Tuesday, July 21, 2015

Cari Pacar Lagi Mendingan

Sumber gambar: komputer admin
Dua tahun ditinggal pergi kekasih ke Jakarta tanpa kabar membuat hati saya ini nelangsa. Saya jadi sering termenung sendiri. Yah kata temen-temen sih mirip ayam punya pemilik kos-kosan yang gak lama kemudian mati, masih syukur karena saya masih hidup.

Sebagai mahasiswa, semangat saya kuliah pun jadi gak semangat, sudah sering saya bolos kuliah, saya lebih memilih untuk tetap di kos-kosan siapa tahu kekasih saya datang.

Temen-teman kampus saya sering main ke tempat kos-kosan saya, untuk menghibur saya, termasuk Cahaya. Cahaya bukan nama cowok tapi ia satu-satunya cewek yang sering ikut main ke tempat kos-kosan saya. Tentu Cahaya bukanlah nama sebenarnya, seperti biasa itu nama samaran. Selentingan saya dengar, Cahaya suka sama saya, walaupun Cahaya cantik tapi saya kan sudah punya pacar yang usianya lebih tua sembilan tahun dari saya, mencoba untuk tetap setia, jadi gosip itu tidak terlalu saya pikirkan, lagi pula dengan kecantikan Cahaya pastilah banyak cowok yang akan rela berlutut kepadanya, tidak perlu berharap kalau saya akan menjadi miliknya.

"Kamu udah makan?" Kalau datang bersama teman-teman, pasti Cahaya gak akan lupa tanya itu sama saya.

Saya menggelengkan kepala. Tandanya belum. Dan memang belum. Saya takut kalau saya cari makan ke tempat makan, nanti gimana kalau kekasih saya datang pas saya cari makan, lalu ia menyangka kalau saya sudah pindah kos-kosan atau kalau saya sedang pulang ke kampung halaman saya, kan ia tidak tahu rumah saya di kampung halaman. Jadi saya putuskan untuk tetap di kos-kosan, lagi pula walau dari pagi belum makan tapi saya gak semangat untuk makan.

"Ini aku bawain nasi padang kesukaan kamu," kata Cahaya sambil membuka bungkusan di kantong kresek hitam.

"Lu dari pagi belum makan kayaknya.. Iya mendingan buruan tuh makan, Cahaya udah cape-cape tuh beli nasi padangnya langsung dari Padang," seru salah satu teman saya yang cowok, setengah becanda.

"Isi rendang tuh, sambalnya banyak, pasti enak," seru teman saya yang cowok yang lainnya.

Setelah Cahaya sukses membukakan bungkus nasi padang, saya melihat ada rendang, ada lalap, wuihhh itu sambalnya. Saya gak sanggup membendung perut saya untuk jangan bunyi kerubuk-kerubuk.

"Tuh kan ya perut kamu bunyi tuh," seru Cahaya sambil tersenyum cerah.

Apa daya, saya pun kemudian bilang gini. "Iya deh, saya makan," tapi masih rada-rada jaim gitu deh. Nah, baru setelah nasi padang isi rendang itu ludes dalam hitungan belum sampai lima menit, barulah ketahuan kalau saya memang lapar. Ditambah lagi kemudian saya sendawa.

Saya bisa tersenyum ketika Cahaya dan teman-teman saya pada berkunjung ke kos-kosan saya. Pernah suatu hari pada saat mereka mau pamit pulang, karena dengan akal-akalan yang dibuat oleh kedua teman saya, sehingga sayalah yang kemudian nganter Cahaya pulang ke rumah karena sudah malam.

"Kamu ikhlas gak nganter aku pulang?"

Saya memandang dulu Cahaya, kalau saya perhatikan, Cahaya rada-rada mirip Sophia Latjuba lo, paling tingginya aja yang kelihatan beda, itu juga gak jauh-jauh amat, beda tingginya sekitar lima senti, selebihnya yah rada-rada miriplah, kalau ditanya lebih cantik mana Cahaya atau Sophia Latjuba? Jawabnya: yah sama-sama cantik.

"Kok gak jawab?.. Berarti beneran gak ikhlas ya?"

Sejurus kemudian saya pegang tangan Cahaya dengan erat tapi gak terlalu keras persis saran untuk orang yang mau melakukan wawancara pada saat menjabat tangan pihak pewawancara. Kami berjalan bergandengan tangan jadinya. Saya lihat ke arah Cahaya, oh my God, tersipunya itu lo entah mengapa seperti ada yang nyusup masuk ke hati saya. Terus kami naik angkot setelah berjalan bergandengan tangan menyusuri gang. Saya juga ikut naik angkot, sebab rencananya kan saya mau anter pulang Cahaya sampai depan rumahnya.

Sampai depan rumahnya. Saya gak menduga kalau pipi saya akan dicium oleh Cahaya. "Makasih ya.." Terus ia masuk ke dalam rumah.

Saya terbengong setelah Cahaya sukses masuk ke dalam rumahnya. Hati saya berdesir. Sudah dua tahun dua bulan saya belum pernah lagi pipi saya dicium. Saya mengelap pelan pipi saya dengan telapak tangan saya. Sambil memperhatikan telapak tangan saya, saya tersenyum sumringah. Sejak dua tahun dua bulan itulah kali pertamanya lagi saya tersenyum bungah.

Pulang ke kos-kosan. Di kamar saya yang tidak lupa saya kunci, saya pandangi langit kamar sambil rebahan di kasur. Tentu saja dong yah saya susah tidur kepikiran kejadian tadi pas nganter pulang Cahaya. Pegangan tangan saya datang dari lubuk hati yang paling dalam. Dan ciuman itu menyenangkan. Saya membuang nafas panjang sebab saya bingung dengan perasaan yang saat ini sedang saya alami.

"Apa cari pacar lagi aja mendingan?"

"Gua ingin happy dong ya.."

"..Cahaya tadi udah bikin gua berbunga-bunga.."

Saya peluk bantal guling sambil senyum-senyum lalu mencoba untuk pejamkan mata. Malam itu saya tertidur lelap. Saya mimpiin Cahaya. Dalam mimpi saya itu, saya dan Cahaya lagi makan berdua di sebuah restoran yang gak tahu di mana, samar-samar saya ingat saat kami makan berdua itu suasananya remang-remang cahaya lilin. Sudah hampir dua tahun dua bulan saya gak bisa tertidur nyenyak kayak gitu. Malam itu selain saya pulas tidurnya, pun mimpi indah.. :)


Ok Brosis. Peristiwa di atas hanya fiktif belaka, semoga gak ada yang tersinggung ya.. :)

Insert foto: Coba tebak itu siapa? Hehe itu admin kayaknya ya.. Lagi makan sendiri tuh karena masih jomblo, itu admin minta fotoin sama pelayan restoran yang namanya Cahya, nama lengkapnya sih katanya Cahyadi.. :)

Comments
7 Comments

7 komentar

yuhhuuu ternyata fiksi lagi, ini jagoan ngarang fiksi komedi romantis gini ya

Jadi ceritanya terinspirasi dari Cahyadi? Pasti pegawai rumah makan padang, moto sambil bawa piring banyak :D

LOL, jadi si cahya cahaya cahyadi itu ternyataaa... *ahhh sudahlah*

Admin, ikutan giveaway aku donk. Siapa tau kalo udah punya pacar bisa ngasih hadiah kayak ini yekaaann http://beautyasti1.blogspot.com/2015/07/beautyasti1-first-giveaway.html ^_^

Ternyata hanya fiksi belaka, tapi asyik juga ceritanya. Salam buat Cahaya, hahay....

Wih salut dah jago banget bikinnya! Ahaha
Salam ya! Ane juga punya blog loh hehe - jevonlevin.com

Salut... Cerita yang ditulis asyik walaupun ujung-ujungnya fiktif belaka.

kirain bneran mas, ternyata hanya fiktif ya..


EmoticonEmoticon