Sunday, July 12, 2015

Hanya Tuhan yang Tahu Aku Cinta Kamu

Hanya Tuhan yang Tahu Aku Cinta Kamu
Sumber gambar: www.youtube.com
Saya pernah jadi seorang pemuja rahasia. Situasilah yang telah membuat peristiwa ini jadi demikian adanya. Saya gak bisa membohongi perasaan saya, kalau memang saya suka kepadanya, padahal saya sudah tekankan pada diri saya sendiri bahwa gak mungkin untuk memilikinya, bisa bahaya untuk kemanusiaan.

Entahlah, setelah tragedi itu, tragedi itu sukar untuk saya lupakan. Lagipula tragedi itu menimbulkan bekas. Luka lecet di tangan yang lama-kelamaan menjadi hitam, luka itu tidak parah sehingga cukup saja pake obat merah namun efeknya merembes sampai ke hati. Saya harus akui, demikianlah yang terjadi, sejak itu di hati ini sudah bersemayam namanya.

Namanya Nona, tentu saja itu nama samaran, jika tidak memakai nama samaran tentunya nanti saya ketahuan, saya harus tetap konsisten bahwa saya di sini sebagai seorang pemuja rahasia. Lagi pula saya gak tahu nama sebenarnya ia siapa.

Saat saya mau nyebrang tiba-tiba sebuah mobil bikin kaget melalui klaksonnya. Saya seperti menghindari bom akibat rasa terkejut itu, saya gak sampai tertabrak itu mobil, tapi lengan saya lumayan nyosor jalan sehingga ada luka lecet. Sesungguhnya salah saya sendiri, kenapa mesti kaget sampai segitunya, tapi pengendara mobil itu keluar kemudian meminta maaf sama saya. Pengendara mobil itu tiada lain ialah Nona yang saya puja secara rahasia.

Di mobilnya tersedia peralatan medis untuk pertolongan pertama pada kecelakaan, seperti obat merah dan tisu. Ia ambil obat merah itu, kemudian ia obati luka lecet di lengan saya. Ia piawai mengobati luka saya itu, saya curiga jangan-jangan ia lulusan Keperawatan atau malah ia seorang Dokter.

Usai mengobati saya, ia berpamitan. Mobil sedan warna putih yang ia kemudikan maju lagi mau pergi meninggalkan saya. Tidak berpikir panjang, saya putuskan untuk mengejar mobil sedan itu. Bukan. Saya bukan mau bertanya apakah ia seorang perawat ataukah dokter, melainkan saya ingin tahu rumahnya di mana.

Saya hanya manusia biasa, apalagi saya bukanlah seorang atlet lari, dan yang saya kejar adalah mobil yang melaju cukup kencang, sehingga wajar jika mobil sedan itu gak berhasil saya kejar. Nafas saya ngos-ngosan, saya baru sadar kalau saya suka merokok. Saya putuskan untuk mencari rumah makan nasi padang terdekat, untuk sekedar minta segelas air putih, habis minum entar saya pesan nasi padang isi rendang jangan lupa sambalnya yang banyak ya.

Saat saya selesei makan mau nyari rokok, saya melihat mobil sedan putih itu muncul dari arah yang berlawanan, terus mobil sedan putih itu parkir tepat di seberang rumah makan nasi padang. Saya melihat dari seberang Nona turun dari mobil itu, kemudian ia duduk di bangku panjang di sebuah counter HP.

Tidak lama kemudian ia dihampiri oleh seorang pria yang tampangnya mirip Mas Parto--komedian itu lo. Saya curiga jangan-jangan itu ayahnya Nona, ibunya pasti cantik. Mereka berbincang layaknya ayah dan anak, tampak akrab.

Lega sudah rasanya, kini saya sudah tahu rumahnya di mana, itu di situ, di pinggir Counter HP ada rumah yang lumayan gede. Sekarang saya mau nyari udud dulu, gak enak sudah makan belum udud, besok pasti saya akan kembali Nona.

Keesokan harinya..

Saya sudah gak sabar ingin segera makan nasi padang di rumah makan nasi padang seberang rumahnya Nona. Saya sengaja nyari tempat yang mana saya bisa melihat ke seberang jalan dengan jelas, dari tempat duduk saya ini, saya bisa melihat dengan jelas situasi di bangku panjang Counter HP. Di situ belum tampak siapa-siapa saat pesenan nasi isi rendang saya belum datang.

Setelah saya melihat sambal di makanan saya sesuai dengan pesenan, barulah saya temukan kemudian di bangku panjang itu ada orang, Nona sedang duduk di bangku panjang dengan busana bukan kebaya melainkan mengenakkan busana casual. Saya rada membayangkan, pasti Nona akan tampak lebih cantik jika pake kebaya. Ah tapi sudahlah, terpenting saya mau makan dulu sekarang sambil memperhatikan Bunga di seberang.

Kemudian muncul lagi yang mirip Mas Parto, ia duduk tepat di sebelah Nona. Iya bener, ayah dan anak itu, tampak akrab. Akan tetapi kok seakrab-akrabnya ayah dan anak itu pegangan tangan, berani-beraninya Mas Parto KW 3 pegang tangan Nona dan kenapa Nona gak merasa risih dipegang-pegang gitu. Oh my God, saya muntah beneran, ketika di sana mereka berciuman layaknya suami istri.

"Kenapa Bang?" Ini yang nanya saya penjual nasi padang.

"Huh.. Pedas Bang."

"Katanya tadi sambalnya yang banyak."

"Iya Bang.. Tolong minta air lagi Bang."

Setelah sukses memberi saya segelas air putih lagi, sebelum pergi Abang penjual nasi padang saya tunya tanya dulu. "Bang, tau orang yang di seberang sana gak Bang?"

"Siapa?.. Yang mirip Mas Parto bukan?"

"Iya Bang."

"Kenapa emangnya?"

"Temen lama saya Bang.. Saya mau ngasih kejutan."

"Itu orangnya ada tuh.. Lagi sama istrinya." Abang penjual nasi padang sambil menunjuk ke bangku panjang di seberang jalan.

Saya lemas. Nona istri orang ternyata.

Keesokan harinya lagi..

Entahlah. Walaupun sudah tahu Nona istri orang, namun saya tetap saja pergi ke tempat rumah makan nasi padang di seberang jalan rumahnya Nona. Bagai ingin melihat lagi Nona. 

Sambil memperhatikan bangku panjang yang kosong, saya seperti orang yang lagi bengong.

"Kenapa Bang.. Ditinggal pergi teman lamanya ke Malaysia sedih ya Bang?" Abang penjual nasi padang sambil menyajikan pesenan saya.

Mendadak saya tercekat. "Ke Malaysia Bang?"

"Iya, orang yang mirip Mas Parto kemarin malam pergi ke Malaysia?"

"Sama istrinya juga?"

"Iya, semuanya, kedua anaknya juga.. Pindah rumah ke Malaysia."

Saya menghela nafas panjang. Waduh sudah saya kira masa iya cewek secantik dia masih jomblo. Tapi kenapa mesti harus sama cowok yang mirip Mas Parto ya?


Cerita di atas hanya fiktif belaka, semoga gak ada yang tersinggung ya.. :)

Ok Brosis. Peristiwa hari ini selesei. Hanya Tuhan yang tahu aku cinta kamu, Nona!

Insert foto: coba tebak itu Mas Parto apa Ariel Noah mantannya Luna Maya?.. :)

Comments
8 Comments

8 komentar

itu istrinya kenapa nggak ditinggali aja yah... :)

Itu foto ariel buka foto mas parto, ariel masih muda gitu anak abg aja masih naksir hihihi

yah semoga dipertemukan dengan jodoh yang tepat mas :)

kalau ini juga kisah nyata, gak apa-apa..,saking benar-benar menjaga rahasianya, hahahaha :)

Fotonya Ariel gini, di awal saya malah ngebayangin kalau Nona ini adalah laki laki ehehhee

Ahh foto mantan saya nampang disitu,hahaha


EmoticonEmoticon