Tuesday, March 8, 2016

Tips Berangkat ke Pengajian Ibu-ibu Bagaikan di Drama Turki

Tips Berangkat ke Pengajian Ibu-ibu
Tips Berangkat ke Pengajian Ibu-ibu Bagaikan di Drama Turki - Karena kamar saya dekat dengan masjid, malahan itu corong speaker masjid tepat mengarah ke kamar saya, sehingga saya bagai tidak asing dengan pengajian ibu-ibu walaupun saya bukan ibu-ibu, saya bagai terpaksa jadi sering mendengarkan pengajian ibu-ibu karena sang ustadz ngomongnya pakai mix bagaikan mau pidato di acara panggung gembira tujuh belasan, jadinya kayak acara Tabligh Akbar gitu deh ya, mungkin sampai kedengeran ke desa tetangga.

"Daramang ibu-ibu sadayana?.." (Sehat semuanya ibu-ibu?)

"Jamaaahhhhhhh hey jamaaaahhhh.. hehe."

Dulu, serius lo ya, waktu saya masih menganggur, setiap selasa dan kamis abis adzan ashar saya suka mendengarkan pengajian ibu-ibu di kamar saya lo ya. Bukannya apa-apa, maklum masih nganggur, sehingga saya jadi ada di rumah jam segituan.

Nah, karena itulah saya jadi kepikiran untuk ngarang sebuah cerita yang bagaikan di Drama Turki di my blog ini yang ada hubungannya dengan pengajian ibu-ibu. Karena materi kita kali ini adalah masuknya bab religius sehingga mendingan saya dengerin dulu lagu yang religius dulu deh ya. Sudah dapet nih ya lagunya. Judulnya Laskar Cinta - Dewa 19. Okey. Semoga saya mendapatkan jalan yang terang.

Di sebuah desa di Istanbul terdapat sepasang suami istri yang langgeng. Nama suami sebut saja Diar Aziz, dan nama istri sebut saja Hulya Ahmed. Pasangan suami istri ini sudah dikaruniai tiga anak, sebut saja nama anak-anaknya ini: Mesut Ozil Aziz, Hakan Calhanoglu Aziz, dan Emre Can Aziz. Kalau Mas Ahmad Dhani punya Al El Dul, maka Diar Aziz punya Zil Cal Can. 

Nah, Hulya Ahmed merupakan salah satu jamaah pengajian ibu-ibu di sebuah masjid di desa di Istanbul itu. Di sebuah masjid di dekat rumah keluarga sakinah mawadah warohmah itu suka diadakan acara pengajian ibu-ibu tiap selasa dan kamis ba'da ashar.

"Solatulloh salamulloh.." Nah, sudah terdengar tuh ya suara salah satu ibu-ibu nadom di speaker masjid, itu tandanya pengajian sebentar lagi mau dimulai.

Sementara di rumah keluarga Diar Aziz, Hulya Ahmed baru beres mandi masih pake handuk. Sehingga Hulya Ahmed grusa grusu bagai dikejar-kejar waktu.

"Bapak ustadz sudah ada ibu-ibu buruan segera ke masjid.. Ditunggu!" Terdengar di speaker masjid, yang ngomong itu tadi yang nadom.

Hulya Ahmed tampak sedang berdandan sudah pake busana muslimah. Kalau dilihat dari caranya berias, maka itu adalah cara berias yang bagaikan dikejar-kejar waktu soalnya suara pengumuman Pak Ustadz udah hadir kedengeran olehnya.

"Papa Diar.. Mama berangkat ngaji dulu.. Assalamulaikum."

"Waalaikumsalam.. hati-hati di jalan Mama Hulya.." Entah mendengar entah tidak, soalnya Hulya Ahmed berjalan terburu-buru soalnya acara pengajian udah dimulai, terdengar suara Pak Ustadz di speaker masjid.

Papa Diar ini kerjaannya di rumah, di Turki ia merupakan seorang blogger yang terbilang sukses tapi tidak terendus oleh media-media, jadi di Turki tidak banyak yang tau kalau Diar Aziz sukses menghasilkan uang dari blog yang dikelolanya kecuali warga sekitar karena doi kalau ada Idul Kurban misalkan ya suka bikin itu sapi atau domba yang mau dijadikan hewan kurban dibikinkan semacam baju kayak kuda dalam kuda renggong, kalau dalam kuda renggong tulisannya itu misalkan: Kuda Renggong Rombongan Bapak Haji Dahlan Taplak. Nah, kalau pada hewan kurbannya adalah nama situs atau blog miliknya hehe. Saat Hulya Ahmed pergi mengaji, Diar Aziz sedang ngeblog sedang nulis konten gitu deh.

Pulang pengajian Hulya Ahmed tampak bersedih, dan itu kelihatan oleh Diar Aziz. "Kenapa Sayang?"

"Aku tadi lupa bawa uang Pa, sehingga aku tadi nggak masukin uang ke kencleng masjid."

"MasyaAllah.."

Perkara masukin uang ke dalam kencleng masjid kelihatannya bukan perkara main-main bagi keluarga Diar Aziz, sehingga wajar apabila pasangan tersebut demikian terlihat nestapa. Selanjutnya, sebagai suami, Diar Aziz mencoba menenangkan Hulya Ahmed, nah setelah dibikin tenang, Diar Aziz pun kemudian memberikan sebuah tips pada Hulya Ahmed untuk ke depannya supaya kejadian tadi nggak terulang lagi. Inilah Tips Berangkat ke Pengajian Ibu-ibu Bagaikan di Drama Turki:

1. Usahakan sejam sebelum pengajian dimulai, di rumah Mama udah siap-siap berangkat ngaji

Mama Hulya yang cantiknya kayak bintang sinetron Indonesia Devi Permatasari. Dengerin Papa Diar mau ngomong nih. Kalau Mama entar mau berangkat ke pengajian ibu-ibu, usahakan mama udah siap-siap sejam sebelum acara pengajian itu dimulai. Jadi nanti Mama nggak akan terburu-buru.

"Iya, Pa."

2. Jangan bersolek dulu yang berlebihan sebelum menunaikan sholat ashar

Papa nggak tau nih ya mengenai cara berdandan ibu-ibu kalau mau berangkat ke pengajian. Namun begitu intinya janganlah Mama kayak yang mau berangkat ke kondangan kawinan. "Mama mau dengerin dulu cerita Papa mengenai ibu-ibu yang mau berangkat ke kondangan kawinan enggak?"

"Boleh, Pa.. Gimana, gimana?"

Alkisah ada seorang wanita yang mau pergi ke kondangan, ia rencananya mau pergi ke kondangan setelah sholat dzuhur, namun karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan maka ia pun sudah mulai bersiap sebelum adzan dzuhur. Wanita itu pun sudah berdandan sebelum adzan dzuhur. Sebelum adzan dzuhur wanita itu sebenarnya sudah siap untuk berangkat ke kondangan, sudah berias make up. Tapi belum berangkat ke kondangan soalnya ia belum sholat dzuhur, tanggung nanti kalau sampai terlewatkan.

Adzan dzuhur pun tiba. Nah, kemudian wanita itu pun ambil air wudhu, karena kalau mau sholat mesti wudhu dulu. Kumur-kumur. Membasuh muka. Membasuh tangan. Dan sebagainya. Dan sebagainya. Nah, sehingga bikin riasan menjadi memudar. Habis sholat dzuhur, ia pun dandan lagi tuh ya untuk pergi ke kondangan. "Ini Mama ketangkep maksudnya?"

"Iya Pa.. Ketangkep," jawab Hulya Ahmed sambil senyum-senyum.

3. Nah, kalau udah ada persiapan paling tidak sejam-an, maka berangkat mengaji pun nggak akan terburu-buru

Nggak akan lupa bawa uang buat kencleng misalkan. Dan lain-lain. Dan lain-lain.

Nah, itulah Tips Berangkat ke Pengajian Ibu-ibu Bagaikan di Drama Turki. Semoga bermanfaat dan mohon maaf apabila ada kekurangan, kesempurnaan hanyalah milik Allah. Iya kan?

Terima kasih udah mau nyimak dan semoga sukses selalu! :)

Insert foto: bintang sinetron Indonesia saat main di Sinetron Indonesia.. :)

Comments
8 Comments

8 komentar

mas Diar ini kerjaannya di rumah, di Turki ia merupakan seorang blogger yang terbilang sukses tapi tidak terendus oleh media-media...ntar saya bilangin ke awak media mas biar di okspost ke media publik dan bisa terkenal

Ibu-ibu aja sampe kaya drama turki yah.. hehehe

Papah Diar memang paling tau bagaimana caranya memanfaatkan waktu, ya tuh saya juga sering lihat kasus seprti ke kondangan udah dandan tanggung eh malah shalatnya ketinggalan, lebar katanya make up :D
jadi kang ahmed mah kalau kurban suka di cantumkan situs blog nya gitu ? hadeuh memang kalau blogger turki mah bisaan ngambil kesempatannya :)

Hahaha...nih ibu2 perlu baca nih. Scra sya sring liat ibu2 sering solek bgtu awowow padahal kan mau berangkat pengajian. Trus sholat asharnya gmn...hahaha...

Hahahaha, sumuhun lebar make up Kang Awan,,, hahahahaha... Iya itu ambil kesempatan tuh ya... :)

Hehehehehe Iya kayak gitu mas... hehehehe :)


EmoticonEmoticon