Wednesday, July 22, 2015

Foto Kamu Aku Simpan Dalam Dompet ya

Sumber gambar: komputer admin
Cahaya, biasa disapa Anya, bukan nama sebenarnya, datang sendiri ke tempat kos-kosan saya sambil membawa bingkisan kado. Anya datang ke tempat kos-kosan saya sekitar jam delapan pagi, oh tentu dong jam segitu saya sudah bangun walaupun hari ini gak ada jadwal ngampus, sehingga Anya gak perlu ketuk pintu atau dobrak pintu kos-kosan saya terus bangunin saya dengan kecup lembutnya ke pipi saya hehe. Saat Anya tiba di kos-kosan saya ia menemukan saya sedang lari di tempat yah olahraga pagi gitu deh, ia lihat saya di ambang pintu yang terbuka.

"Haaiii.." Sapanya dengan menampakkan muka yang happy, secerah pagi ini.

"Eh, halo.."

"Selamat ulang tahun.."

Saya terkejut dong. Sebab saya lupa oh ternyata hari ini saya ulang tahun ya, dan memang betul hari itu saya ulang tahun yang ke 21. Anya menyuruh saya untuk mendingan buruan mandi dulu sebelum membuka bingkisan kado yang ia bawa. Dan saya setuju dengan permintaan Anya barusan, sebab saya pun sudah agak gerah dengan keringat yang menempel di badan saya.

Wuiiihhh udah mandi seger. Memang mandi setelah berolahraga bikin happy, dan itu bisa jadi efek dari kesegaran yang menerpa, patut dicoba tuh ya oleh semuanya yang merasa kesulitan menemukan kesegaran pada saat setelah mandi, jangan lupa keramas lo bagi semua yang punya rambut apalagi gondrong kecuali yang rambutnya botak kali ya. Terus saya pake baju santai pake kaus dan celana pendek selutut, saya yakin Anya gak ngintip saya pada saat saya pake baju, Anya bukan tipikal cewek seperti itu.

"Waaahhh kamu kelihatan seger banget tuh." Anya kagum pada saya yang sudah mandi.

"Mana tadi kadonya?" Saya sudah gak sabar ingin lihat kado yang dibawa sama Anya.

"Taraaaaaaaaa..." Seru Anya sambil membentangkan jersey bola.

"Wooowww..." Kedua alis saya terangkat, mata saya membelakak. Saya takjub. Anya kasih kado sama saya jersey bola klub kesukaan saya. Anya kasih kado kaustim Juventus.

"Kamu senang?"

"Seneng bingit dong.." Jawab saya sambil mengambil kaustim Juventus dari tangan Anya. "..Yang musim ini saya belum punya.. Makasih ya."

Anya tahu kalau saya suka nonton bola, dan klub bola idola saya ia tahu, yaitu Juventus.

"Cobain gih.."

"Di sini?"

"Terserah kamu mau di mana?"

"Iya deh di sini aja ya gak apa-apa.." seru saya sambil melepas kaus gambar monyet diganti dengan jersey Juventus kado ultah dari Anya. "..Pas nih."

"Waahhh kamu cakep ya.. Kayak Alessandro Del Piero."

Saya tersenyum.

Anya tersenyum.

Terus kami tertawa bersama.

Sudah cukup lama saya gak bisa tertawa bahagia seperti itu. Selanjutnya, selepas itu, dengan setengah becanda Anya minta ditraktir sama saya karena saya sedang ulang tahun. Kenapa enggak, yu ah kita makan nasi padang di seberang sana. Dan Anya setuju. Kami pun makan berdua merayakan ulang tahun saya di rumah makan nasi padang.

Anya selain cantik ia pun pandai menggambar. Setelah lulus SMA sebenarnya ia ingin masuk jurusan seni rupa, tapi tidak diperbolehkan oleh ayah bundanya, dengan alasan entar mau jadi apa, singkatnya ia pun ikut apa mau ayah bunda saja. Dan saat menemukan saya di kampus kali pertama, ini kata Anya ya, seperti membangkitkan kembali gairah menggambarnya, dengan kata lain ia ingin menggambar saya, saya jadi model gambarnya. Tapi saat tahu saya sudah punya pacar, ia mencoba untuk menahan diri, dan itu bikin ia patah hati.

"Aku gak ingin merusak hubungan kamu dengan pacar kamu.."

"..Tapi ternyata selepas kepergian pacar kamu ke Jakarta tanpa kabar, sedih rasanya hati ini melihat kamu murung terus, kuliah gak semangat, kamu seperti or--"

Saya keburu menghentikan Anya bicara dengan kode: telunjuk saya ditempelkan pada bibir Anya. Dan Anya pun mendadak terdiam.

"Kini aku bahagia saat bersamamu.. Aku gak murung lagi.. Aku punya kehidupan baru.. Yaitu kamu Anya.."

Terus saya cium kening Anya. "Aku cinta kamu Anya."

Anya tersenyum.

Anya kelihatannya percaya bahwa saya mencintainya, lagi pula saat itu memang benar saya mencintainya, kepercayaan Anya terhadap cinta saya kepadanya ia dapatkan selain dari rasa kecupan saya pada keningnya yang tulus, pun dikarenakan pada saat saya mau membayar nasi padang, Anya melihat di dalam dompet saya sudah gak ada foto pacar saya.

Anya suka gak lupa membawa barang kesayangannya yaitu kamera foto yang pas dijepret dikipas-kipas bentar langsung jadi fotonya, selain menggambar ia pun hobi fotographi. Oleh karena itu, kebetulan deh, saya mau memfoto Anya.

"Jepret!" Anya sukses saya foto.

"Iiiih kok gak bilang-bilang sih mau foto.. Gak bilang satu dua tiga dulu.."

Setelah dikipas-kipas, foto Anya udah bisa dilihat. "Foto kamu aku simpan dalam dompet ya.."

Anya tersenyum. Seneng rasanya lihat Anya tersenyum.


Ok Brosis. Peristiwa di atas hanya fiktif belaka, semoga gak ada yang tersinggung ya.. :)

Insert foto: itu foto admin yah biasa masih jomblo dan masih gemar membaca buku.. :)

Comments
8 Comments

8 komentar

saya masih ingat lo mas...dulunya saya punya kawan yang dia gak mau fotonya diteruh dalam dompet...alasannya sederhana "masa foto ane di dudukin"....padahal kan kalau dulu nyimpan foto di dompet itu berarti spesial...lalu dia menjawab...emang martabak apa "spesial"....heheheee

entar ditanyain loh sama si slank.. masihkah.. fotoku didalam dompetmu..
semoga menjadi pasangan yang bahagia ya mas.. jangan sampai ada pertanyaan seperti lagunya slank itu loh.. :)

saya inget dulu waktu SMP dia juga malu untuk di foto, tapi saya rayu dan saya berhasil, dan pada saat itu saya pengen banget ngukapin perasaan tapi rasanya itu bukan waktu yang tepat, dan sampai sekarang pun masih di pendam, dan parahnya sekarang dia udah nikah duluan hmmm semoga dia bahagia sampai di surga nati

aku ditraktir nasi padang juga gak..??

kalo nyimpen foto didompet malah ga bisa move ono mas..

Yah, ultah masak makannya di padang lagi. Kurang romantiss ah,


EmoticonEmoticon