Thursday, August 17, 2017

BAJU TIDUR KOSTUM PERAWAT SEKSI DAN MASBUK PUNYA TITIT

Seorang perempuan dengan baju tidur kostum perawat seksi sedang duduk bergairah di sofa ruang tamu sebuah rumah, menunggu gemas seorang lelaki yang berprofesi sebagai sales pulsa yang akan membuka sendiri pintu depan rumah. Susan, nama perempuan berbusana aduhai itu, terlihat sedang berlatih beberapa pose yang syur bagai berharap sang lelaki sales pulsa nanti tergoda untuk menembakkan pulsa secara gratis kepadanya.

"Belahan dada ini, paha mulus ini, semoga bisa bikin ia kembali bergairah, aku kangen" batinnya merindu sesuatu yang dulu pernah dirasa menggebu sembari memperhatikan baju tidur kostum perawat seksi yang ia kenakan, model berukuran belahan dada rendah dan potongan rok pendek.

Ia sebenarnya dikenal oleh tetangga di sekitar rumah sebagai perempuan bersuami yang pemalu, yang mesti duluan ditanya kalau ingin berbicara dengannya. Sebesar biji sawi pun tidak kelihatan ada nakal-nakalnya, tidak terlihat suka genit kepada lelaki lain bahkan kepada suaminya. Apalagi berpikir bahwa ia tukang selingkuh, sungguhlah tidak ada satu pun tetangga yang sanggup berprasangka seperti itu. Namun begitu, walau di luaran tampak seperti perempuan baik-baik, bukan berarti di dalam rumah ia tak mampu bertingkah yang macam-macam, setidaknya malam ini terpaksa ia memberanikan diri untuk melakukan perbuatan yang bukan-bukan, menantikan kehadiran seorang lelaki sales pulsa dengan berbusana baju tidur kostum perawat seksi yang menggoda di sofa ruang tamu.

Ini urusan bermain cinta, tentulah malu bila mesti ribut-ribut kepada para tetangga. Sudah lama ia merindu sentuhan lelaki yang amat ia cinta, membawanya terbang ke angkasa, di kasur yang berbusa. Mengingat usianya yang masih muda, dua puluh lima, lumrah jika masih membayang berasyik masyuk dalam gelora cinta yang membara. Apalagi bayang-bayang kegagahan seorang lelaki sales pulsa itu telah terbukti jantan di kasur yang berbusa, bagai tentara yang bersemangat membela negara di medan laga.

Memang benar adanya, ia merasakan sendiri situasinya, seorang lelaki sales pulsa itu dulunya gagah perwira laksana tentara di medan laga, di atas kasur yang berbusa. Bahkan di bulan pertama pernikahan mereka, hampir setiap hari ia kewalahan menghadapi serangan yang bak membabi buta, pagi siang sore umpamanya titit seorang lelaki sales pulsa itu bagai enggan berhenti bertingkah seperti acungan tangan orang yang berpekik merdeka, lalu umpamanya beringas menggempurnya. Tapi itu dua tahun yang lalu, saat bisnis online seorang lelaki sales pulsa sedang berjaya, bahkan bisa sampai kebeli rumah segala walaupun bentuknya sederhana, rumah yang saat ini ia sedang duduk di sofa dengan gincu membara.  

Dua tahun lalu adalah masa di mana suaminya selalu ada di rumah, karena banyak menghabiskan waktu bekerja di rumah, selalu menemukan kesempatan untuk bermain cinta dengan bergairah, ia masih ingat dulu di satu hari yang masih pagi, saat ia sedang cuci pirang dengan mengenakkan rok terusan sejengkal di bawah lutut, tiba-tiba ada yang membenamnya dari belakang yang belakangan ia beri nama 'Masbuk punya titit'. Masbuk adalah nama suaminya, sementara titit diambil dari burung yang dipunya oleh suaminya itu, kenangan itu bikin ia pawaw pawaw.

Barangkali tetangga tidak akan ada yang percaya, di segala penjuru rumah, seperti misal tadi di dapur, sudah pernah terjelajah. Habis bercinta, kata-kata ini yang selalu teringang di kepalanya. "Kau punya senyuman seorang perawat agar pasien mau makan obat, melihatnya aku jadi pengen dirawat biar jadi kuat." Tentu ia sadari bahwa suaminya itu bukanlah pujangga cinta, sehingga ia maklumi suaminya tidak piawai dalam bermain kata-kata, tapi ia mengerti maksudnya, dan kata-kata itu menyelusup masuk merasuki sukma, yang kini menjelma menjadi sebuah kenangan yang amat ia rindukan hadirnya.

Memasuki setahun sudah hidup berumah tangga, memang durasi bermain cinta antara ia dan suaminya tidak semenggebu saat bulan pertama, tidak setiap hari tapi setidaknya malam jumat tetap bisa menggelar laga. Walau usaha telah sedemikian rupa, namun anak tak kunjung dikaruniai juga. Mengenai belum dikasih momongan mereka telah bersepakat berkata. "Tak apa, tetep kudu kita coba, setidaknya malam jumat harus menjadi agenda." Kesepakatan ini bikin mata mereka berdua berbinar, bagai faham malam jumat adalah malam sunah untuk dar der dor.

Setiap hari, sudah hampir tidak menjadi agenda. Malam sunah pun, tidak juga. Berawal dari bisnis online suaminya yang mengalami kemunduran beberapa bulan ke belakang, sudah tidak menghasilkan selama tiga bulan, hidup sehari-hari dari sisa uang tabungan peninggalan kekayaan bisnis kemarin, suaminya kemudian pindah haluan dengan bekerja sebagai sales pulsa. Memang belum sampai sebulan suaminya bekerja sebagai sales pulsa, tapi sudah tiga minggu tiga malam jumat ia tidak kena nafkah batin, merindu dekapan suaminya yang gagah, demikian dirasa lumrah.

Dulu umpamanya suaminya seperti selalu ada di rumah, tapi kini seperti banyak menghabiskan waktu di luar rumah, pulang malam sampai dalam keadaan lelah, tiada lain kegiatan selain langsung tidur mendengkur. Semakin terasa dongkol dirasakan olehnya, ketika malam libur, suaminya malah memilih untuk main badminton jadwal malam hari bersama teman-teman kerjanya yang baru, ya sama saja jadinya pulang main badminton pun suaminya dalam keadaan letih. Ia jadinya merasa jenuh, bagai merindu 'Masbuk punya titit'.

Sebagai perempuan yang diabaikan suami saban malam sudah hampir sebulanan, wajar jika kemudian tumbuh prasangka buruk terhadap dirinya sendiri, jangan-jangan ia tidak cantik dan bohai lagi, ia pun berkaca di suatu hari. "Ah tapi, kelihatannya aku masih cantik." Untuk meyakinkan diri ia mencoba gerakan sedikit memutar. "Dan juga masih bohai." Benarlah memang, ia merupakan perempuan yang cantik dan juga bohai, sebelum sukses dipinang Masbuk, ia sempat jadi rebutan para lelaki.

Hingga ia pun berkesimpulan begini: berarti ada masalah dengan 'Masbuk punya titit'. Bisa jadi karena memang beneran badan lelah sehingga belum apa-apa sudah menyerah, dan ia mengerti itu. Namun begitu, bukan lantas ia menyerah untuk mencari cara agar 'Masbuk punya titit' kembali gagah walaupun dalam keadaan badan lelah, ia berpikir-pikir, beberapa hari ke belakang memang ia memikirkan itu, akibat jenuh tak kena sentuh-sentuh. Sampailah di suatu hari ia menemukan artikel serupa Tips Asmara untuk Membangkitkan Gairah bagi Anda yang Sudah Menikah, mengenai baju tidur kostum perawat seksi merupakan salah satu pengetahuan yang ia dapatkan dari sana.

Ini barangkali gila, pikirnya. Saat mendapatkan paket tiga hari yang lalu, sebuah baju tidur kostum perawat seksi yang ia beli secara online tanpa sepengetahuan suaminya. Benarlah apa kata tetangga, kalau sebenarnya ia sosok perempuan bersuami yang pemalu, sehingga ide ini menjadi terasa tabu baginya. "Bagaimana kalau ketahuan sama tetangga?" Ia pasti ogah keluar-keluar rumah, akibat menanggung beban malu, bagai takut kena olok-olok di jalan sebagai Si Perempuan Kostum Perawat Seksi. Akan tetapi, kerinduan yang sudah membuncah pada titik yang paling tinggi terhadap 'Masbuk punya titit' bikin ia kehilangan urat malu. "Lagi pula rumah ini terbuat dari tembok, bukan dari bilik," ia merasa kelihatannya tidak akan ada yang bisa ngintip. Ini demi suami, pikirnya meyakin-yakinkan diri, agar 'Masbuk punya titit' bisa kembali berdiri tegak bak tiang bendera di hari kemerdekaan.

Pergolakan batin mengenai apakah akan digencarkan strategi Baju Tidur Perawat Seksi apakah tidak, sudah teratasi, yakni: demi 'Masbuk punya titit' yang artinya itu demi suami, ia rela untuk memberanikan diri mengenakkan baju tidur perawat seksi, biarpun nanti bisa saja ia kena olok-olok suami sebagai guyonan yang akan bikin ia jadi malu hati, tidak apa sebab malunya juga sama suami sendiri. Strategi akan diaplikasikan rencananya pada malam sunah ke-empat pada bulan ini, malam ini, malam di mana ia sudah menantikan kehadiran Masbuk suaminya di sofa ruang tamu, menunggu Masbuk suaminya membuka pintu rumah, lalu surprise.

Biasanya Masbuk pulang suka tepat jam sembilan malam, sementara ia sudah persiapan sejak jam delapan malam, dan seperti biasa memang setelah azan isya pintu rumah suka Susan kunci sebab suaminya bawa kunci cadangan, selain untuk menjaga diri sebagai perempuan yang sudah bersuami.

Waktu di jam dinding kini telah menunjuk pukul delapan lewat empat puluh lima, lima belas menit lagi diprediksi Masbuk akan segera membuka pintu rumah. Susan sudah siap tempur dengan baju tidur kostum perawat seksi serta tidak lupa bibirnya bergincu merah, dan juga wangi parfum bunga-bunga. Sudah berbagai pose menggoda dalam keadaan duduk di sofa ia latihan, ada beberapa meniru-niru video klip lagu dangdut Perawan atau Janda yang sebagai janda, dan telah menemukan pose yang akan dijadikan andalan sebagai penjamuan awal, yakni ketika mendengar derit pintu rumah dibuka serta merta ia mendongak ke udara sembari agak merem sementara gestur tubuhnya seolah berkata Abang Pilih yang Mana. Iyaa... Susan seketika melakukan itu saat terdengar jegrek bunyi kunci yang mau membuka pintu depan rumah. Terbukalah pintu depan rumah.

"Sus... Sus..."

"Iyaa Mas..." Susan mengira suaminya Masbuk sudah tergoda, dan panggilan itu ia artikan bukan sebagai Susan melainkan sebagai Suster, dalam keadaan mata yang masih merem jantungnya dag dig dug serrr.

"Ini ada Pak RT mau pinjem raket."

"Hah?!" Susan terkesiap kalang kabut.

Monday, August 14, 2017

Pertandingan Uji Coba Roma yang Mengecewakan di Tanah Spanyol

Embed from Getty Images
Permainan Roma belum enak ditonton (ini jelas terlihat di babak 1 karena streaming lancar), kerja sama tim masih perlu dibangun dengan baik, memang ada beberapa aksi pemain tapi itu permainan individu (ini bakalan bagus kalau jadi gol), di babak 2 pengamatanku rada kabur mencari-cari tayangan (karena ada masalah di hape), bahkan aku tidak menemukan di mana Aceng (Cengiz Under), selain kutemukan gol Banega dan gol kapten Edin. Sevilla two, Roma one. I am Diar mau salat subuh dulu wassalamualaikum wr. wb.

Itu adalah postinganku di fesbuk, seketika setelah selesei nonton pertandingan antara Sevilla vs Roma pada tanggal 11 Agustus 2017 WIB (pertandingan dimulai jam tiga pagi). Ada beberapa yang seharusnya bisa anda tangkap dengan jelas, bagaimana situasinya, setidaknya situasi di mana aku nonton pertandingan itu, lalu bagaimana jalannya pertandingan yang kutangkap atas situasiku yang seperti itu. Kupikir cukup jelas (kalau kurang jelas, coba main ke kronologi akun fesbukku sebab di sana seingatku belum aku hapus).

Demikian (permainan Roma belum enak ditonton) terulang kembali, pada pertandingan berikutnya di tanah Spanyol melawan Celta Vigo pada tanggal 14 Agustus 2017 (main jam setengah satu dini hari), malahan tambah parah (aku nonton pas menit tiga puluhan, dan skor sudah tiga kosong untuk keunggulan tuan rumah Celta Vigo), aku sampai menulis status di fesbuk begini di rehat babak 1:

waaahhhh dadi pengen nonton bokep nihhhhh... :D

Babak Satu: Celta Vigo 4 vs 0 Roma

#BisikanDariNeraka :D

Di babak 2 Celta Vigo vs Roma ada beberapa pergantian pemain dan hasilnya berubah menjadi Full Time skornya begini: Celta Vigo 4 vs 1 Roma.

Hasil yang mengecewakan, tentu saja. Walaupun masih dalam tajuk pertandingan uji coba. Tetapi dari sana, aku (sebagai yang nonton, walaupun tayangannya tak sejernih di televisi, satu contoh bagaimana aku salah melakukan pengamatan: yang cetak gol kedua Sevilla bukan Banega melainkan Nolito, dan memang aku tidak menonton gol pertama Sevilla, ini mengacu pada Sevilla vs Roma) bisa meraba-raba, bahwa permainan Roma (jika seperti itu, saat melawan Sevilla dan Celta Vigo) kelihatan seperti bukan tim yang mau meraih gelar juara, sehingga aku (sebagai salah satu penggemar Roma) merasa was-was adanya. Paling tidak beberapa temanku di fesbuk (yang sama sepertiku sebagai bagian dari orang-orang yang mencintai Roma), terbaca (melalui postingan status di fesbuk) ragu juga kepada Roma, malahan ada yang sempat beropini terlalu dini: pecat pelatih Di Francesco. Atau membanding-bandingkan dengan zaman Roma dilatih Luciano Spalletti dan Rudi Garcia: wuenak zamanku tok. Tetapi ada juga yang berpikiran untuk tetap tenang sebab (paling tidak) dua kekalahan di tanah Spanyol itu masih dalam tajuk: partai uji coba atau pertandingan persahabatan.

mari kita sudahi kegaduhan akibat kekalahan roma ini saudaraku, cukup sudah kita berkeluh kesah, apapun yang terjadi roma akan selalu kita sayang...

ibarate sego uwes dadi bubur
nanging tresno iki ora bakal luntur

...orang2 yang mencintai romaaaa (ini yang berteriak bayangkan Via Vallen), yang bisa harus nyanyi yang kenceng ya... Perkumpulan Aceng El Bandito di sebelah baraatttt... Bang Ojek Sayang di sebelah timuuurrrr...

aku welasno kangmas... aku mesakno aku
aku nangis, nganti menu eluh getih putih

#ForzaRoma
#InshaAllahAkuBiso :D

Sila dibaca ini juga brother: Lima Langkah Terpuji Merayakan Kemenangan Roma.

Thursday, August 10, 2017

Sesungguhnya Roma Sudah Punya Cengiz Under

Embed from Getty Images
"Sepakbola Roma akan tetap mempesona jika misal pun mega bintang Riyad Mahrez tidak jadi datang, masih masuk akal untuk tetap tidak bimbang, masih masuk akal untuk raihan gelar, butuh satu pemain bagus di pos penyerang sayap memang bener, dan tapi lagi pula di posisi ini sesungguhnya Roma sudah punya Cengiz Under." Itu postinganku di fesbuk, aku menyebutnya sebagai status bergaya seperti sebuah esai. Ini aku berbicara mengenai satu tempat dalam skema permainan 4-3-3 Roma arahan pelatih Di Francesco, yaitu sebagai penyerang sayap kanan. Sudah bukan rahasia lagi, barangkali sudah menjurus basi, bahwa Roma telah kehilangan Mohamed Salah di pos ini, dan Roma di bursa transfer sedang dalam rangka mencari sang pengganti. Sudah tentu, Riyad Mahrez adalah pilihan yang amat bermutu, siapapun di Roma (atau sebagian besar) tahu itu. Kita tahu kita disajikan sebuah tayangan bak telenovela untuk kasus komunikasi transfer yang dilakukan oleh Roma kepada Leicester untuk mendapatkan Riyad Mahrez. Tentu, ini bukanlah perkara asing di dalam pasar transfer, masih berkutat di belum terciptanya kesepakatan harga, masih nego-nego, jengkel juga (sebagai penggemar AS Roma) membaca berita-berita yang tersaji mengenai pemain incaran AS Roma Riyad Mahrez penyerang sayap kanan Leicester, belum juga usai-usai seperti menonton Maria Cinta yang Hilang atau Esmeralda, yang bikin jengkel adalah Leicester (tentu saja), pihak Leicester masih sok jual mahal Riyad Mahrez padahal Riyad Mahrez (ada laporan) sudah ingin pergi dari Leicester, Roma terlihat serius dengan beberapa tawaran dan yang terakhir kubaca mencapai 35 juta euro, seharusnya (ini sekedar mengingatkan bahwa posisiku di sini adalah salah satu penggemar AS Roma, otomatis aku akan membela perbuatan yang dilakukan oleh manajemen AS Roma) Leicester terbuka untuk lantas menerima jangan malah bersikukuh di banderol mencapai tidak kurang dari 40 juta euro, kesenjangan harganya juga tidak terlalu jauh dari tawaran yang Roma layangkan, terus mestilah ingat pula bagaimana jasa seorang Riyad Mahrez untuk Leicester di musim 2015/2016 (membawa gelar juara Liga Primer Inggris), mengingat jasa Riyad Mahrez seharusnya Leicester mengerti apa yang diinginkan oleh Riyad Mahrez, jangan malah bikin peminat jadi lamat-lamat berangsur pergi, syukurlah Roma masih tetap bertahan untuk melakukan komunikasi transfer, tetapi sekali lagi, kembali ke awal: Sesungguhnya Roma Sudah Punya Cengiz Under. Wew ah!

Sila dibaca juga ini brother: Cengiz Under, Aceng El Bandito.

Thursday, August 3, 2017

Berita AS Roma Mengincar Emre Mor

Embed from Getty Images
Pemirsa--ini pura-puranya aku menjadi pembawa acara berita di televisi, dan bukan bermaksud meniru Mas Tukul, tapi tolong jangan bayangkan pula Jeremy Teti. Dikabarkan AS Roma kehilangan kesabaran dengan komunikasi transfer yang telah dilakukan bersama Leicester City untuk mendapatkan penyerang sayap Riyad Mahrez, incaran Giallorossi untuk pos pengganti Mohamed Salah mulai menargetkan penyerang sayap muda Emre Mor yang saat ini bermain untuk Borussia Dortmund, Emre Mor sendiri dalam bursa transfer terlihat sangat dekat kepindahan ke Fiorentina, tadi malam ada laporan keluar dari Skandinavia bahwa Emre Mor telah menyetujui persyaratan untuk transfer ke La Viola Fiorentina senilai 13 juta euro ditambah bonus sebesar 2 juta euro. Akan tetapi, berdasarkan surat kabar Jerman Bild dan Sky Sport Italia menulis bahwa Giallorossi telah masuk menyalip dengan tawaran sebesar 20 juta euro untuk mendapatkan pemain muda berkebangsaan Turki itu. Manuver transfer yang dilakukan oleh AS Roma ini, sebab Giallorossi masih belum menemukan pengganti Mohamed Salah yang dijual ke Liverpool. Target transfer AS Roma sebelumnya untuk pos pemain sayap kanan ini, yaitu Riyad Mahrez dari Leicester City seperti mengalami kebuntuan dikarenakan Leicester City bersikukuh mematok harga transfer Riyad Mahrez senilai lebih dari 40 juta euro, sedangkan incaran AS Roma lainnya Lucas Vazquez dari Real Madrid dikabarkan Real Madrid sudah menolak tawaran senilai 30 juta euro yang dilayangkan oleh AS Roma.

Demikian sekilas info dalam Roma fight Fiorentina for Mor? di laman Football-Italia (tayang 2 Agustus 2017). Kira-kira semangatnya begitu pemirsa.

Sila dibaca juga ini brother: Berita Tawaran Terakhir Roma untuk Mahrez.

Wednesday, August 2, 2017

Bek Tengah Rodrigo Caio, Perpaduan Fazio dan Moreno

Embed from Getty Images
Bener memang, kalau Roma masih membutuhkan setidaknya satu bek tengah bagus pasca kehilangan bek tengah Antonio Rudiger (dijual ke Chelsea), dan itu sedang dilakukan oleh manajemen Roma (dalam hal ini Monchi) untuk mencari profil yang ngepas, satu bek tengah tambahan untuk menjadi Gladiator Roma. Ini ketahuan, sebab di dalam pemberitaan, sudah ada beberapa nama bek tengah yang menjadi pemain incaran AS Roma, salah satunya adalah Rodrigo Caio bek tengah Sao Paulo di tanah Brasil. Ini (Rodrigo Caio) menurut sudut pandangku, ia adalah bek tengah yang menarik. Usianya masih bisa dikatakan muda, yakni 23 tahun (tapi sudah masuk timnas Brazil). Rodrigo Caio pun bisa ditempatkan sebagai gelandang bertahan, justru aku curiga di awal mula karirnya sebagai pemain sepakbola posisi ini yang menjadi tempat di mana ia biasa bermain (tetapi kurang yakin juga), ini sebagai gambaran untuk menunjukkan bahwa ia punya intelejensi di dalam hal menjadi sosok benteng di sistem pertahanan, dan memang bener kalau Rodrigo Caio selain kuat sebagai benteng pun juga bagus dalam memberikan umpan, ini beneran aku jadi teringatkan kepada dua bek tengah AS Roma yakni Federico Fazio dan Hector Moreno. Lebih tepatnya perpaduan, ketangguhan (dalam hal ini bisa dalam bentuk semisal body balance) adalah seperti Fazio, sementara umpan yang bagus lebih cenderung bagaikan Moreno. Yang tentunya, indikator, kuat dan cerdas dan kalem, adalah beberapa atribut yang memang sudah dimiliki oleh Federico Fazio maupun Hector Moreno, bila kemudian datang Rodrigo Caio maka ini akan menjadi mempertegas kekuatan lini bertahan AS Roma, dan atau bisa juga dijadikan sebagai pembinaan (mengingat usia Caio yang masih bisa dikatakan muda, sementara Fazio dan Moreno usianya mendekati bisa dikatakan menjelang tua: Fazio saat ini 30 tahun dan Moreno saat ini 29 tahun) untuk masa depan AS Roma di sektor bek tengah. Kelebihan lainnya yang dimiliki Caio, ia berpotensi untuk menjadi libero yang berkualitas (semisal dalam format tiga bek di belakang, dan ia yang bertindak sebagai sweeper), kalau dalam sepakbola Brasil (mengingat Rodrigo Caio berkebangsaan Brazil) tidak terlalu kental dengan seorang Libero, tapi kalau di tanah Italia amat kental (menurutku) maestronya adalah Franco Baresi, dan Leonardo Bonucci (yang saat ini menjadi bek tengah Milan) hampir mendekati, ini maksudku adalah Rodrigo Caio berpotensi mempunyai kharisma Baresi dan atau Bonucci di persepakbolaan Italia (sekiranya berhasil dijadikan oleh Monchi sebagai Gladiator Roma).

Sila dibaca juga ini brother: Sekedar berita aku sudah melupakan Antonio Rudiger dan sebuah olokan.

Tuesday, August 1, 2017

Abang Pilih yang Mana Mahrez atau yang Lain?

Ini kebetulan aku sambil sedang mendengarkan lagu dangdut kekinian Perawan atau Janda (yang nyanyi Cita Citata). Bagus ya lagunya, enak didengar. Suka juga dengan video klipnya, nyenengin lihatnya (apalagi pas adegan Cita Citata berakting yang sebagai janda). Suka banget pas denger (dan juga lihat) Cita Citata bernyanyi ini. "Kalau Abang pilih janda, sudah pasti lebih dewasa, sudah bermain cinta, banyak pengalamannya." Ini bisa aku benturkan dengan pertanyaan seorang teman. "Abang pilih yang mana Mahrez atau yang lain?" Kalau Abang pilih yang selain Mahrez sudah tentu masih belum jelas masih meraba-raba belum teruji kualitasnya, kalau Abang pilih Mahrez sudah pasti lebih dewasa (bisa diartikan sebagai usianya yang sudah matang, Mahrez saat ini berusia 26 tahun), sudah bermain cinta (bisa diartikan sebagai Mahrez pernah memenangkan gelar juara di Liga yang bergengsi dan pernah menjadi pemain terbaik di Liga itu, yakni membawa Leicester City juara Liga Primer Inggris 2015/2016 dan menjadi pemain terbaik Liga Primer Inggris 2015/2016), banyak pengalamannya (pengalaman Mahrez di musim kemarin di Liga Champions bisa menjadi sinyalemen). Riyad Mahrez tentu saja ini merupakan pilihan yang lebih menggoda ketimbang yang lainnya (nama-nama lain yang sempat diberitakan sebagai pemain incaran AS Roma untuk pos penyerang sayap pengganti Mohamed Salah). Akan bikin gairah AS Roma dalam meraih gelar menjadi menggebu, aku prediksi bisa bener begitu, Riyad Mahrez punya kualitas itu. Dalam permainan tim Riyad Mahrez merupakan pemain yang punya pengaruh besar, dan itu sudah terbukti di Leicester, profil pemain seperti ini akan secara logika dapat mempermulus langkah mendapatkan gelar. Kita sebenarnya bukan hanya kehilangan Mohamed Salah dalam diri seorang pemain yang punya pengaruh cukup besar, melainkan kita telah kehilangan sosok pemain yang pengaruhnya benar-benar besar: siapa lagi kalau bukan Pangeran Roma Francesco Totti yang saat ini menjabat sebagai direktur. Sehingga pertanyaan Abang pilih yang mana Mahrez atau yang lain? Benerlah, kudu pilih Riyad Mahrez, kecuali ada pilihan lain yang berpotensi untuk menjadi kejutan (pilihan yang tidak terendus media, yang belum kubaca ada beritanya), semisal Angel Di Maria (dan yang sejenis).

Sila dibaca ini juga brother: Membayang Pilihan Selain Riyad Mahrez untuk Roma.

Monday, July 31, 2017

Menyorot Permainan Cengiz Under Roma Saat Melawan Si Nyonya Tua di Amerika

Sudah aku duga, kalau Aceng (Cengiz Under) akan bagai menganggap Si Nyonya Tua sebagai jablay, walaupun secara keseluruhan Roma kalah adu penalti lawan Juventus dalam International Champions Cup di Amerika (tur pra musim): Roma 1 vs 1 Juventus (4-5 adu penalti). Pertandingan berjalan, menurutku (aku nonton langsung secara streaming pertandingan ini), sesuai dengan tajuk masih pra musim, terlihat kedua tim masih meraba-raba gaya permainan (dan atau mencoba beberapa pemain) di dalam taktiknya. Di sini, aku hanya ingin menyorot penampilan idola baru gue Cengiz Under, sebagaimana di laga lawan Tottenham sebelumnya, pada pertandingan lawan Juventus pun Aceng dimainkan di pertengahan babak kedua (sekitar menit enam puluhan), dan marilah aku mulai saja. Samar-samar aku masih ingat apa-apa yang terjadi mengenai Cengiz Under di lapangan, dari mulai masuk ke lapangan hingga Aceng menjadi penendang penalti kelima bagi AS Roma. Tidak jauh beda dengan penampilan pertamanya saat melawan Tottenham, begitu pun juga saat lawan Juventus, pergerakan Aceng enak dilihat, bagaimana ia menerima umpan seperti selalu mesti disodok oleh yang jaga, namun Aceng punya teknik untuk berkelit sehingga bola masih dalam kontrolnya dan atau berhasil diamankan dengan cara diumpan kembali kepada kawan, adapun saat di mana bola berhasil disodok namun itu menjadi pelanggaran sehingga bikin pemain lawan kena kartu kuning, kartu kuning ini mesti diterima oleh bek berpengalaman Chiellini saat kewalahan menjaga pergerakan Aceng yang mau meloloskan diri setelah mendapatkan umpan dari kawan, dan bukan saat itu saja Aceng dijatuhkan hingga menghasilkan pelanggaran namun masih ada lagi sebelumnya semisal bagaimana pergerakan Aceng yang hendak meloloskan diri dari kawalan lawan sembari menggiring bola namun Aceng kemudian terjatuh (pergerakan jatuhnya Aceng ini pun berkualitas ya, ini teknik menjatuhkan diri yang bagus) bikin wasit meniup peluit sementara yang jadi terdakwa adalah Sturaro (aku kurang ingat apa Sturaro kena kartu kuning apa enggak, tapi kelihatannya enggak, soalnya posisi Sturaro yang sebenarnya jadi dibikin seolah-olah Aceng yang dilanggar, tapi memang bener itu namanya pelanggaran, hanya saja sedikit berbeda posisi melanggarnya dengan situasi setelahnya yakni saat Aceng dilanggar oleh Chiellini). Kemudian lihatlah bagaimana Aceng melakukan tendangan penalti, bila misal menjadi pembandingnya adalah beberapa pemain Roma sebelumnya yang menendang penalti (Aceng menjadi penendang kelima), Tumminelo (sama-sama pemain muda) gagal melakukan tendangan penalti sebab tendangannya mampu ditepis oleh kiper lawan, Pellegrini tendangannya mampu pula kena tepis namun untungnya bola masuk ke dalam gawang, begitu pula dengan Juan Iturbe yang tendangannya mampu terbaca untungnya Iturbe nendangnya keras sehingga masuk ke dalam gawang, barangkali yang lebih mendingan adalah tendangan penalti yang dilakukan oleh Bruno Peres yang mampu mengecoh pergerakan kiper lawan (Bruno Peres menendang penaltinya agak lari di tempat terlebih dahulu beberapa saat sehingga gerakan itu memperdayai bacaan kiper lawan), dan lalu tiba giliran Aceng yang nendang penalti, sungguh aku melihat ketenangan dalam raut wajah Aceng saat melangkah mau nendang bola (padahal umurnya masih muda), kemudian yang terjadi adalah tendangan penalti Aceng tidak mampu terbaca oleh kiper Juventus, Aceng tendangan penaltinya gokil bak berondong tua (maksudnya masih muda tapi punya kekaleman pemain berpengalaman), ini maksudnya Aceng bagai menganggap Si Nyonya Tua sebagai jablay. Memang, penampilan Aceng tidak sempurna juga, semisal ada satu momen di mana Aceng mengumpan menyasar namun mengenai bek lawan, padahal kalau lebih sabar bisa jadi bagus umpan itu untuk kawan, namun umpan menyasar yang selanjutnya kupikir bagus ya walaupun tidak membuahkan gol (dan atau menjadi assist untuknya).

Sila dibaca juga ini brother: Aceng El Bandito Siap Menjajah Cinta Si Nyonya Tua di Amerika.

Sunday, July 30, 2017

Aceng El Bandito Siap Menjajah Cinta Si Nyonya Tua di Amerika

Ini adalah psy war untuk AS Roma vs Juventus di turnamen pra musim di Amerika: Aceng El Bandito siap menjajah cinta Si Nyonya Tua di Amerika. Ini menarik untuk aku gembar-gembor di warung ketika aku bertemu dengan tetanggaku penggemar Juventus yang sedang beli gorengan, malam-malam sekitar jam delapanan. "Jangan lupa nonton pertandingannya nanti dini hari jam tigaan." Aku membayang idola baru gue Cengiz Under dimainkan oleh pelatih Di Francesco saat melawan Juventus nanti. Mengingat bagaimana permainan Aceng di pertandingan sebelumnya lawan Tottenham (dalam laga debut Aceng), aku boleh yakin kalau Aceng akan mengulang (dan bahkan lebih baik) permainan yang mematikan untuk mencabik-cabik sistem pertahanan Si Nyonya Tua Juventus, bikin pelatih Allegri di pinggir lapangan berteriak-teriak ketus kepada bek-bek Juventus. Aceng akan menggila mengelabui pemain-pemain Juventus dengan beberapa teknik yang ia punya, ia akan kembali melayang di udara, aku amat curiga demikian akan menjadi nyata. Bagai di lirik lagu Berondong Gila (yang nyanyi Wina DH), Aceng akan mengganggap Si Nyonya Tua sebagai jablay, Aceng akan terlihat merayu kayak buaya darat, senekad kayak kucing garong, sok gokil bak berondong tua (ini tentu saja cocok dijadikan sebagai metafora bagaimana Aceng memainkan sepakbola yang menghibur dan bikin konyol lawan). Gembar-gemborku ini tentang Aceng bikin tetanggaku penggemar Juventus jadi ketar-ketir pengen pipis (ini sebagai kata pengganti untuk tetanggaku penggemar Juventus yang kebelet pengen buang hajat akibat terlalu banyak makan gehu dan bala-bala disertai cocolan mantap pada sambal gowang). Sehingga, gara-gara itu (tak tahan ingin pergi ke kakus), bikin tetanggaku penggemar Juventus, tak sempat mendebat argumentasiku yang bagus itu.

Sila dibaca juga ini brother: Cerita Cengiz Under Debut.

Saturday, July 29, 2017

Radja Menggenjot Si Nyonya Tua di Amerika Serikat

"Saat aku selesei menandatangani perpanjangan kontrak bersama Roma, puncak asmaraku kepada Roma semakin meningkat hingga ke langit, mendengar senin dini hari nanti akan ada main dengan Si Nyonya Tua, aku sudah tak sabar ingin segera menggenjot Si Nyonya Tua di Amerika Serikat." Itu bukan kata-kata Radja Nainggolan kepada media, melainkan hanya karanganku semata, di kepalaku sedang ada gambaran ini: pertandingan AS Roma vs Juventus yang kutahu jadwalnya Senin (31 Juli 2017) sekitar jam tiga dini hari WIB dalam Turnamen Pra Musim International Champions Cup 2017 di Amerika Serikat. Sementara kata-kata itu (pura-puranya Radja Nainggolan yang ngomong) sebagai psy war saja, biar seru (paling tidak bagiku sebagai salah satu dari orang-orang yang mencintai Roma dan sebagai follower Radja Nainggolan selaku Anti Juve). Ini akan menjadi pertandingan yang menarik untuk aku tonton (walaupun masih dalam laga pra musim, yang bisa dikatakan sebagai laga pemanasan untuk menghadapi ketatnya musim kompetisi yang akan dijelang), di satu sisi memang pertandingan AS Roma melawan Juventus adalah partai dua klub besar di Italia, di sisi lain pun aku ingin melihat aksi idola baru gue Aceng El Bandito (Cengiz Under), ini setidaknya menurut sudut pandang pribadiku kenapa pertandingan AS Roma vs Juventus di Gillette Stadium Boston layak ditonton. Masih terbayang di kepalaku mengenai kenangan indah kemenangan AS Roma melawan Juventus di kancah Serie A musim kemarin pada pekan ke 36 yang skornya 3-1. Saat itu Si Nyonya Tua bener-bener dibikin lemah tak berdaya, padahal saat itu adalah momen di mana bisa saja Juventus menggelar pesta Scudetto, tapi kenyataannya adalah Serigala Roma berhasil menggagahi Si Nyonya Tua (kalau aku misal berbicara dengan tetanggaku penggemar Juventus di warung, sudah pasti dengan fakta ini aku akan kemudian berbicara sambil menunjuk: maaf-maaf Juventus anda tidak bisa berpesta di tempat kami Bung, terus udud disambung). Oh tentu, aku masih ingat selebrasi yang dilakukan oleh Radja Nainggolan usai mencetak satu di antara tiga gol yang tercipta untuk Roma, gambarannya kira-kira begini. "Semalam aku bagai lelaki jones yang menemukan cinta, saudaraku. Dan tendanganku bagai anak panah yang melesat menyesakkan dada wanitaku. Berahiku bagai tersalurkan di malam pertama. Betapa bahagianya aku, bagai melihat betinaku lemas gemas tak berdaya oleh karena aku jantan adanya. Aku katakan pada kalian itu." Dan untuk sebentar lagi dalam pra musim di Amerika Serikat, curiga Si Nyonya Tua bakalan kembali disikat. Sementara Aceng, Ngacung!

Sila dibaca ini juga brother: Chelsea bagai hendak Kirim Aku Bunga untuk Rudiger-Nainggolan.

Membayang Pilihan Selain Riyad Mahrez untuk Roma

Aku jadi berpikir-pikir ketika membaca kata-kata Monchi dalam ‘Roma’s last offer for Mahrez’ di laman Football-Italia, ini intinya saja. "Mahrez adalah salah satu pilihan kami, tapi bukan satu-satunya pilihan." Kita tahu, bahwa target transfer AS Roma untuk pos pengganti Mohamed Salah, seolah menjelma menjadi Telenovela Riyad Mahrez, jadi terasa lama tamatnya, sampai aku menuliskan ini, belum tamat-tamat, apakah Mahrez jadi ke Roma apakah tidak, atau tetap bertahan di Leicester City, bisa jadi juga berakhir di berlabuh ke klub lain misal di Arsenal, dan spekulasi-spekulasi itu mungkin yang bisa dijadikan sebagai bahan terkaan untuk menimbang-nimbang kemungkinan yang akan terjadi dalam akhir Telenovela Riyad Mahrez. Di sini aku tertarik untuk membayang kemungkinan yang inferior, yaitu kemungkinan di mana Riyad Mahrez gagal didatangkan AS Roma di bursa transfer. Sebagaimana kata Monchi, bahwa Mahrez bukanlah satu-satunya pilihan di posisi ini (pos penyerang sayap kanan sebagai pengganti Mohamed Salah), sehingga menjadi menarik untuk kemudian mencari-cari siapa-siapa saja kira-kira yang dimaksud oleh Monchi sebagai pilihan selain Riyad Mahrez. "Dalam situasi Mahrez, ini sudah bukan rahasia lagi, dan yang lainnya tidak." Membaca itu, aku jadi penasaran dengan nama-nama yang lain yang tidak terendus oleh media (yang masih rahasia). Domenico Berardi, Suso, Gerard Deulofeu, Hakim Ziyech, Jose Izquierdo, Inaki Martinez, Lucas Moura, ini adalah beberapa nama yang sebelumnya diberitakan sebagai pemain incaran AS Roma untuk pos pengganti Mohamed Salah. Apakah akan ada nama lain sebagai kejutan? Ini yang menarik untuk kita tunggu, jika mengacu kepada kata-kata Monchi tentang salah satu cara ia bekerja di bursa transfer yakni ada yang sudah bukan rahasia lagi (dengan kata lain rame dalam pemberitaan), namun ada yang rahasia (tidak diketahui media, seperti yang terjadi pada situasi Hector Moreno). Mengenai yang rahasia ini, jujur (barangkali karena bukan pengamat profesional), sulit untuk aku membayangkannya siapakah orangnya, namun aku bisa meraba-raba, bahwa bila misal Riyad Mahrez gagal didapatkan, maka pilihan lain ada di sekitar profil penyerang sayap kanan yang punya kaki terbaiknya kaki kiri. Persis apa yang diinginkan oleh pelatih Di Francesco dalam Di Francesco: I'm expecting a big collective effort salah satu wawancara di laman resmi AS Roma. "Kami mencari penyerang sayap yang mempunyai kemampuan dengan kaki kiri yang bermain di posisi kanan." Oh tentu, kupikir nama-nama yang sebelumnya sudah beredar pun, masih terbuka untuk menjadi Gladiator Roma sebagai pengganti Mohamed Salah.

Sila dibaca ini juga brother: Demen penyerang sayap Riyad Mahrez sebagai pengganti Mohamed Salah.