Sunday, January 10, 2016

Saat Hujan Turun Mendengarkan Bae Suzy Bernyanyi yang Terjadi Adalah..

Sumber gambar: www.youtube.com
Adalah aku yang dicintainya. Adalah aku yang tidak ingat betapa pertemuan aku dengannya dahulu merupakan sesuatu yang berarti di hatinya. Aku lupa lagi kalau dahulu saat aku mahasiswa tingkat akhir, aku pernah menyelamatkan anak SMP kelas satu. Ya, sepuluh tahun usia kami berbeda. Dahulu aku pernah menyelamatkannya dari gangguan beberapa siswa SMP yang malak doi.

"Hey bocah tengik.. Masih kecil udah malak hey," dan beberapa siswa SMP itu pun mabur tuh ya. Tentu dong mereka takut sama aku, soalnya aku kan udah gede sementara mereka masih kecil.

Terus aku menoleh ke arah cewek SMP yang tadi mau kena palak. "Kamu tidak apa-apa?"

Ia mengangguk.

Dan aku pun kemudian mau berlalu darinya. Saat aku sudah balik badan, ia ngomong gini. "Nama kakak siapa?" Sehingga langkah kaki aku pun jadinya terhenti, terus aku balik badan lagi, jadinya aku dan dia saling berhadapan.

"Namaku Suzy, Bae Suzy.. Nama kakak siapa?"

"Diar.. Kang Diar."

"Terima kasih kakak, sungguh terima kasih."

Aku mengangguk kalem. Kemudian aku pun balik badan lagi seolah-olah aku nggak mau riya gitu deh karena sudah menolong. Tapi saat aku sukses balik badan ternyata tadi di belakangku ada kucing sehingga aku jadi terkejut terus loncat jadinya spontan aku ngacir sampai-sampai nyaris memeluk cewek SMP itu. Aku hanya sampai memegang kedua lengannya, setelah itu aku dan dia terkejut terus saling pandang. Tidak lama kemudian aku ngomong gini. "Tolong aku.. Aku takut sama kucing."

"Oh.. Takut sama kucing?" Suzy heran.

"Iya."

Kemudian Bae Suzy SMP mengenyahkan kucing kampung itu. "Hus.. Hus.. Hus.." Bikin aku yang sudah mahasiswa jadinya lega.

Ah, dasar kucing sialan tuh ya sehingga bikin aku yang tadinya kalem jadinya tidak kalem. Tapi kayaknya itu bikin Bae Suzy SMP jadi tersenyum geli deh ya, tapi tetap saja dong ya aku yang sudah mahasiswa jadi luntur wibawanya. Sehingga akupun langsung pamit undur diri. Belakangan aku tahu, kalau ia terus memandangi kepergianku sampai aku menghilang bagai ditelan sebuah gang.

Sepuluh tahun kemudian. Bae Suzy sekarang udah gede ya, udah jadi mahasiswi, udah jadi mahasiswi populer di kampus. Sementara aku ceritanya udah diangkat jadi dosen tetap di kampusnya Bae Suzy itu. Walau aku dosen tapi jangan bayangin kalau aku ini udah tua, aku adalah profesor muda gitu deh ya walaupun rambut depannya udah agak-agak rontok tapi usiaku yah masih muda 31 tahun. Masih muda kan ya?

"Profesor Kang bisa aku bantu.." Kata Mahasiswi Bae sambil mengambil beberapa berkas di tanganku. "..Nah, sekarang beban profesor jadi ringan kan ya?"

Aku heran.

"Jangan bengong Profesor Kang, entar cepet tua.. Ayo jalan."

"Tapi Mahasiswi Bae.."

"Udah ayo jalan Profesor, ini nggak merepotkan kok."

Aku tidak tahu kenapa Mahasiswi Bae baik padaku. Apa mungkin ia ingin nilai A dariku? Ah, kebangetan kalau Mahasiswa Bae melakukannya demi nilai. Ah, tapi mana mungkin Mahasiswi Bae yang cantik dan baik dan murah senyum itu melakukannya demi nilai. Ah, laku lampah Mahasiswi Bae bikin aku yang masih bujangan (walau sudah jadi profesor muda) menjadi ge-er. Bagaimanapun juga perhatian Mahasiswi Bae padaku layaknya perhatian seorang perempuan pada laki-laki. Tapi aku masih nggak percaya kalau itu mungkinkah sarangheo?

Hingga di suatu hari terjawablah apa yang sebenarnya. Ketika aku mau ngajar tiba-tiba aku dicegat oleh beberapa mahasiswa berandalan.

"Hey bandot tua.. Bila kamu ingin selamat ngajar di kampus ini maka kamu harus jauh-jauh dari Mahasiswi Bae.. Mengerti?"

"Ada apa ini, ha?.." Tiba-tiba Mahasiswi Bae ada, dan merapatkan diri padaku, bagai ingin membelaku. "..Kalian bukannya hormat sama dosen, ini malah nggak sopan."

"Hey Suzy.. Ini urusan laki-laki. Cepat minggir!"

"Kalau berani maju lawan aku," kata Suzy.

"Ah, mending cabut aja anak-anak ayo," berandalan Mahasiswa pun berlalu.

"Profesor Kang, kamu nggak apa-apa?" Tanya Bae Suzy penuh perhatian sepeninggalan para mahasiswa berandal itu.

"Sebentar.. Nama kamu Suzy?"

Ia mengangguk. Terus ngomong. "Bae Suzy."

"Sebentar.. Kamu?.."

"Itu ada kucing Profesor!" Teriak Bae Suzy menggodaku, padahal nggak ada kucing.

"Mana kucingnya?..  Mana kucingnya mana?.." Aku ketakutan loncat-loncat saking terkejutnya sampai-sampai aku pun jadi menggabruk Bae Suzy tanpa kontrol sehingga kami jadi terjatuh, Bae Suzy ada di bawahku, dalam posisi itu kami saling beradu pandang. kami bertatapan cukup lama dalam posisi itu. Dan itu bikin kami jadi kikuk sama-sama.

"Maafkan aku Bae Suzy.." kataku saat aku dan dia sudah pada bangun dari terjatuh.

Bae Suzy mengangguk. "Nggak apa-apa Kang Diar.. Aku juga salah tadi nakutin kamu."

"Maafkan aku karena baru mengingatmu."

Pandangan mata Bae Suzy lantas menjadi tambah lembut dalam pandanganku  karena terkenang akan kisah sepuluh tahun yang lalu. "Maafkan aku baru mengingatmu Bae Suzy."

"Kang Diar Sarangheo.."

Hore berpelukan deh seterusnya. Boleh kan dong.

Terima kasih udah mau nyimak dan semoga sukses selalu.. :)

(((Mendengarkan lagu OST Gu Family Book judulnya Don't Forget Me yang nyanyi Bae Suzy, di komputer sementara di luar hujan turun nggak ada petir)))

Insert foto: Suzy Miss A.. :)

Comments
10 Comments

10 komentar

komen ah
kapan lagi komen di blog profesor
ya g prof?

Terlalu tinggi ini khayalan'a
sampe Suzy bilang cinta segala -_-

coba dengerin juga mas, lagu Suzy yang judul'a Gyeoura Winter Child

kang diar sarangheo ternyata sudah jadi profesor ya :)
oke terimakasih nih ceritanya seru juga aku mau pergi dulu ditelan gang ya..

Ternyata mas Diar segitu ngefansnya yaaa, luar biasa hahaha

Hahaa bacanya sambil kubayangin szinya ni

@Chisana: Haha, okey kohai makasih infonya, entar saya download lagu suzy yang itu,,, siiiiippppp :)

@Kang Hendri: hehehe,,, okey sama2, hehe,, haha ditelan gang hahahahahahahaha :)

@Icha Pista: ternyata ia saya ngefans buanget sama bae suzy ya icha,,, hehehehehehehehe :)

@Gusyanita: hehehehehe, kira-kira suzy bakal seneng nggak ya Mbak? :)


EmoticonEmoticon