maksudnya biar lucu, eh tapi jadi lucu nggak sih ini hehe.

Saranghaeyo.. Gomawoyo.. :D

Insert foto: Soraya Montenegro dan Luis Fernando di Telenovela Maria Cinta yang Hilang.. :)

Comments
15 Comments

15 komentar

Daebakkk.panjang banget ceritanya. sampai dibawa tiduran, haha agar menghayati ceritanya kayaknya kudu nikah dulu deh Ahjussi Diar? jangan Oppa lah ya, kemudaan hahaha *emang umur berapa* ehhhh

Sepertinya ular king kobra juga kalah ya mas kalau dibandingkan dengan yang itu.

Kalau dengar ular rasanya gigu (Geli)!

Haha mas Diar bagaikan Francesko Totti di club AS ROMA ?
wihh berbisa banget tuh ya kang hatinya sangat berbisa dari segala jenis ular yang ada di dunia :) Lucu banget kang walaupun saya pegel bibir bacanya tapi seru :D

Wwkwkwkw mengalahkan segala ular berbisa ya wkwkkw :D

Orang mah judunya cintaku klepek2 sopir angkot cantik tapi galak

hahahhahaha cuma bisa ketawa :D

Oppa dong Dongsaeng Amri, yah masih seumuran sama Song Joong Ki atau Choi Siwon Suju, yah masih cocoklah mengharap ke depan pacaran sama Tiffany SNSD wkwkwkwkwkwkwkwkwkw :D pokoknya nggak ketuaan buat anak-anak SNSD, masih siap saingan sama anak-anak EXO hahahahahahahahahaha :D

Iya itu panjang banget ya, males kan ya bacanya juga, haha, bikinnya waktu libur tuh ya, hari minggu, ada banyak waktu tuh, sehingga bisa bikin yang panjang wkwkwkwkwkwkwkwkwkw :D

Hehehehehehehehe... :D

Iya deh, saya minta maaf kang, soalnya udah bikin bibir pegal, wkwkwkwkw,,, okey makasih kalo seru kang, itu harapan saya, saya terhibur yang baca juga terhibur.... hehehehehehehehehehe :D

Iyaaaaaa wkwkwkwkwkwkwkw :D

Hehehehehehehe :D

Hahahahahahaha

Judul yang itu juga nggak masalah dong sob ya hehehehehehehehehehehe :D

Alhamdulillah.... :D

Hehehehehehehe... :D

Aduh bahaya juga ya kang kalau kaya kang diar mah bisa ngalahin semua ular berbisa berarti ular jenis seperti punya saya juga kalau ya kang, ahi hi hi.


EmoticonEmoticon