Saturday, April 30, 2016

Aku Tak Peduli Kau Milik Siapa Oh Nurlela Bagai di Drama Turki

Aku Tak Peduli Kau Milik Siapa Oh Nurlela Bagai di Drama Turki
Kamu pernah naksir sama seseorang yang sudah punya pacar nggak? Nah, silahkan dijawab di dalam hati aja, atau umumin di masjid yang dekat dengan rumah kamu juga boleh, bebas pokoknya ya. Dan di postingan kali ini saya ingin bercerita mengenai seorang cowok yang jatuh cinta sama cewek yang sudah punya pacar. Ini cerita fiksi ya. Kebetulan saya sedang mendengarkan lagu dangdut yang judulnya Nurlela - Leo Waldy. Sehingga judul konten ini jadinya gini aja deh: Aku Tak Peduli Kau Milik Siapa Oh Nurlela Bagai di Drama Turki. Jadi ini terinspirasi dari lagu Nurlela - Leo Waldy yang sedang saya dengarkan ini.

Inilah tokoh-tokohnya: Diar Ergen, Dahlan Tordu. Dan pura-puranya yang jadi Nurlela adalah Nurgul Yesilcay. Sengaja yang jadi Nurlela adalah Nurgul Yesilcay, biar terbayang aja gitu ya sama yang baca, dan saya pun yang nulis jadinya happy membayangkannya hehe. Iya kan?

Pura-puranya di sebuah kota di Turki terdapat kampus yang mana yang menjadi mahasiswa dan mahasiswinya adalah ini: Diar Ergen anak tingkat 1, Dahlan Tordu anak tingkat 3, dan Nurlela anak tingkat 3. Dan mahasiswa lainnya. Dan mahasiswi lainnya.

Diar Ergen sudah terpukau sama kecantikan Nurlela pada saat pertama kali Ospek. Diar Ergen jadi peserta Ospek, dan Nurlela jadi panitia. Diar Ergen junior, dan Nurlela senior. Saat itu Diar Ergen langsung jantungnya dibikin berdebar-debar pada saat ketua panitia memperkenalkan Nurlela kepada para peserta. Nurlela kok belum muncul-muncul, sehingga bikin para peserta penasaran siapakah gerangan Nurlela itu, muncul-muncul Nurlela muncul dibalik dinding aula dengan rambut yang tertiup angin.

"Maaf semuanya ya.. Tadi abis dari belakang.." Seru Nurlela demikian lembutnya terdengar bagai suara cewek cantik ditelpon ngomong gini: Halo, ini sama siapa? Begitulah kira-kira. Tidak lupa Nurlela tersenyum ramah.

"Oh Nurlela.." batin Diar Ergen berkata sambil hokcay tuh ya.

Dari situlah kemudian Diar Ergen suka kebayang wajah Nurlela. Jadi bikin Diar Ergen jadinya susah tidur padahal sudah coba dengan peluk erat bantal guling. Sehingga bikin Diar Ergen jadinya telat datang di hari kedua Ospek.

"Sudah belagu ya.. Sudah berani datang telat.. Kenapa kamu datang terlambat?.." Tanya sang senior, yang tiada lain adalah Nurlela. "..Jawab yang jujur."

"Anu Teh.." Jawab Diar Ergen ragu-ragu, apa beneran harus jujur.

"Jawab yang betul!" Seru Nurlela setengah menghardik. Biasanya, gaya-gaya senior, suka kayak-kayak gitu kan ya.

"Karena inget terus.."

"Inget terus apa?"

"..Inget terus Teteh.."

"Apa?!"

"Aku bersumpah bukan dibibir saja.. Nurlela percayalah.. Nurlela sayang." (((ini salah satu lirik lagu Nurlela - Leo Waldy)))

"Apa kamu bilang?.. Gila kamu ya.. Kamu nggak sopan ya sama senior kamu," seru Nurlela sambil menjewer kuping Diar Ergen. Terus menyuruh push up Diar Ergen sebanyak 100 itungan. Dan Sit up 200 itungan.

"Ampun Teh, ampun Teh.. Tulung tulung!"

Itulah kejujuran yang membawa derita, salah satu contohnya kayak gitu tuh, paling tidak untuk perkara cinta, entah kalau masalah yang lainnya, apakah berlaku apakah enggak, i dont known beybeh.

Di kamarnya Diar Ergen termenung sendiri sambil sebelah tangannya pegang kuping yang habis dijewer sama Nurlela. Terus nyanyi lagu dangdut Nurlela: Aku tak peduli kau milik siapa, apakah kuberdosa bila mencintaimu.. Oh Nurlela. Iya, jadi ceritanya, sehabis tragedi kena hukuman kuping dijewer dan push up dan sit up. Di tengah hari bolong saat sedang istirahat dari acara Ospek, Diar Ergen melihat kemesraan di antara Nurlela dan Dahlan Tordu.

Iya, sebut saja nama cowoknya Nurlela adalah Dahlan Tordu. Dahlan Tordu juga sama, yaitu sebagai panitia atau senior gitu ya. Di hari pertama Ospek nggak masuk soalnya doi sakit susah buang air besar. Jadi saat doi mau mandi mau persiapan berangkat ke kampus, doi kepingin boker dulu, nah pada saat sedang boker tersebut doi susah payah tuh ya mengejan, sudah mengejan begitu dahsyatnya namun tetap saja itu e'e nggak mau keluar-keluar sehingga ia jadinya kesiangan masuk ke kampus, jadi ia memutuskan untuk mendingan jangan masuk kampus saja pada saat itu. Gitu ceritanya.

Tentulah kabar mengenai Nurlela yang ternyata sudah punya pacar itu bikin Diar Ergen jadinya meradang. Bukannya apa-apa, soalnya sejak pertama memandang Nurlela, hati Diar Ergen sudah berbunga-bunga. Diar Ergen melanjutkan nyanyi dangdutnya: Oh Nurlela.. Seandainya hari ini kudapatkan cintamu, tak ingin aku lepaskan sampai memutih rambutku.. Karena menyinta bukanlah dosa.

Saat di kampus. Saat acara Ospek sudah berakhir. Ketika Diar Ergen ada kelas. Diar Ergen bertemu nggak sengaja di dekat parkiran kampus dengan Nurlela.

"Hey kamu.." Sapa Nurlela. Nurlela sedang jalan sendirian tanpa Dahlan Tordu.

"Iya Teh.."

"Kalau canggung.. Nggak apa panggil Nurlela juga.. Nggak usah panggil Teteh."

"Oh boleh panggil Nurlela?"

Nurlela mengangguk. Terus ngomong gini. "Aku minta maaf ya.. Kuping kamu masih sakit nggak?"

Dari situlah kemudian Diar Ergen jadi semakin jatuh cinta sama Nurlela, soalnya selain cantik laksana bidadari, Nurlela pun baik hati laksana peri. Karena tauk kalau Nurlela sudah punya pacar sehingga bikin Diar Ergen mesti berhati-hati di dalam rangka mengekspresikan cinta, terpaksa Diar Ergen mesti melakukan ini: diam-diam aku suka kamu.

Saat Nurlela sedang butuh payung untuk pergi ke kantin kampus dari kelas, diam-diam Diar Ergen melemparkan payung ke dekat Nurlela sambil tidak lupa melipatkan seutas kertas bertuliskan ini: pake aja payungnya biar kamu nggak kehujanan. Sehabis sukses melemparkan payung, Diar Ergen ngumpet dibalik tembok. Saat menengok kembali Nurlela kayak orang yang sedang ngintip, tampak Nurlela berpayungan berdua sama Dahlan Tordu. "Waduh.. Kenapa Si Dahlan juga ikut-ikutan? Kirain gue tadi nggak ada Si Dahlan."

Hingga di suatu hari, Diar Ergen mendapatkan informasi dari internet bahwa ternyata bisa menghasilkan uang dari internet salah satunya dengan menjadi blogger. Dari informasi tersebut dijabarkan banyak blogger-blogger sukses yang terus bagai jadi kaya mendadak. Ia pun kemudian pelajari hal tersebut. Dan kemudian ia pun memutuskan untuk terjun di dunia blogger, jadi sambil kuliah doi sambil menekuni bidang blog yang ditujukan untuk ke depannya bisa menghasilkan dolar.

Ia bagai tauk bahwa di sini, mengenai kisah cinta, pernikahan masihlah sakral adanya. Pelabuhan terakhir orang yang sedang jatuh cinta adalah pernikahan. Dan ia tauk, kalau untuk menikah, budaya di sini, perlu modal juga, paling tidak buat entar nanggap organ. Nah, atas dasar pemikiran tersebut, ia punya rencana besar, rencananya, ia bakalan meyakinkan Nurlela suatu saat nanti dengan langsung mengajak nikah Nurlela, dengan begitu ia pun berharap bahwa kelak setelah lulus kuliah, semoga Dahlan Tordu masih nganggur sementara doi berharap tentunya entar bisa jadi blogger sukses walaupun setelah lulus kuliah nanti jadi pengangguran. Rada-rada jahat juga tuh ya Diar Ergen, tapi dari segi perjuangan cinta, ini masuknya kepada persaingan yang sehat. Sebab, endingnya, tentu masih Nurlela yang pegang, apa mau apa enggak nanti Nurlela diajak kawin sama Diar Ergen. Tapi Diar Ergen tetep optimis dengan rencananya, sebagai cowok, kudu optimis.

Aku berjanji dalam hati kecilku..
Aku bersumpah bukan dibibir saja..
Nurlela percayalah, Nurlela sayang..
Aku tak peduli kau milik siapa.. Apakah kuberdosa bila mencintaimu..

(((Nurlela - Leo Waldy)))

Empat tahun kemudian..

Setelah lulus kuliah, Nurlela dan Dahlan Tordu, statusnya mereka masih pacaran. Setelah lulus kuliah, Nurlela dan Dahlan Tordu tampak masih menganggur, mencari kerja kesana kemari ceritanya kok susah ya padahal sudah bergelar sarjana. Ceritanya, Nurlela dan Dahlan Tordu, sejak lulus kuliah, mereka sudah dua tahunan jadi pengangguran.

Sementara Diar Ergen, doi baru lulus kuliah, dan doi nggak berniat untuk cari kerja soalnya doi sudah sukses jadi blogger sukses. Yap, akhirnya apa yang diperjuangkan oleh Diar Ergen saat masih kuliah yaitu dengan berjuang menjadi blogger yang minesetnya untuk berburu dolar, terwujud dengan kerja keras. Berkat sudah menghasilkan uang dari blog yang dikelolanya, doi tabung, hingga akhirnya bisa kebeli mobil sedan.

"Tiidd.. Tiidd.." Ini ceritanya bunyi klakson mobil sedan Diar Ergen saat di halaman rumah Nurlela sedang ada bocah kecil sedang main kelereng.

Nurlela yang sedang duduk termenung di teras rumahnya agak heran dengan kedatangan mobil sedan itu. Saat Diar Ergen turun dari mobil sedan, barulah ia ingat kalau itu Diar Ergen, juniornya dulu di kampus. "Waahhh Diar Ergen tambah gagah aja ya sekarang, apalagi itu kepalanya udah agak-agak botak jadi terlihat mencrang, jadi kayak bintang Drama Turki Halit Ergenc," demikian batin Nurlela berkata terpukau akan kemunculan Diar Ergen.

Ceritanya kemudian di teras rumah Nurlela, tampak Diar Ergen dan Nurlela terus ngobrol-ngobrol. Mengenang kembali kisah-kisah di kampus dulu. Dan tidak lupa Diar Ergen kasih tauk Nurlela bahwa ia adalah orang yang ngasih payung secara sembunyi-sembunyi saat hujan turun membasahi kampus. Mendengarnya Nurlela lantas tersipu terus tersenyum. Dan ngobrol yang lain. Dan ngobrol yang lain.

Sepulang Diar Ergen, di rumahnya, Nurlela dikasih nasihat sama kedua orang tuanya:

"Hey Lela.. Kamu harus inget sama usia kamu tuh.. Buruan nikah.. Teman-teman kamu di kampung ini sudah pada menikah.. Kamu nggak mau kan jadi perawan tua?.. Nggak apa cewek nggak punya karir juga, kan yang nafkahin itu cowok, jadi cari cowok yang sudah punya penghasilan, Iya kan Pa?" Ini yang ngomong ibunya Nurlela.

"Iya Bu.. Dan Lela.. Kamu harus memilih cowok yang konsep hidupnya itu jelas.. Intinya jangan pilih cowok yang masih pengangguran, mau makan apa kamu entar?" Jawab Bapaknya Nurlela yang kebetulan jadi Kades di desa itu.

"Biarin pengangguran juga Pa, asalkan udah bisa nyari duit sendiri, contohnya itu tuh Diar Ergen."

"Oh iya bener Bu.. Kayak gitu," anulir Bapaknya Nurlela.

Di lain hari, Diar Ergen mendatangi Dahlan Tordu secara gentleman, dan terus ngomong gini. "Hey Dahlan.. Gue dari dulu mencintai pacarmu Nurlela.. Dulu gue sabar untuk nggak memperjuangkan cinta gue.. Tapi tidak sekarang.. Gue akan berjuang untuk cinta gue.. Jika elo ingin pukul gue, silahkan.. Tapi gue akan melawan soalnya elo dulu pernah terlihat mengkhianati Nurlela, elo dulu pernah selingkuh. Iya kan?"

"Haha.." Dahlan Tordu ketawa. "..Jadi elo tau kalo dulu gue pernah selingkuhin Nurlela.. Tapi sekarang gue udah tobat.. Dan untuk membayar kesalahan gue dulu.. Gue persilahkan elo untuk bersaing sama gue secara sehat." Dahlan Tordu nggak tauk kalau status Diar Ergen saat ini adalah seorang blogger sukses yang tentunya bukan masalah apabila entar disuruh nanggap organ sama kedua orang tua Nurlela sebagai syarat untuk bisa nikahin Nurlela.

"Besok.. Gue akan melamar Nurlela.."

Dahlan Tordu nggak menyangka kalau Diar Ergen bakalan melakukan manuver langsung melamar Nurlela. Sehingga, dengan pikiran yang tergesa-gesa, ia pun kepikiran untuk segera melamar Nurlela walaupun masih menganggur. Dahlan Tordu mengandalkan kekuatan cinta, Dahlan Tordu cuman mengandalkan cinta, Dahlan Tordu cuman bermodalkan status sebagai pacar sah Nurlela.

"Kalau Lela.. Terserah kedua orang tua Lela aja.. Lela mesti Jujur, bila pilihannya antara kamu dan Diar Ergen, maka Lela percaya sama keputusan kedua orang tua Lela untuk masa depan Lela," kata Nurlela pada Dahlan Tordu.

"Di antara kalian berdua.. Siapa yang bisa nyewa organ di kawinan entar dengan uang sendiri.. Itulah ia yang bisa nikah sama Nurlela," kata ayahnya Nurlela pada Diar Ergen dan Dahlan Tordu.

Alhasil, Diar Ergen dong ya yang sudah jadi blogger sukses yang berhasil memenangkan sayembara. Diar Ergen keluar sebagai pemenang diakhir laga kisah cinta ini. Saat digelar acara kawinan Diar Ergen dan Nurlela, para tamu undangan dihibur dengan organ.

"Ini pengantinnya kemana ya Kang Dadang?" Tanya artis organ pada MC.

"Iya kemana nih pengantinnya.. Betah-betah di dalam kayaknya.."

"Ayo pengantinnya keluar dulu.. Nyanyi dulu.. Joged dulu.." rayu artis organ.

Sip ya. Itulah Aku Tak Peduli Kau Milik Siapa Oh Nurlela Bagai di Drama Turki. Saya udah baca nih ya sekali, dan kayaknya kok nggak menarik ya, ah tapi saya nggak punya waktu lagi nih ya, soalnya saya udah nggak sabar kepingin posting di my blog ini hehe.

Terima kasih udah mau nyimak dan semoga sukses selalu! :)

Insert foto: artis Drama Turki, Nurgul Yesilcay.. :)

Comments
12 Comments

12 komentar

bagaikan saya yang pernah naksir sama cewe yang sudah punya pacar dan berhasil sampai skrng dia jadi pacar saya :D

Bisa gitu, ya. Mungkin ini pepetah "Sebelum janur kuning melengkung." Beneran berlaku. :D

GUe sendiri gak nyangka si Diar bakalan Nikah sama Nurlela. Gue kira ini malahan si Diar dibuat ending nyesek gitu. Dugaan gue ternyata salah..

Manteplah.. Tapi, gue pernah juga, sih. Tapi, dianya nikah sama yg pacar beneran. :D "Ngenes ya hidup gue?" -_-

hmm, dasar paul pogba. kayaknya hobi nonton drama turki nih?
kasihan ya nurlela, konfliknya relevan tuh sama jaman sekarang. disuruh buruan nikah sama orang tua :")

Lebay hehe, semoga perjuangannya bisa menghasilkan sesuatu yang indah dan manis mas. :)

Mantep tuh kanggg hehe... :)

Siiiipppppp.... :)

Yang nulisnya pro sama si Diar kayaknya mas Heru... hehehehehe :)

Nah, kisah Mas Heru adalah kebanyakan, sehingga mas Heru banyak balad atau banyak teman yang punya nasib yang sama kayak gitu wkwkwkwkwkw hehehehehehehe :)

Sekarang gue suka AS Roma jev... Forza Roma! I am no Paul Pagba, but i am yes Stephan El Shaarawy atau Alessandro Florenzi... hehehehehe... :)

Kalo cewek suka disuruh nikah emang udah lumrah... :)

Iya lebay wkwkwkwkw hehehehehe :)

sungguh berkorban demi mendapatkan cinta nya ;D memang kalo dah cinta begitu ya kang diar :D nur lela oh nur lela hiks hiks

Hmm perjuangan kang diar ini hampir sama dengan yang saya alami namun pengalaman saya bagaikan drama di tasikmalaya, ahi hi hi.

justru yang lebay itu lagi populer :D

Kalo di cina, perawan tua itu di sebut wanita sisa hehehe


EmoticonEmoticon