Wednesday, August 19, 2015

Piala Agustusan: Persis Tandukan Zidane

Sumber gambar: beinsports.tv
Saya berhasil membayar kegagalan saya cetak gol dari tendangan penalti di babak pertama dengan kesuksesan saya cetak gol dari tendangan bebas di babak kedua. Dengan gol yang saya cetak dari tendangan bebas itu, membuat Jurig FC berhasil lolos ke babak final Piala Agustusan. Ya, Jurig FC berhasil menang lawan Bejuang FC di babak semifinal dengan skor tipis: satu kosong.

Kami Jurig FC di partai Final akan bertarung melawan kesebelasan Mukti DT FC. Mukti DT FC merupakan kesebelasan bentukkan dari desa tetangga, di mana tim Mukti DT FC ini merupakan tim dream team milik desa tetangga, memang di dalam statuta panitia Piala Agustusan diperbolehkan bagi tiap-tiap kesebelasan untuk merekrut pemain dari RW lain asal masih satu desa. Kami pun Jurig FC merekrut pemain yang bukan warga RW 05 satu orang namanya sebut saja Rohmana, Rohmana warga RW 06.

Rohmana direkrut oleh coach Mahmud dan Pak RW tadinya untuk menambal posisi yang ditinggalkan oleh Junaedi. Seperti saya, Junaedi pun termasuk mega bintang milik Jurig FC. Kalau posisi saya second striker persis Del Piero di Juventus era Marcelo Lippi, maka posisi Junaedi persis Zidane. Junaedi merupakan trequartista milik Jurig FC.

Pak RW sudah mendatangi rumahnya Junaedi, namun kata ibunya Junaedi, Junaedi masih bekerja di Kalimantan, lebaran depan insyaAllah pulang. Alhasil, Jurig FC main di Piala Agustusan tanpa Junaedi, sehingga demikian cukup bikin pusing coach Mahmud sebab pengganti Junaedi yaitu Rohmana tampil kurang meyakinkan di latihan, sehingga alih-alih memainkan Rohmana, coach Mahmud lebih memilih untuk mengganti pola permainan, dari 4-3-1-2 menjadi 4-4-2, jadinya Rohmana sejak babak penyisihan jadi duduk dibangku cadangan terus. Apa boleh buat memang chemistry di antara Rohmana, saya, dan Permana, belum terjalin secara harmonis. Kalau dulu, di antara Junaedi, saya, dan Permana, saking mautnya kerap dijuluki Becak Dari Neraka. Junaedi sebagai roda belakang, dan saya roda depan sebelah kiri, sementara Permana roda depan sebelah kanan. Kesimpulannya, sejak direkrut dari RW 06, Rohmana belum bisa menggantikan peran yang ditempati Junaedi di Jurig FC dalam formasi favorite coach Mahmud 4-3-1-2.

Nah, mendingan ulasan kali ini kita fokus dulu aja pada Rohmana ya. Sebab ada hal yang penting untuk dilaporkan yang berkenaan dengan Rohmana dalam ajang Piala Agustusan ini. Rohmana bukan nama sebenarnya, dan ia biasa dipanggil Rohman gak pake a.

Soal nama di bidang kepelatihan, maka coach Mahmud merupakan juru taktik yang begitu terkenal di desa kami dan sekitarnya, sehingga ketika Jurig FC di babak pertama terus dibombardir oleh Mukti DT FC, otak kepelatihan coach Mahmud jadinya berputar-putar agar situasi di babak kedua tidak terulang soalnya berbahaya jika terus dibombardir bisa-bisa kami Jurig FC kebobolan. Di babak pertama, yang jadi heronya adalah tiang gawang dan juga kiper kami Agus Dida.

"Kayaknya harus ganti taktik ya coach?" Pak RW mencoba kasih masukan pada coach Mahmud.

"Iya kayaknya Pak RW," jawab coach Mahmud dingin.

Terus coach Mahmud menyuruh kami berkumpul. "Okey anak-anak, masih ingat pola kita dulu waktu masih ada Junaedi, formasi 4-3-1-2.. Nah, di babak kedua kita pake cara itu.. Saya gak bisa membiarkan kita diserang terus..Gimana kalian siap?"

"Siap coach!" Jawab kami para pemain Jurig FC setengah berteriak.

"Okey Rohman.. Kamu siap-siap pemanasan," tunjuk coach Mahmud pada Rohmana.

Berkat pergantian formasi yang dilakukan oleh coach Mahmud, sehingga Rohmana yang sejak awal mula kompetisi kerap duduk di bangku cadangan, kini ia berkesempatan untuk unjuk kemampuan. Rohmana menggantikan posisi Rodiyana, Rodiyana tadinya pemain sayap kiri, sementara posisi Ruhiat yang tadinya sayap kanan jadi digeser agak ke tengah jadi gelandang tengah.

Dan inilah maksud saya kenapa saya mau fokus dulu sama Rohmana, sebab baru juga main belum sepuluh menit, Rohmana sudah duluan meninggalkan lapangan soalnya ia kena kartu merah wasit.

Rohmana yang selalu ditempel ketat oleh bek lawan, namanya sebut saja Oyan. Sekedar informasi bahwa Oyan sebelum menikah dengan istrinya, tadinya Oyan satu RW dengan Rohmana, warga RW 06 bukan desa tetangga. Nah, karena istri Oyan warga desa tetangga, sehingga kini Oyan tercatat sebagai warga desa tetangga. Dulu sebelum Oyan nikah, Oyan dan Rohmana adalah teman lengket, ibaratnya Maman dan Dudung dalam lagu The Changcutter, sehingga Oyan tahu betul di mana kelemahan Rohmana.

"Udah bertelor lu ya.." Seru Oyan saat menempel ketat Rohmana ketika sedang tendangan penjuru bagi Jurig FC. Oyan kayaknya menyinggung Rohmana yang kerap duduk di bangku cadangan sepanjang turnamen sejak babak penyisihan.

Rohmana diam saja fokus pada bola yang sebentar lagi mau saya tendang dari pojok. Wajar jika Rohmana demikian fokus, soalnya ini menyangkut karir dia ke depannya, jika main baik maka bisa jadi ia nanti bakalan dikontrak lagi oleh Jurig FC. Sehingga Rohmana demikian ingin cetak gol, dan saya lihat motivasi Rohmana itu dari sorot matanya, alhasil saya pun tendang bolanya ditujukan pada Rohmana.

Ah, namun sayang, Oyan dengan cekatan menempel ketat Rohmana, sehingga bola gagal disundul oleh Rohmana sebab bola kena sundulnya oleh Oyan. Bola pun meluncur menjauhi muka gawang Mukti DT FC.

"Kelamaan jadi cadangan sih.." Oyan terus menempel ketat Rohmana walaupun bola sudah menjauh dari mereka. "..Gimana lu bisa kawin kalo jadi cadangan terus?.."

Rohmana hanya melirik sinis Oyan, Rohmana diam saja bagai acuh.

"..Dari dulu kok elo jomblo terus ya Roh.." Oyan terus memprovokasi Rohmana.

Rohmana masih diam saja.

"..Contoh gue dong bentar lagi gue sama Wati mau punya anak.."

Nah, entah mengapa, saat Oyan ngomongin istrinya yaitu Wati yang bentar lagi mau punya anak, mendadak Rohmana kesulitan membendung emosinya, alhasil Rohmana pun menanduk dada Oyan persis tandukan Zidane pada Materazzi di final Piala Dunia 2006.

Selentingan saya dengar, konon kabarnya, dulu Oyan dan Rohmana mencintai cewek yang sama namanya Wati, dan kayaknya yang sukses meminang Wati jadi istri adalah Oyan.


Ok Brosis. Peristiwa di atas hanya fiktif belaka, semoga gak ada yang tersinggung ya.. :)

Insert foto: Zidane waktu nanduk dada Materazzi di final Piala Dunia 2006.. :)

Comments
23 Comments

23 komentar

ini teh Sambungan Cerita yg kemarin tentang Sepak Bola Jurig FC tea ya Kang, asa resep uy ningali na. Wah kasian Oyan dan Rohmana ya Kang, gara-gara Parebut Neng Wati jadi pada Bertengkar Main Bolanya.. tapi coba yg jadi wasitnya Om Zidane mah dijamin langsung akur dai da.... :D

hahahaaa....dari bola ke cerita asmara...bisa aja lo bro mengolahnya. yang muantab itu gara-gara cerita istri oyan malah terjadi adu fisik di lapangan ya gan...ganti wasit gan sama pamela anderson, pasti gak bakalan main fokus, tapi fokusnya ke wasit. heeee

Hahahaha... gak salah baca nih gue, urusan sepakbola beradu dengan urusan asmara.

Fiktif ataupun nyata, yang penting ceritanya keren gan.
Sebenarnya yang berhasil meminang itu dikarenakan lebih berani

Sepakbola, meski cuma kompetisi Agustusan, harusnya berasaskan profesional. Soal personal ga boleh dibawa-bawa lah, jadinya tanduk-tandukan, untung nanduknya pake kepala bukan pake yg bawah.

heuheu, dengan ini saya menyatakan fix sefix-fix nya bahwa wati adalah racun dunia, dunia bola.heuheu

asa nonton boboboy aya becak dari neraka sagala,heu

#save Rohmana

kasian banget sih Rohman, baru juga maen

main bolanya rame apalagi suka cewe yang samanya jadi tandukan. waduh pokonya seru deh. hehehe

ini cerita percintaan vs sepakbola jadi campur2 ya :)

Hehehe.. Muhun Kang Eka nyambung ceritanya,,, hehehe,,, iya pasti aku dai lamun om zidane wasitna,,, hehehehehehe :)

Hehehehehe, okey Mbah makasih... Waaahhh gaswat kalo wasitnya Pamela Anderson, nanti gak akan ada gol gak akan rame Mbah, hahahahaha :)

Hehehehe iya gak salah Mas Timur... hehehehehe :)

Hehehe,,, iya makasih mas,,, iya kayaknya si Oyan lebih berani tuh ngatain cintanya,,, hehehehehe :)

Hehehe, iya mas, hehehehe, tapi tenang mas ada wasit dan seksi keamanannya hehehehehehehehehehehehe :)

hahahaha hidup Wati!!! hehehehehehe :)

hehehe, muhun Kang Awan,,, hehehehe, asa nonton satria baja hitam,,, haha

hehehe iya makasih kang... hehehehehehehehehehehe :)

lebih tepatnya mungkin kisah cinta di dunia sepakbola dan sekitarnya Mbak... hehehehehehehehehe :) tapi gitu juga boleh Mbak,,, hehehe :)

kirain teh nonton si spong bob.heuheu


EmoticonEmoticon