Thursday, July 16, 2015

Mencuri Hatimu dengan Ucapan Selamat Pagi

Sumber gambar: komputer admin
Setiap pagi saya pergi untuk studi. Saya sengaja bangun subuh hari dan tidak lupa mandi padahal saya masuk kuliah nanti jam delapan pagi. Teh Pipit, tentu saja itu nama samaran, usianya beda sembilan tahun dengan saya makanya saya panggil Teteh, ia biasa berangkat ngantor jam enam pagi, itulah sebabnya saya bangun pagi-pagi sekali. Bangun subuh hari dan tidak lupa mandi saya lakukan berdasarkan kehendak hati. Sejak saya mulai kos di tempat ini, saya menemukan Teh Pipit di sini: kosannya tepat di depan kosan saya.

"Pagi Teh.." Sapa saya ketika Teh Pipit keluar dari kosannya.

"Eh pagi juga.." Teh Pipit tersenyum ramah. Itulah yang membuat hati saya kemudian menjadi bungah.

Seperti burung pipit, Teh Pipit biasa berkicau jam tujuh pagi di Radio Inspirasi. Iya, Teh Pipit berprofesi sebagai penyiar radio, dan terkadang punya job sampingan sebagai foto model. Saya suka mendengarkan Teh Pipit lagi siaran, dan saya rasa suaranya gak seperti burung pipit melainkan seperti burung lovebird. Setelah saya sukses mendengarkan Teh Pipit berkicau, menambah semangat saya untuk segera pergi studi.

"Pipit pamit dulu ya.. Selamat pagi semuanya semoga paginya indah.. Sampai jumpa lagi.. and miss you..." Terus sebuah lagu melantun.

Saya suka sama Teh Pipit semenjak pandangan pertama, jarang-jarang saya langsung suka sama cewek pada pandangan pertama. Saat tahu di seberang sana rumah kosannya, sejak itulah saya sudah merasa akan betah tinggal di rumah kosan saya. Sejak itu saya suka curi-curi pandang ke rumah kosan seberang. Saya pernah menemukan Teh Pipit baru bangun tidur, menggeliat nguap rambutnya berantakan, tetep terlihat cantik, kelihatannya ia ingin menghirup udara subuh hari sebelum nanti ambil air wudhu mau salat subuh.

"Pagi Teh.." Saya selalu menyapa selamat pagi pada Teh Pipit sebab saya ingin mencuri hatinya.

"Eh iya.. Pagi juga.." Sambil tersenyum ramah. "..Itu Novel ya?"

"Oh iya Teh.."

Saya gak menduga kalau Novel yang saya baca mampu menarik perhatiannya, yang sudah-sudah waktu menunggu kemunculan Teh Pipit sebelumnya saya biasa sambil baca koran bekas.

"Waahh novelnya dari judulnya kayaknya seru tuh.. Sampulnya lucu.. Belum baca, boleh ya entar pinjam."

"Dengan senang hati Teh.."

"Ya udah entar malem aja ya.. Aku mau siaran dulu," seru Teh Pipit pamit sambil tidak lupa dadah.

Berkat novel yang saya baca itu, saya jadi bisa masuk ke kosan Teh Pipit, terus ngobrol-ngobrol di sana. Saya jadi tahu, ternyata Teh Pipit bercita-cita ingin jadi penulis novel, ia suka menulis makanya ia tertarik untuk membaca novel yang saya baca. Dan saya pun baru tahu kalau Teh Pipit suka merokok, ia ijin dulu sama saya boleh gak merokok, oh gak apa-apa sebab saya pun suka merokok sejak SMA kelas 3. Sehingga kami ngobrol-ngobrolnya sambil udud.

Teh Pipit sosok yang humble. Enak diajak ngobrol. Serius maupun santai. Keseringannya kami ngobrol di teras rumah kosan Teh Pipit tapi terkadang juga di teras rumah kosan saya, pokoknya di luar biar gak menimbulkan fitnah. Saya senang ngobrol sama Teh Pipit, dan kelihatannya Teh Pipit pun senang ngobrol sama saya. Saking asyiknya ngobrol gak terasa udah larut malam.

Saya semakin jatuh cinta sama Teh Pipit ketika lambat laun saya mengetahui kepribadiannya. Ia merupakan sosok yang sudah hidup mandiri sejak SMA. Sosok cewek yang cerdas dan pemberani. Saya mencoba meraba hati saya menjelang tidur sambil menatap langit kamar. "Kayaknya gua cinta sama Teh Pipit." Malam itu saya susah tidur kepikiran bagaimana caranya mengatakan cinta sama Teh Pipit. Kalau saya perhatikan, Teh Pipit kayaknya masih Jomblo. Ada perasaan takut keduluan sama cowok lain. "Waduh gimana caranya ya?"

Mencuri Hatimu dengan Ucapan Selamat Pagi

Pagi..
Aku ingin melihat senyummu

Pagi..
Aku ingin mendengar suaramu bilang. "Eh, pagi juga.."

Pagi..
Aku ingin bikin hatiku jadi happy karena melihat senyummu dan mendengar suaramu

Pagi..
Sesungguhnya aku ingin mencuri hatimu dengan ucapan selamat pagi

Pagi..
Aku cinta kamu


Pagi hari sebelum Teh Pipit berangkat siaran, saya ketuk pintu rumah kosnya. Setelah saya mendengar. "Yaa.. sebentar!" Barulah kemudian saya sembunyi sambil tidak lupa meninggalkan selembar kertas di depan pintu rumah kosnya. Saya perhatikan Teh Pipit celingukan mencari orang yang barusan mengetuk pintu. Tidak ditemukan orang yang mengetuk pintu, ia temukan selembar kertas di dekat pintu. Ia ambil kertas itu. Ia baca. Oh my God, terima kasih Tuhan, saya senang melihat senyumannya itu.

Singkat cerita, kami jadian.

Sudah dua bulan kami pacaran, tak terasa, dan itu happy. Menginjak bulan ketiga, Teh Pipit mau mengembangkan karirnya sebagai model di Jakarta, ia memutuskan untuk berhenti kerja jadi penyiar radio di Radio Inspirasi. Memang beberapa minggu ke belakang durasi pertemuan kami rada berkurang, Teh Pipit jarang pulang ke rumah kosannya karena sibuk dengan kerjaan. Dan akhirnya saya tahu juga, ternyata Teh Pipit sedang persiapan untuk pindah ke Jakarta.

"Maafkan aku sayang.. Seminggu ke belakang aku ada pemotretan di Jakarta.. Dan kayaknya aku harus pindah ke ibu kota.." Teh Pipit seperti berkata pada adiknya, bukan pacarnya.

"Terus hubungan kita gimana?"

"Kan ada hape.. Untuk sementara waktu kita pacarannya melalui Hape aja ya."

"LDR maksudnya?"

Teh Pipit mengangguk.

Sebulan Teh Pipit pergi ke Jakarta. SMS masih lancar. Telpon telponan masih lancar.

Memasuki bulan ketiga sejak Teh Pipit pergi ke Jakarta. SMS saya gak pernah dibalas. Telpon telponan gak jadi telpon telponan sebab gak diangkat.

Selanjutnya.. Saat saya mau menelepon hapenya tidak aktif. Sampai setahun lamanya saya loss contact dengan pacar saya sendiri. Dua tahun saya tetap menunggu ia kembali paling tidak menghubungi. Tiga tahun ia bagai Bang Toyib. Saya pasrah saja kalau dipikirin terus takutnya rambut saya jadi botak. Saya berdoa semoga ia di sana selalu bahagia dan sukses terus dengan karirnya. Tiga tahun lewat dua bulan, saya menemukan fotonya jadi sampul sebuah majalah, saya merasa ia sudah terbang tinggi sungkan untuk saya raih kembali.


Ok Brosis. Demikian peristiwa hari ini. Dan cerita di atas hanya fiktif belaka, semoga gak ada yang tersinggung ya.. :)

Insert foto: itu foto admin hehe.. :)

Comments
14 Comments

14 komentar

modelnya kok mantan saya sih kang, dapet dari mana itu kan koleksi pribadi kami berdua.

Ucapan selamat paginya keren tuh mas. Yah resiko LDR memang seperti itu dan terkadang bikin kepala puyeng. Tapi sudahlah, toh ceritanya juga fiktif tapi tulisannya kreatif dan inspiratif.

engkau sungguh telah mencuri hatiku sayaaang

Lagi-lagi ketipu kalo ternyata ini post fiksi. Btw, kok akhirnya sesek amet...

salam buat teh pipit :)
paling sudah lupa, sudah jadi artis sekarang ...

sekalian ngucapin disini ajah :):
Taqabbalallaahu minna wa minkum
selamat hari raya idul fitri
mohon maaf atas segala khilaf
semoga kita semua bahagia
aamiin

waw ada yang sedang berbunga-bunga nich hatinya... selamat pagi..

semoga aja hari yang berbunga-bungan akan mejadi raja dalam kehidupan kekasihnya....

تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّا وَ مِنْكُمْ صِيَمَنَا وَ صِيَمَكُمْ وَجْعَلْنَا مِنَ الْعَائِدِين وَالْفَائِزِين
Beningkan hati dengan zikir
cerahkan jiwa dengan cinta
lalui hari dengan senyum
tetapkan langkap dengan syukur
sucikan hati dengan permohonan maaf
kami sekeluarga mengucapkan selamat idul fitri...mohon maaf lahir dan batin. semoga kita mendapat berkah dan rahmat Allah selamanya, amin....

Hhhh~ ternyata fiktif lagi.. Kirain cerita nyata.. Tapi mungkin juga dia menjadi model majalah seperti dian sastro ^_^

Http://beautyasti1.blogspot.com

keren ceritanya mas, kirain kisah nyata hihi, tapi kok foto pacar saya di pampang diatas mas :D

Waah, cerita yang lumayan buat para pembaca pagi-pagi.. renyah.. syukur sih kalau emang beneran :D

Wih kalo bener nyata, keren alur ceritanya nih.. bisa gitu dilupakan kalo udah ke jakarta.. jakarta ternyata emang keras, bro...


EmoticonEmoticon