Thursday, July 27, 2017

Tiga Fakta Menarik Tentang Riyad Mahrez Sebagai Penyerang Sayap Menarik untuk Roma

Riyad Mahrez Penyerang Sayap Menarik
Foto: Sky Sports
Seperti kebanyakan orang-orang yang mencintai Roma, aku pun sama mengharapkan direktur olahraga Monchi berhasil menjadikan Riyad Mahrez sebagai Gladiator Roma. Kita tahu bahwa di bursa transfer bulan Juli ini, manajemen Roma sedang dalam rangka (salah satunya) masih mencari pemain yang 'tepat' untuk menggantikan peran Mohamed Salah yang dijual ke Liverpool, dalam hal ini mencari pemain untuk mengisi pos pemain sayap kanan (dan atau penyerang sayap kanan), lebih luasnya mencari profil pemain yang bisa ditempatkan sebagai winger, playmaker, dan second striker (namun tetap yang menjadi posisi murninya adalah sebagai sosok yang fasih dalam bermain di lini serang di sektor sebelah kanan, intinya tidak kalah kualitas dengan Mohamed Salah yang musim kemarin telah memberikan pengaruh yang besar untuk lini serang AS Roma). Dan akhir-akhir ini (setelah sebelumnya terdapat beberapa nama calon untuk mengganti peran Mohamed Salah), pemberitaan mengabarkan manajeman Roma terlihat sedang fokus melakukan komunikasi transfer kepada Leicester City untuk mendapatkan penyerang sayap kanan Riyad Mahrez. Ini (Riyad Mahrez) tentulah bukan nama asing di posisi ini (pengganti Mohamed Salah), bahkan bisa dikatakan sebagai nama besar, orang-orang yang tergila-gila nonton bola (termasuk orang-orang yang mencintai Roma, dan tentu saja aku pun sebagai individu masuk di dalamnya) dalam dua tahun ke belakang tentunya bakalan faham kenapa Riyad Mahrez masuk ke dalam kategori sebagai mega bintang. Sehingga ketika membaca (atau mendengar) kabar mengenai ketertarikan AS Roma kepada Riyad Mahrez, di kali pertama berita itu muncul, sudah bikin kita siul-siul (membayangkan dan atau mendamba Riyad Mahrez jadi pemain baru AS Roma, seperti lelaki jones mau ketemuan sama macan ternak). Inilah yang kemudian memicu aku untuk mencari tahu alasan-alasan yang dapat dimengerti oleh akal, kenapa berita tentang ketertarikan AS Roma kepada Riyad Mahrez menjadi terasa binal (dalam sudut pandangku sebagai salah satu penggemar AS Roma, dan statusku sebagai lelaki jones bertahun-tahun lamanya yang terkadang suka membayang bisa berbenturan dengan macan ternak di pinggir jalanan ibu kota Italia). Dan itu pasti berkenaan dengan fakta menarik tentang Riyad Mahrez, disertai fakta bahwa pelatih Di Francesco dalam Di Francesco: I'm expecting a big collective effort (sebuah wawancara di laman resmi AS Roma) mengatakan Riyad Mahrez sebagai pemain yang menarik.

Ketemu (bukan menemukan macan ternak, melainkan menemukan fakta Riyad Mahrez yang menarik). Inilah Tiga Fakta Menarik Tentang Riyad Mahrez Sebagai Penyerang Sayap Menarik:

1. Musim 2015/2016 adalah musim yang menjadikannya mega bintang

Musim 2015/2016 adalah musim yang hebat bagi Leicester City (pada umumnya) di kancah Liga Primer Inggris, menjadi juara, dan Riyad Mahrez (pada khususnya) sebagai pemain mendapatkan penghargaan sebagai PFA Player of the Years musim 2015/2016 (gelar pemain terbaik Liga Inggris). Pengaruh Riyad Mahrez untuk Leicester, amat bagus, ia di musim 2015/2016 bersama Leicester menorehkan catatan mencetak 18 gol dan 10 assist dari 39 pertandingan. Inilah kupikir, kenyataan (atau fakta) yang menyebabkan Riyad Mahrez layak disebut sebagai mega bintang.

2. Berpengalaman main di Liga Champions

Kita tahu saat ini (musim 2017/2018) AS Roma akan bermain juga di kancah paling bergengsi di Eropa yakni Liga Champions, sehingga biar perjalanan AS Roma di kancah Liga Champions berlangsung menyenangkan, dibutuhkan figur yang tentunya sudah berpengalaman, dan Riyad Mahrez merupakan pemain yang sudah berpengalaman bermain di Liga Champions, setidaknya acuannya adalah di musim lalu (musim 2016/2017) Riyad Mahrez bermain di Liga Champions bersama Leicester City, sementara catatan Riyad Mahrez di musim lalu adalah ini: mencetak 10 gol dan 7 assist dalam 48 pertandingan di segala kompetisi bersama Leicester City (termasuk di dalamnya adalah kompetisi di Liga Champions). Ini poin pentingnya adalah sebuah gambaran bahwa Riyad Mahrez merupakan sosok pemain yang sudah berpengalaman (usia Riyad Mahrez saat ini 26 tahun, kelahiran 21 Februari 1991), dan tentu saja kenyataan ini pun menjadikannya menarik jika dibanding pemain-pemain incaran AS Roma lainnya, untuk perjalanan meraih gelar Scudetto juga.

3. Tipikal permainan Riyad Mahrez sebagai penyerang sayap kanan cocok dengan gaya serang pelatih Roma Di Francesco

Inilah maksud pelatih Di Francesco dalam Francesco: I'm expecting a big collective effort berkenaan dengan Riyad Mahrez sebagai pemain yang menarik, yakni: pemain dengan kaki kiri yang bermain di posisi kanan dan kami sedang mencari pemain dengan kemampuan seperti itu.

Itu. (Bayangkan Pak Mario Teguh sambil menunjuk layar televisi anda)

Sila dibaca ini juga brother: Berbagai alasan AS Roma menawar masih terlalu rendah harga Riyad Mahrez.

Wednesday, July 26, 2017

Cerita Cengiz Under Debut

Cengiz Under AS Roma
Foto: AS Roma
Penasaran dengan bagaimana aksi Cengiz Under melakoni pertandingan pertamanya bersama jersey Giallorossi, dan inilah yang menjadi motif daripada konten ini dibangun. Aku mengamati beberapa video di yutub (aku memang tidak nonton secara langsung pertandingannya), yang mempunyai judul Cengiz Under Debut. Kita sudah tahu, Cengiz Under telah melakukan pertandingan pertamanya bersama AS Roma saat melawan Tottenham dalam laga pra musim di Amerika Serikat. Ini (debut Cengiz Under bermain untuk AS Roma) walaupun masih dalam ajang pra musim, namun hasrat untuk menyaksikan Cengiz Under debut bersama AS Roma terasa menggebu (paling tidak bagiku yang sudah mendaku sebagai Ketua Perkumpulan Aceng El Bandito Menjaja Cinta). Dari awal aku sudah menduga, bahwa video tentang Cengiz Under Debut ini semua adegannya berfokus kepada Aceng, sesuai judulnya. Beberapa video kutonton secara langsung nyedot kuota, satu video sengaja aku downlod biar entar bisa ditonton berulang-ulang tanpa mesti takut nyedot kuota (hampir semua video tentang Cengiz Under Debut berpandangan sama). Sebelum menonton video yang telah disimpan, kupergi ke dapur dulu untuk mengambil beberapa potongan midog (midog: mie instan dicampur telor dibikin laksana fizza, tapi anda mungkin tidak akan menemukannya di restoran Italia). Sambil makan midog, kutonton Aceng beraksi dalam Cengiz Under Debut Tottenham vs AS Roma untuk yang kesekiankalinya (video berdurasi sekitar tiga menitan) tanpa mesti takut habis kuota (sebab sudah disimpan videonya di komputer). Pergerakan pertama yang bermakna adalah ketika Aceng mempunyai visi yang bagus dalam memberikan umpan terobosan mendatar dari tengah menuju kiri pertahanan lawan, namun sayang umpan Aceng terlalu dekat ke pemain bertahan lawan sehingga bek lawan dengan mudah mematahkan laju bola yang menyasar itu. Adegan kedua giliran Aceng yang mendapatkan umpan terobosan bagus, bukan mendatar melainkan melambung melewati barisan bek tengah lawan, dan pergerakan Aceng pun bagus sehingga ia mampu meloloskan diri dari sistem pertahanan dan lolos pula dari jebakan off side, Aceng berhasil menggiring bola hasil umpan tadi menuju mulut gawang lawan namun bek yang tadi sempat terkecoh mampu kemudian bergerak untuk mengejar Aceng, saat mendekati kotak penalti lawan Aceng yang dalam provokasi (pengejaran ketat) bek lawan coba kemudian menendang bola langsung ke gawang, ah namun sayang bola yang ditendang Aceng melenceng jauh ke tiang atas gawang (sebagaimana Aceng yang merasa kesal dengan tendangannya itu, aku pun sama, dan kulampiaskan dengan mencomot sepotong midog), ini peluang yang bagus sebenarnya, akan tetapi kelihatannya Aceng agak kurang sabar (atau sedikit terburu-buru, dan provokasi dari bek lawan juga punya pengaruh kepada bagaimana Aceng menendang bola). Beberapa adegan selanjutnya yang masih terbayang di kepalaku adalah memperlihatkan bagaimana Aceng memiliki kemampuan yang bagus dalam memainkan bola, dan pergerakannya gesit (barangkali kalau menurut pandangan pemilik warung di seberang rumahku, pemilik warung di seberang rumahku umurnya disinyalir saat ini berusia sekitar 45 sampai 50 tahunan, dan kelincahan Aceng di lapangan bakalan mengingatkannya kepada Diego Maradona), kelihatannya Aceng pada pertandingan itu dimainkan sebagai penyerang sayap kanan dan datang sebagai pemain pengganti di babak kedua. Teknik ini yang kemudian kurasakan bagai minum kopi buatan Macan Turki, yakni teknik di mana Aceng dalam kepungan lawan namun kemudian berhasil memberikan umpan dengan tumit kepada Bruno Peres (yang kemudian membikin Bruno Peres lari menyisir sisi kanan sambil menggiring bola hasil umpan ciamik Aceng), hampir saja aku lupa belum menceritakan bagaimana proses terciptanya gol pertama Aceng untuk AS Roma (bukan gol pertama pada pertandingan itu, melainkan gol pertama Aceng untuk AS Roma, walaupun dalam laga masih pra musim), inilah proses terciptanya gol yang dicetak Aceng: dari sisi kiri ada kawan umpan silang setengah mendatar ke jantung pertahanan lawan, maksudnya umpan itu untuk Tumminello, namun umpan itu keburu diblok dengan setengah akrobat oleh pemain lawan, nah tapi bola blok itu justru menjadi bola rebond untuk AS Roma, bagai datang dari belakang yang tak diduga tiba-tiba Aceng (dengan respon dan kecepatan) berhasil menyerobot bola liar di dalam kotak penalti lawan dengan sebuah tendangan yang mampu menggetarkan jala gawang lawan. Ini akan menjadi langkah awal yang baik untuk Aceng dalam nanti melakukan penjelajahan bersama AS Roma di kompetisi yang lebih ketat lagi, aku yakin Aceng akan menjadi berondong gila dalam kancah persepakbolaan Italia pada musim ini, dan orang-orang yang menggilai sepakbola curiga akan setuju jika aku nanti memanggilnya mesra dengan sebutan Aceng El Bandito. Lanjutkan Ceng!

Sila dibaca ini juga brother: Mengamati permainan Cengiz Under sebagai The New Paulo Dybala.

Lima Fakta Menarik Tentang Cengiz Under Sebagai Pemain Baru AS Roma

Lima Fakta Menarik Tentang Cengiz Under Sebagai Pemain Baru AS Roma
Foto: AS Roma
Konten Fakta Menarik Tentang Cengiz Under Sebagai Pemain Baru AS Roma ini dipicu oleh status fesbukku yang ini: Bagai anak burung melayang di udara, Aceng langsung cetak gol pertamanya di pertandingan pertamanya bersama AS Roma melawan Tottenham dalam tur pra musim di Amerika, seneng membaca beritanya. Aceng mencetak gol pertamanya untuk AS Roma sebagai pemain baru AS Roma di pertandingan pertamanya bersama AS Roma, ini adalah fakta, sehingga sebagai Ketua Perkumpulan Aceng El Bandito Menjaja Cinta (ini hanya pengakuanku sendiri saja, biar hatiku menjadi senang saja) aku terdorong untuk menuliskannya biar senantiasa mengingatnya. Dan lalu nemu judul yang ngepas, sebagaimana yang sudah anda baca sebagai judul di atas.

Dari awal aku sudah curiga bahwa Fakta Menarik Tentang Cengiz Under Sebagai Pemain Baru AS Roma ini materinya adalah hal-hal yang sebetulnya sudah tersaji di blog ini, namun jika nanti anda membaca tidak terdapat kreatifitas untuk konten ini maka aku sarankan kepada anda untuk mendingan menganggap konten ini sebagai rangkuman saja (atau boleh juga dianggap sebagai yang paling lengkap tentang pemain muda berbakat Turki Cengiz Under sebagai yang baru menjadi Gladiator Roma, terlengkap di blog ini maksudnya, bukan menyinggung blog lainnya walaupun ada peranan juga dari hasil baca-baca di situs lainnya).

Baiklah. Mendingan tidak usah panjang lebar berkata-kata lagi takutnya aku membikin anda menjadi jengah. Lima Fakta Menarik Tentang Cengiz Under Sebagai Pemain Baru AS Roma, inilah:

1. Tiba di bandara Fiumicino (untuk melakukan tes medis dan lalu penandatangan kontrak bersama AS Roma) dari Turki bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke 20

Cengiz Under pemain berkebangsaan Turki yang lahir pada tanggal 14 Juli 1997. Dalam Cengiz Under: 'Forza Roma!' di laman Football-Italia (tayang 14 Juli 2017). Di hari ulang tahunnya yang ke 20 ia terlihat bahagia dengan kata-katanya ini. "Aku bahagia. Sebuah petualangan baru dimulai untukku. Forza Roma!"

2. Didatangkan AS Roma di bursa transfer Juli 2017

Dalam Roma complete the signing of Cengiz Under di laman resmi AS Roma (tayang 16 Juli 2017). Diketahui bahwa AS Roma membeli Cengiz Under dari Istanbul Basaksehir FK di bursa transfer Juli 2017 dengan biaya transfer sebesar 13,4 juta euro ditambah bonus (tergantung situasi tertentu) sebesar 1,5 juta euro, dan Cengiz Under menandatangani kontrak berdurasi lima tahun bersama AS Roma hingga 30 Juni 2022 (Ditenggarai Cengiz Under di Roma mendapatkan gaji sebesar 1,2 juta euro per musim).

3. Datang sebagai Paulo Dybala dari Turki

Cengiz Under dalam beberapa bulan ke belakang (sebelum resmi didatangkan Roma, baru sampai dalam tahap pemain incaran AS Roma) digadang-gadang sebagai The New Paulo Dybala karena keahliannya dalam bermain bola persis Paulo Dybala pemain berkebangsaan Argentina (Paulo Dybala saat ini bermain di Juventus). Posisi murninya adalah sebagai winger, namun bisa juga berperan sebagai playmaker dan juga striker. Berkat aksinya bersama klub di tanah Turki Istanbul Basaksehir, ujaran-ujaran menyebutkan bahwa ia merupakan salah satu bakat muda terbaik di Eropa, sehingga bikin (termasuk AS Roma) klub-klub besar Eropa (Arsenal, Chelsea, Manchester United, Manchester City, dan Juventus) pada naksir. Dan tapi pada faktanya adalah, AS Roma yang keluar sebagai pemenang dalam perburuan mendapatkan Cengiz Under. (Untuk poin ini aku setuju sekali bahwa benarlah Cengiz Under bagai Paulo Dybala, sehingga pantas dijuluki sebagai Paulo Dybala dari Turki, aku sudah menonton aksinya yang sebelum berjersey AS Roma, dan aku amat setuju dengan kata-kata Cengiz Under berkenaan dengan dirinya sendiri dalam I'm ready to fight for a starting spot di laman resmi AS Roma: Aku adalah pemain tim dengan teknik bagus, kecepatan dan kemampuan menggiring bola.)

4. Kata pelatih Di Francesco Cengiz Under kudu belajar bahasa Italia dan kata senior Perotti kudu berlatih untuk membentuk beberapa otot

Dalam berita berjudul Di Francesco confirms Cengiz? di laman Football-Italia (tayang 13 Juli 2017), pelatih Eusebio Di Francesco menjawab pertanyaan tentang transfer Cengiz Under menuju AS Roma. "Cengiz orang Turki dan ia mesti belajar bahasa Italia. Kami mesti siap membantunya. Sepakbola di tanah Italia adalah jenis sepakbola yang berbeda dari Turki, namun ia mempunyai beberapa kualitas yang bagus untuk memudahkannya beradaptasi." Dan yang ini kata-kata senior Perotti dalam ‘Under is very strong’ di laman Football-Italia (tayang 24 Juli 2017) kepada Roma TV. "Cengiz amat kuat. Ia mempunyai kaki kiri yang bagus, ia cepat, barangkali ia agak kecil dan tidak memiliki banyak pengalaman dalam beradu badan. Ia mesti lebih banyak melakukan latihan otot, namun anda bisa melihat dengan baik ketika seseorang itu bagus, kami mengerti bahwa ia akan menjadi pemain penting bagi kami."

5. Cengiz Under mencetak gol pertamanya dalam balutan jersey AS Roma dalam pertandingan pertamanya untuk AS Roma melawan Tottenham di laga Pra Musim di Amerika

Dalam Recap: Cengiz scores first goal as Giallorossi win thriller yang kubaca di laman resmi AS Roma (tayang 26 Juli 2017), diberitakan bahwa pemain pengganti di babak kedua Cengiz Under meraih gol pertamanya untuk Roma pada pertengahan babak kedua. Skor akhir berkesudahan: Tottenham 2 vs 3 AS Roma. Aceng telah mencetak gol pertamanya bersama jersey Giallorossi pada menit 70' di Red Bull Arena New Jersey Amerika ke gawang Tottenham sebagai pemain pengganti dalam tur pra musim AS Roma.

Hidup Aceng El Bandito!

FORZA ROMA!

Sila dibaca juga ini brother ada hubungannya dengan lahirnya kata Ketua Perkumpulan Aceng El Bandito Menjaja Cinta: Kami mengerti bahwa ia akan menjadi pemain penting bagi kami.

Tuesday, July 25, 2017

Dua pemain masa depan Italia merapat ke Juventus

Alessandro Del Piero Italia
Foto: Sky Sports
Aku pernah membaca berita berjudul ‘Sorry for Totti, Juve buy Italian’ di laman Football-Italia (tayang 19 Mei 2017), kemudian aku menuliskan beberapa pengetahuan yang kuperoleh dari ‘Sorry for Totti, Juve buy Italian’ namun aku sama sekali tidak membahas tentang 'Juve buy Italian'. Dalam Juve buy Italian inilah pengetahuan itu, tentang kata-kata Del Piero ini. "Apa aku akan memberikan rekomendasi kepada Juventus untuk membeli pemain? Sesudah sebuah kampanye besar mendatangkan pemain asing, aku berharap Juventus bisa selalu bersama orang Italia, seperti kebijakan transfer yang suka mereka lakukan." Del Piero menyorot tentang pergerakan bursa transfer Juventus di beberapa musim sebelumnya, di mana Juventus mendatangkan beberapa pemain asing (bukan berkebangsaan Italia) seperti: Paulo Dybala, Juan Cuadrado, Alex Sandro, Marko Pjaca, Miralem Pjanic, Mehdi Benatia, Dani Alves, Tomas Rincon, dan Gonzalo Higuain. Ini sebagai gambaran maksud dari Del Piero sebagai 'sesudah sebuah kampanye besar', yang memang telah bikin Juventus meraih beberapa gelar (minus gelar Liga Champions, hanya sampai Final saja, atau kalah di Final Liga Champions kemarin melawan Real Madrid). Nah, kelihatannya di bursa transfer musim panas ini, saran Del Piero seperti didengarkan, setidaknya baru-baru ini Juventus telah kedatangan dua pemain baru berkebangsaan Italia yang bukan sembarang berkebangsaan Italia melainkan sudah berpengalaman bermain di timnas Italia, inilah dua pemain masa depan Italia yang merapat ke Juventus: Mattia De Sciglio dan Federico Bernardeschi.

Mattia De Sciglio telah resmi jadi pemain Juventus dibeli dari AC Milan dengan biaya transfer sebesar (dari hasil riset baca-baca) 12 juta euro (dibayar secara nyicil dalam jangka waktu tiga tahun pembayaran) ditambah bonus 500 ribu euro tergantung situasi tertentu (performa De Sciglio di Juventus). De Sciglio saat ini berusia 24 tahun, sebagai bek sayap kiri kanan okey adalah posisi di mana ia bermain. Ia tentu saja bukan nama yang asing bagi timnas Italia, ia sudah langganan bermain di timnas Italia. Jika mengamati situasi Juventus yang telah kehilangan bek sayap kanan Dani Alves, maka patut diduga bahwa Mattia De Sciglio dipersiapkan untuk menggantikan peran Dani Alves yang hengkang ke PSG.

Federico Bernardeschi telah resmi jadi pemain Juventus dibeli dari Fiorentina dengan biaya transfer sebesar 40 juta euro (yang berpotensi meningkat menjadi 45 juta euro, dan ini juga dibayar secara nyicil dalam jangka waktu tiga tahun pembayaran). Bernardeschi saat ini berusia 23 tahun, sebagai penyerang sayap kanan di mana ia biasa bermain. Namun begitu sebetulnya sebagai penyerang sayap Bernardeschi fleksibel, bisa ditempatkan di segala lini serang dengan kekuatan kaki terbaik ada di kaki kirinya. Dalam 'Bernardeschi and Borja Valero want out' (sebuah judul berita di laman Football-Italia, tayang 4 Juli 2017) Alessandro Del Piero berkata. "Federico? adalah bagian dari warisan sepakbola Italia..." Ini (warisan sepakbola Italia) bisa ditafsirkan sebagai pemain sepakbola yang mempunyai karakteristik teknis dan kualitas yang bagus bercita rasa Italia (sebagai pemain bernomor punggung 10). Federico (maksudnya Bernardeschi) adalah salah satu pemain muda berbakat yang dimiliki Italia, sebagai pemain masa depan Italia (dan sudah masuk timnas Italia, di era Antonio Conte kemarin Bernardeschi memang belum menjadi penghuni inti melainkan suka muncul sebagai pemain pengganti, namun di era Gian Piero Ventura saat ini berpotensi berkembang untuk menjadi penghuni inti). Federico Bernardeschi mempunyai kapasitas sebagai pemain bola (dalam hal ini sebagai penyerang sayap yang fleksibel, bisa juga ditempatkan di posisi gelandang tengah di antara dua striker, pun bisa dijadikan sebagai second striker), ia mempunyai kecepatan, kengototan, kreativitas, serta ditunjang dengan visi yang bagus dalam memberikan umpan sebagai kekuatan. Bersama Fiorentina di musim kemarin (musim 2016/2017), Federico Bernardeschi telah mencatatkan 11 gol dari 32 penampilan di kancah Serie A, gol yang ia ciptakan berasal dari kaki kiri.

Coba anda bayangkan dalam posisiku sebagai salah satu penggemar AS Roma (yang tapi pemain idola anda adalah Alessandro Del Piero dan saat ada Piala Dunia atau Piala Eropa suka dukung timnas Italia), sementara apa yang tersaji di atas adalah sebagai materi tetanggaku pengemar Juventus, aku curiga anda pasti bakalan mengantuk persis orang tua yang mengantuk denger khotbah jumatan, setidaknya begitulah yang kurasakan ketika tetanggaku penggemar Juventus berkhotbah demikian di warung (padahal sambil ngopi).

Sila dibaca ini juga brother ada hubungannya dengan ‘Sorry for Totti, Juve buy Italian’:  Del Piero merasa Sedih atas situasi Spalletti-Totti, dan jika akhirnya Scudetto della Roma.

Monday, July 24, 2017

Perotti: Kami mengerti bahwa ia akan menjadi pemain penting bagi kami

Cengiz Under AS Roma
Foto: AS Roma
Bayangkan anda mempunyai kebun singkong di pinggir lapangan, bisa saja karena kebun singkong anda tidak dilindungi pagar, di suatu sore ada anak-anak yang sedang bermain bola di lapangan, belum juga anda menyuruh itu anak-anak yang main bola untuk bergeser. "Rada jauhan Jang maraen bolana (Jauhan sedikit main bolanya)." Karena takut bola merusak kebun singkong, eh baru juga ngomong 'rada jauhan' belum sampai 'maraen bolana' itu tendangan keburu melenceng tepat ke kebun singkong anda. Aku tidak akan menanyakan bagaimana perasaan anda? Melainkan hal ini akan kemudian aku hubungkan dengan situasiku. Coba anda melakukan pendekatan yang sama untuk membayangkan situasiku tentang idola baru gue Cengiz Under, baru juga semalam diomongkan eh siangnya ada berita baru (dari aku menuliskan konten ini). Kalau anda ingin tahu bagaimana perasaanku, maka perasaanku adalah senang, dan menyambutnya dengan segelas kopi. Aku curiga, perasaanku akan berbeda dengan perasaan anda (anda yang tadi membayang jadi pemilik kebun singkong di pinggir lapangan). Baiklah. Segelas kopi sudah stand bye. Marilah aku membaca berita berjudul ‘Under is very strong’ di laman Football-Italia (tayang 24 Juli 2017). Poin pentingnya adalah tentang perkataan Diego Perotti berkenaan dengan pemain AS Roma yang baru didatangkan dari Turki (yang berlabel pemain muda berbakat Turki) Cengiz Under. Beginilah kata Perotti yang disampaikan kepada Roma TV. "Cengiz amat kuat. Ia mempunyai kaki kiri yang bagus, ia cepat, barangkali ia agak kecil dan tidak memiliki banyak pengalaman dalam beradu badan. Ia mesti lebih banyak melakukan latihan otot, namun anda bisa melihat dengan baik ketika seseorang itu bagus, kami mengerti bahwa ia akan menjadi pemain penting bagi kami." Tuh kan. Kata-kata Perotti tentang Cengiz Under ini mempunyai semangat yang sama (atau senada) dengan kata-kata pelatih Di Francesco dalam Di Francesco confirms Cengiz? dan juga sebagaimana yang diaku sendiri oleh Aceng (Cengiz Under maksudnya, Aceng adalah panggilan akrabku kepadanya) dalam I'm ready to fight for a starting spot. Dan bener kata Perotti, tentang Aceng yang butuh beberapa otot (latihan otot), sebab dalam I'm ready to fight for a starting spot (judul artikel di laman resmi AS Roma tentang wawancara pertama Cengiz Under sebagai pemain baru AS Roma) seingatku Aceng memang mengakui juga dengan berkata. "Aku pikir yang paling dapat kuperbaiki adalah sisi fisik permainanku." Sebagai penggemar Aceng (dan malah aku membayangkan diriku ini sebagai Ketua Perkumpulan Aceng El Bandito Menjaja Cinta, sebagai wadah untuk orang-orang yang menggemari Cengiz Under di manapun anda berada) saat ini aku hanya bisa berpesan kepadanya. "Dengerin Ceng apa kata pelatih dan senior-seniormu di AS Roma, pelatih bilang harus belajar bahasa Italia maka lakukanlah, senior bilang perlu beberapa otot di tubuhmu maka dengarkanlah juga, dengan mendengarkan pelatih dan senior akan bikin kamu cepat beradaptasi dengan sepakbola di tanah Italia untuk kemudian menjadikan dirimu sesegera mungkin menjadi pemain penting bagi AS Roma, bikin bulu roma lawan menjadi merinding sehingga mereka mendampratmu sebagai berondong gila, dan kami (Perkumpulan Aceng El Bandito Menjaja Cinta) akan bangga dengan memanggilmu takjub sebagai Aceng El Bandito."

Sila dibaca juga ini brother: Cengiz Under, Aceng El Bandito.

Cengiz Under, Aceng El Bandito

Cengiz Under pemain muda berbakat Turki
Foto: AS Roma
Dalam berita berjudul Di Francesco confirms Cengiz? di laman Football-Italia (tayang 13 Juli 2017), pelatih Eusebio Di Francesco menjawab pertanyaan tentang transfer Cengiz Under menuju AS Roma. "Cengiz orang Turki dan ia mesti belajar bahasa Italia. Kami mesti siap membantunya. Sepakbola di tanah Italia adalah jenis sepakbola yang berbeda dari Turki, namun ia mempunyai beberapa kualitas yang bagus untuk memudahkannya beradaptasi." Ya, aku sedang ingin membahas mengenai pemain muda bertalenta Turki Cengiz Under (berusia 20 tahun) yang baru didatangkan AS Roma dari Istanbul Basaksehir FK pada musim ini dengan biaya transfer sebesar 13,4 juta euro ditambah bonus (tergantung situasi tertentu) sebesar 1,5 juta euro, dan Cengiz Under menandatangani kontrak berdurasi lima tahun bersama AS Roma hingga 30 Juni 2022 (pengetahuan harga transfer ini kudapatkan dari judul berita Roma complete the signing of Cengiz Under di laman resmi AS Roma tayang 16 Juli 2017.) Masih terngiang di kepala kata-kata pemain muda berbakat Turki Cengiz Under dalam I'm ready to fight for a starting spot (wawancara pertama Cengiz Under di laman resmi AS Roma sebagai rekrutan anyar Giallorossi). "Aku adalah pemain tim dengan teknik bagus, kecepatan dan kemampuan menggiring bola." Serta pula bagaimana Cengiz Under memainkan sepakbola yang kutonton di yutub (video bermain bola sebelum Cengiz Under bermain di Roma). Menurut pengamatanku, Cengiz Under ini berpotensi untuk jadi berondong gila dalam persepakbolaan Italia, tinggal rubah penampilan saja biar terkesan bajingan, rambut dibikin gondrong persis Totti di tahun dua ribu satu, kumis agak dipertegas dengan gaya kumis el bandito, sementara itu jenggot mirip ustaz Yusuf Mansyur mendingan dibuang aja, biar entar nakal dipanggil: Aceng El Bandito. Ia berpotensi untuk bikin bulu roma lawan menjadi merinding, dengan beberapa aksinya yang kayak dilirik lagu Berondong Gila (yang bikin Wina DH bernyanyi merindinglah bulu roma ku): merayu kayak buaya darat, senekad kayak kucing garong, sok gokil bak berondong tua. Lihatlah nanti aksi idola baru gue saudara-saudara, pemain muda berbakat Turki yang telah menjadi Gladiator Roma, Si nomor punggung 17 dalam balutan jersey Giallorossi, bakal bikin kesal lawan, bagai Wina DH kesal bilang apa kamu kira aku ini jablay dalam lagu dangdut Berondong Gila, jika sudah begitu adanya nanti anda jangan sungkan untuk menyebutnya: Aceng El Bandito.

Sila dibaca juga ini brother: Membaca optimisme dan kepercayaan diri Cengiz Under.

Daniele De Rossi Pangeran Roma saat ini dan tentang mewujudkan mimpi AS Roma Scudetto musim ini

Daniele De Rossi Kapten Roma
Foto: AS Roma
Suatu siang (yang tengah hari bolong) di kampungku sedang ada perbaikan jalan (menutup lubang yang bolong di beberapa tempat yang menclok sana menclok sini), suatu siang yang bertepatan dengan tanggal lahir pemain AS Roma kawakan Daniele De Rossi (tanggal 24 Juli 1983). Sehingga aku jadi tertarik untuk memberikan sedikit ceramah kepada seorang kuli yang sedang bertugas sebagai tukang aduk, dan posisiku duduk di sampingnya yang terlihat sedang sibuk. Materi ceramahnya tentu saja kultum tentang Daniele De Rossi. Anda harus tahu sejak AS Roma ditinggal Francesco Totti pensiun (saat ini Totti telah resmi pensiun dari main bola dan lalu menjadi direktur di AS Roma), maka yang menjadi Pangeran Roma selanjutnya adalah Daniele De Rossi. Sebagaimana Francesco, Daniele pun lahir dari akademi muda AS Roma. Kalau Francesco besar sebagai striker, sementara Daniele besar sebagai gelandang jangkar. Sebagai gelandang The Destoyer, Daniele De Rossi adalah nama besar. Anchor Man sejati, dari penampakannya Serigala Roma seolah bersemayam di dalam hati. Daniele mempunyai kemampuan Man Marking yang bagus, yang bisa bikin pemain lawan jadi ketus. Daniele mampu menjalankan perannya dengan baik sebagai seorang yang bertanggung jawab untuk memutus serangan lawan di awal-awal, bikin pelatih lawan di pinggir lapangan jadi kesal. Selain piawai dalam permainan fisik, ia pun bagus dalam permainan umpan yang asyik, mendadak bikin kiper lawan langsung sibuk, sebab berkat umpan lambung jarak jauh dari tengah menuju langsung ke daerah kotak penalti yang dilakukan Daniele De Rossi demikian terukur, tinggal bikin kawan (biasanya sebagai penyerang atau winger) langsung sujud syukur (metafora dari tinggal menceploskan bola ke dalam gawang atau tinggal berhadap-hadapan dengan kiper, dan gol pun tercipta berkat assist dari Daniele). Daniele pun bagus dalam melakukan tendangan jarak jauh dari luar kotak penalti, pun dengan mengambil tendangan bebas. Daniele selalu punya fighting spirit. Daniele De Rossi pemimpin sejati Roma saat ini, ia adalah Pangeran Roma saat ini. Dan anda harus tahu, bahwa saat ini, tanggal 24 Juli adalah hari ulang tahun Daniele De Rossi yang ke 34 tahun, aku ingin mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya. "Kapten, selamat ulang tahun, saat ini anda adalah Pangeran Roma, musim ini adalah kesempatan anda untuk mewujudkan mimpi anda, meraih gelar Scudetto bersama AS Roma sebagai kapten. Fighting!"

Sila dibaca ini juga brother: Daniele De Rossi jangan kau pergi dari Roma.

Bek kanan AS Roma Rick Karsdorp Si Kereta Api

Bek kanan AS Roma Rick Karsdorp Si Kereta Api
Foto: AS Roma
Malam minggu kemarin aku membicarakan pemain baru AS Roma Rick Karsdorp dengan tetanggaku penggemar Juventus di warung, kami nongkrong di warung berdua saja sambil ngopi dan makan beberapa goreng pisang. Ini tidak didasari apa-apa, tiba-tiba saja aku ingin membicarakan tentang pemain baru AS Roma Rick Karsdorp bek kanan berkebangsaan Belanda. Anda (ini maksudnya aku sudah mulai berbicara kepada tetanggaku penggemar Juventus) harus tahu kalau Rick Karsdorp mempunyai julukan Kereta Api (pengetahuan ini kudapatkan ketika aku membaca artikel berjudul Karsdorp's first interview at Roma: 'I want to test myself against the best' di laman resmi AS Roma). Coba anda bayangkan, Rick Karsdorp Si Kereta Api. Bayangkan sebuah kereta api, yang kali pertama terbayang di kepalaku adalah fisiknya, yakni kuat. Kemudian yang kali kedua terbayang adalah kata ini, yakni cepat. Inilah bek kanan AS Roma untuk musim ini, kuat dan cepat. Direktur olahraga Roma yang diketahui namanya Monchi dalam Roma complete Karsdorp capture (masih kubaca di laman resmi AS Roma) berkata. "Walaupun masih muda, tetapi Rick telah menunjukkan talenta yang hebat. Kami senang bisa mendatangkannya dan dengan berbagai atribut yang ia miliki, ia akan cocok dengan gaya bermain Eusebio Di Francesco." Saat ini usia Rick Karsdorp masih 22 tahun, tapi masuknya bek kanan muda berbakat, dan fitur-fitur (dalam hal ini termasuk kuat dan cepat) yang ia punya akan cocok untuk skema permainan pelatih Di Francesco. Dalam Karsdorp's first interview at Roma: 'I want to test myself against the best', Rick Karsdorp sempat membuka diri mengenai atribut yang ia punya, sebagaimana tadi sudah diungkap (kuat dan cepat), selain itu ia pun mendaku kalau awalnya ia bermain sebagai gelandang serang (sampai usia 18 hingga 19 tahun) lalu ia beralih posisi ke bek kanan yang rajin membantu serangan, selain itu ia pun mendaku mempunyai tembakan yang baik. Anda barangkali bertanya, dari mana julukan sebagai kereta api muncul kali pertama disematkan kepada bek kanan AS Roma Rick Karsdorp? Dan memang dalam Karsdorp's first interview at Roma: 'I want to test myself against the best' ada pertanyaan yang menyinggung itu. Rick menjawab: kadang aku menggiring bola dari pertahanan sampai ke depan di sisi sayap untuk melewati beberapa pemain lawan, sehingga orang-orang (di Belanda) memanggilku Kereta Api, menggiring bola disertai kecepatan oleh karenanya mereka menjulukiku sebagai Kereta Api. Anda bisa bayangkan (ini aku sambil mencomot goreng pisang), bek kanan AS Roma musim ini adalah Rick Karsdorp Si Kereta Api. "Tuut... Tuuutt," begitulah bunyinya.

Sila dibaca ini juga brother: Rick Karsdorp mendarat di Roma.

Sunday, July 23, 2017

Terdapat masalah bermakna di Juventus yang menyebabkan Bonucci dan Alves hengkang

Bonucci Alves
Foto: Daily Post
Ini menarik untuk aku singgung-singgung (sebagai salah satu penggemar AS Roma yang anti Juve) ketika membaca berita-berita yang berkenaan dengan kepergian Leonardo Bonucci dari Juventus ke AC Milan dan kepergian Dani Alves dari Juventus ke PSG, ini menurutku sebagai sebuah aib yang bisa melunturkan kehormatan Juventus (paling tidak dalam pandangan penggemarnya atau setidaknya dalam pandangan tetanggaku penggemar Juventus), gosipnya (dari hasil baca-baca itu) bahwa hengkangnya Bonucci dan Alves karena masalah yang bermakna: pertengkaran di ruang ganti. Sebetulnya aku jadi bingung sendiri saat mengamati rumor yang terjadi itu, sebab ada beberapa yang seragam dan ada pula yang tidak seragam, yang kemudian kusimpulkan menjadi dua hal ini: pertama adalah perseteruan antara Bonucci dan Alves di ruang ganti saat jeda Final Liga Champions kemarin, kedua malahan ada yang memberitakan justru Alves dalam posisi yang membela Bonucci ketika Bonucci bersitegang dengan Barzagli terkait gol yang diciptakan oleh Cristiano Ronaldo yang kemudian menyinggung-nyinggung Alves menyinggung Buffon yang sudah tua terus merembet kepada Chiellini yang menyebut Alves sebagai orang baru mendingan diam saja. Yang membeberkan pertengkaran ruang ganti itu konon kabarnya adalah Mandzukic dan tapi sudah diklarifikasi oleh Mandzukic bahwa ia bukan orang yang seperti itu (yang suka membicarakan teman di belakang). Diwarnai dengan informasi bahwa Bonucci yang mencekik leher Alves karena sudah menyalakan musik keras-keras, diwarnai dengan justru Bonucci tidak mencekik leher Alves melainkan Bonucci malah diisukan memukul Dybala karena Dybala telah bermain buruk, ini tentu saja kabar yang tidak pasti (mengenai apa yang barusan kukatakan) dan malah bisa jadi aku besar-besarkan ceritanya (manusiawi kalau mendengar kabar aib orang), namun berdasarkan cerita yang beredar dalam pemberitaan bisa digunakan olehku sebagai sebuah gambaran bahwa di dalam rangka menatap musim yang akan dijelang bahwa mereka (Juventus) mempunyai masalah yang bermakna: perseteruan di ruang ganti antar teman sendiri saat kalah empat satu lawan Real Madrid di Final Liga Champions kemarin. Hal inilah yang kemudian menarik untuk aku singgung-singgung kepada tetanggaku penggemar Juventus di mana pun aku ada kesempatan bertemu dengannya, menyenangkan ketika tetanggaku penggemar Juventus membantah argumentasi yang kukeluarkan menyangkut bahwa dengan masalah 'perseteruan ruang ganti' itu akan bikin Juventus gagal bertahan di zona champions kancah Liga Italia Serie A bahkan bisa saja terperosok ke zona degradasi atau adem ayem di papan tengah sebagai sebuah olokan, dan salah satu bantahannya adalah begini. "Justru Juventus sudah membuang apa yang menjadi pangkal masalahnya, yaitu sebagaimana anda bilang tadi, membuang Bonucci ke AC Milan dan Alves ke PSG."

Sila dibaca ini juga brother: Leonardo Bonucci curiga akan jadi kapten Milan.

Mencoba merumuskan kalimat pembuka pemain baru AS Roma Aleksandar Kolarov

Kolarov resmi ke AS Roma
Foto: AS Roma
Aku mendapatkan pengetahuan mengenai kegembiraan AS Roma yang mengumumkan telah resmi mendatangkan bek berkebangsaan Serbia Aleksandar Kolarov dari Manchester City dengan biaya transfer senilai 5 juta euro (pembelian permanen), disertai Aleksandar Kolarov (yang saat ini berusia 31 tahun) telah menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun sampai 30 Juni 2020. Ini kupikir merupakan pengetahuan dasar dari berita berjudul Kolarov completes Roma move yang kubaca di laman resmi AS Roma. Selain itu, ada yang kemudian mengganggu pikiranku (dalam arti yang positif), untuk kemudian tertarik guna merumuskannya, yakni tentang kalimat pembuka (atau kata-kata) pemain baru AS Roma Aleksandar Kolarov saat dengan bangga memamerkan jersey Giallorossi. "Aku amat senang berada di sini, aku akan memberikan seratus persen dan lebih banyak untuk Roma. Tujuanku selalu sama, yakni menang." Kita tahu, tentang masa lalu Aleksandar Kolarov yang pernah menjadi pemain kebanggaan Lazio, sejarah ini tentunya penting untuk aku angkat sebagai acuan untuk merumuskan ini mengingat secara history antara Roma dan Lazio terdapat persinggungan kekuasaan (siapakah yang terbaik di ibu kota Italia) sebagai sinyal perseteruan abadi dan tajuk Derby della Capitale adalah yang mewadahi, masa lalu Kolarov (sebagai mantan Lazio, bukan sebagai yang baru datang dari Manchester City) ini ditenggarai bakalan memunculkan keraguan (sebagai suatu hal yang alamiah) di hati orang-orang yang mencintai Roma (apalagi mengingat bagaimana kontribusi Kolarov bagi Lazio dulu, bisa saja kita pernah terluka olehnya), jelas tersurat di sana bahwa bek Aleksandar Kolarov mengatakan akan memberikan seratus persen dan lebih banyak untuk Roma, ini seharusnya sudah bisa memupus keraguan itu, bahwa bek Aleksandar Kolarov kini resmi telah menjadi Gladiator Roma, dan kata-kata Kolarov ini pun membuka untuk bisa bikin orang-orang yang mencintai Lazio (yang dulu mereka sempat banggakan) tertusuk hatinya, dan bisa saja membikin jenggot Presiden Lazio (dengan catatan punya jenggot, enggak gitu juga kali, ini metafora) kebakaran. Dan kalimat terakhir dalam kata-kata pembuka itu, menandakan kalau Kolarov sebagai seorang pemain sepakbola profesional yang sudah matang, ditutup dengan bijaksana: tujuanku selalu sama, yakni menang. Seharusnya kita (orang-orang yang mencintai Roma) tidak usah meragu dengan Kolarov dengan melupakan bahwa ia adalah mantan pemain Lazio, sebab Kolarov mengatakan amat senang bergabung dengan Roma dan ini jika dibenturkan dengan kata-kata Monchi (masih terdapat di Kolarov completes Roma move). "Aku ingin berterima kasih atas antusiasme dan kemauan yang ia telah tunjukkan saat ingin datang ke Roma." Kata-kata Kolarov 'amat senang bergabung dengan Roma' selaras dengan kata-kata Monchi 'antusiasme dan kemauannya yang ia tunjukkan saat ingin datang ke Roma'. Dan ini pun semestinya disadari oleh mereka (orang-orang yang mencintai Lazio), bahwa hati mereka sepertinya mendadak uring-uringan bagai sudah diselingkuhi Macan Ternak (ingat, ini metafora).

Sila dibaca juga ini brother: Kolarov dalam sudut pandang Guardiola.