Wednesday, July 29, 2015

Puisi Romantis yang Berakhir Bengis: Nyanyian Cinta

Sumber gambar: www.pinterest.com
Dulu, saat SMA silam, sebelum saya jadian pacaran, saya gak menduga ternyata saya punya saingan teman sekelas yang berkualitas. Di peristiwa sebelumnya namanya Hidayat, jadi di peristiwa kali ini pun mendingan Hidayat lagi aja ya. Setuju ya?

Iya, ternyata dibalik idenya untuk menyelenggarakan acara lomba puisi di sekolah, ketua mading yang satu ini pun ternyata punya misi pribadi yang berbahaya bagi saya, ia punya rencana buat nembak Bunga. Kenapa berbahaya untuk saya, karena kan Bunga itu cewek idaman saya di sekolahan, dan karena si Hidayat memang jago bikin puisi terus rajin membaca buku, serta suka meraih ranking satu di kelas. Mana ada cewek yang berani nolak si Hidayat, mana ada. Saya khawatir Bunga akan terjatuh dalam pelukan Hidayat karena puisi cinta yang ditulis sama Hidayat. Tapi rencana Hidayat itu ketahuan diakhir perlombaan.

Karena sebelumnya saya gak tahu apa yang direncanakan oleh Hidayat, jadinya pada saat baca pengumuman akan diadakan lomba menulis puisi di mading sekolah, tentunya saya senang dong sebab itu kesempatan saya untuk mengeluarkan apa yang saya rasakan pada Bunga selama ini sejak melihatnya saat MOS kali pertama. Ibaratnya seperti mendapatkan tempat untuk melampiaskan rasa cinta yang terpendam ini, saya pun berhasil menulis puisi yang saya beri judul: Andai Kubisa Sekelas. Puisi saya itu saya ikut lombakan.

Setelah melewati penilaian dewan juri yang terdiri dari guru bahasa Indonesia semuanya, akhirnya yang keluar jadi pemenang adalah puisinya Hidayat yang berjudul: Nyanyian Cinta.

Nyanyian Cinta

Wajahmu seperti Cleopatra
Begitu mempesona
Seperti angin sepoi-sepoi, kau menyejukkan mata
Seperti itulah kau di mataku adanya

Pribadimu seperti Aisyah
Begitu solehah
Damai hati ini melihatmu tersenyum bungah
Bahagia hati ini melihatmu sumringah

Aku yang kemudian bermimpi
Aku yang ingin kau yang ada di hati
Aku cinta kau setulus hati
Bunga kaulah yang ada di hati ini

Ini nyanyian cinta Bunga
Nyanyian cintaku padamu wahai Bunga
Kuharap kau bersedia menjadi cintaku duhai Bunga
Aku padamu oh Bunga

Itu. Puisi itu yang jadi juara satu perlombaan puisi di sekolahan kami. Sehingga Hidayat yang menciptakan puisi Nyanyian Cinta itu berhak diwawancara oleh wartawan mading sekolah.

"Halo Hidayat.."

"Halo juga.."

"Selamat ya puisi kamu jadi juara 1.."

"Terima kasih."

Hidayat diwawancara dimuka khalayak. Jadi persis di acara reality show, dan Hidayat menjadi bintang tamunya, sementara kami murid-murid lainnya sebagai penonton. Dan kami murid-murid yang lain pada menyimak di mana duduknya berdasarkan kelas masing-masing.

"Ngomong-ngomong puisi Nyanyian Cinta itu kamu persembahkan buat siapa?"

"Buat sosok yang saya suka."

Mendengar jawaban dari Hidayat kayak gitu. Sontak saja murid-murid yang lain pada ribut. Malahan ada yang keras-keras bilang wit wiw. Kebanyakan saling beradu pandang seperti bertanya siapakah kira-kira sosok cewek yang disuka oleh Hidayat selama ini. Yang paling parah ternyata ada juga murid yang kentut gak bilang-bilang, kayaknya murid yang kentut itu berada di sekitar saya tuh waduh rada bau kentut soalnya.

"Sosok yang kamu suka?.. Waahh siapa?" Wartawan mading sekolah dengan menampakkan muka yang ingin tahu bingit.

Lalu Hidayat melemparkan pandangan ke arah penonton seolah sedang mencari sosok yang ia suka. Cewek-cewek kayak yang berharap kalau ia yang ternyata sosok yang disuka sama Hidayat. Saya perhatikan Bunga, entahlah apakah ia juga berharap seperti cewek-cewek lainnya, yang pasti dari mukanya Bunga pun tampak antusias ingin tahu siapa gerangan cewek yang disuka sama Hidayat.

"Puisi nyanyian cinta aku persembahkan buat Bunga," jawab Hidayat.

Tampak Bunga kaget, saya juga kaget.

Terus saya cemas. Khawatir jangan-jangan Bunga dan Hidayat akan jadian. Daripada saya jatuh pingsan melihat mereka berdua nanti jadian. Saya putuskan untuk mendingan berlari menuju perpustakaan. Saya merasa belum siap kalau ternyata Bunga pacaran sama cowok lain. Saya pergi meninggalkan aula sekolah menuju perpustakaan dengan perasaan yang gak menentu.

Oleh karena itu, saya jadi gak tahu apa yang terjadi selanjutnya, pasca Hidayat sukses memberitahukan pada dunia bahwa puisi Nyanyian Cinta yang ia ciptakan dipersembahkan untuk Bunga. Apa Bunga menerima cinta Hidayat?

Di angkot saat pulang sekolah. Angkot yang saya tumpangi rame mengulas topik mengenai Hidayat yang katakan cinta sama Bunga dengan cara yang romantis.

"Bego banget ya Bunga?.."

"Iya.."

Mendengar nama Bunga disebut oleh cewek-cewek yang satu angkot dengan saya, kuping saya buka lebar-lebar sementara pandangan saya mengarah pada supir angkot yang rambutnya botak. Pasti akan membicarakan topik yang tadi di aula.

"Hidayat kan cakep ya?.."

"Iya.. Trus jago bikin puisi, trus ketua mading sekolah, trus denger-denger bapaknya tentara, kan gagah ya.."

"Iya, satu lagi, jago karate juga."

"Ah bener-bener Bego si Bunga.. Gak habis pikir sampe nolak Hidayat.."

Apa? Hidayat Ditolak? Kira-kira demikian apa kata hati saya. Kirain mau diterima. Entah mengapa, tiba-tiba hati saya kok lega ya mendengarnya, waduh.

Saat angkot melintasi tempat di mana Hidayat biasa turun. Saya melihat dari dalam angkot yang saya tumpangi, Hidayat di pinggir jalan sedang meninju-ninju pohon di pinggir jalan. Puisi romantis yang ternyata berakhir bengis.


Ok Brosis. Peristiwa di atas hanya fiktif belaka, semoga gak ada yang tersinggung ya.. :)

Insert foto: dari SD sampai besar terus kuliah terus menjadi tua, kayaknya Monica Bellucci cantik terus ya.. :)

Comments
13 Comments

13 komentar

nyesek tuh ya waktu di dalem angkhot. hmm.. fitif lagi bro. nyata doang sekali2

suka yang fiktif jev.. biar gak ada yang tersinggung.. hehe :)

saya suka puisinya kang,dalem banget maknanya :) *nahan air mata

ini fitif lagi kang.....
sepertinya ngeles aja nih fitip padahal bener :D

Udah baca serius2 nih padahal hahaha
Ya namanya juga nasib, mau sehebat dan seganteng apa juga, cinta bisa memilih yang terbaik dari segala sisi..
nice post bro :)

@Oh Andrian: makasih kang udah suka, hehe, itu air buat Hidayat tapi bukan buat saya ya... hehehehehehehehehehehehe :)

@Mangs Aduls: itu pasti untuk oh andrian yang Mangs ?? hehe :)

Analisanya mantabs tuh bro... Siiiipppppp.. Makasih ya.. :)

Sekali2 kisah nyata dong kakak hahaha

request puisi yang bisa bikin nangis dong mas :D

Kayaknya ngga mungkin ini fiktif lagi..mau ngeles gimana lagi coba. Yang namanya jodoh ngga bakalan kemana sob:D

hidayathidayat malang sekali nasibmu nak, tapi tak usahlah kau memukuli pohon seperti itu, dia tak bersalah, aku kasihan kepada pohon itu


EmoticonEmoticon